alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Lho, SKAB kok Diperjualbelikan?

Sopir Armada Truk Minta Harga Bisa Dikompromikan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Penertiban kawasan pertambangan pasir oleh tim petugas gabungan bak makan buah simalakama. Diakui, setelah penertiban tersebut, cukup banyak sopir armada truk yang terpaksa membawa surat keterangan asal barang (SKAB). Tetapi, surat tersebut kok sampai halal diperjualbelikan?

Sekitar pukul 10.00 kemarin, belasan sopir truk yang tergabung dalam paguyuban sopir truk angkutan material Candipuro, yang berniat mendatangi Mapolres Lumajang, ditemui Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno dan Ketua Asosiasi Penambang Republik Indonesia (APRI) Lumajang Sofyanto di alun-alun.

Selama beberapa minggu ini, tim petugas gabungan yang terdiri atas Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan BPRD Lumajang memang terus melakukan penyisiran sejumlah titik yang menjadi pintu keluar masuk armada truk pasir. Mau tidak mau, mereka harus menyediakan surat itu. Bagaimana pun caranya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Masak kami diminta Rp 120 ribu per SKAB oleh pemilik izin, ya kami keberatan. Kalau pengeluarannya ditotal, ya rugi. Belum harga solar Rp 70 ribu, belum bayar sewa truk Rp 150 ribu, harga pasir dari tambang manual Rp 350 ribu, belum portal itu habis Rp 30 ribu,” kata Hanafi, perwakilan paguyuban sopir tersebut.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Penertiban kawasan pertambangan pasir oleh tim petugas gabungan bak makan buah simalakama. Diakui, setelah penertiban tersebut, cukup banyak sopir armada truk yang terpaksa membawa surat keterangan asal barang (SKAB). Tetapi, surat tersebut kok sampai halal diperjualbelikan?

Sekitar pukul 10.00 kemarin, belasan sopir truk yang tergabung dalam paguyuban sopir truk angkutan material Candipuro, yang berniat mendatangi Mapolres Lumajang, ditemui Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno dan Ketua Asosiasi Penambang Republik Indonesia (APRI) Lumajang Sofyanto di alun-alun.

Selama beberapa minggu ini, tim petugas gabungan yang terdiri atas Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan BPRD Lumajang memang terus melakukan penyisiran sejumlah titik yang menjadi pintu keluar masuk armada truk pasir. Mau tidak mau, mereka harus menyediakan surat itu. Bagaimana pun caranya.

Masak kami diminta Rp 120 ribu per SKAB oleh pemilik izin, ya kami keberatan. Kalau pengeluarannya ditotal, ya rugi. Belum harga solar Rp 70 ribu, belum bayar sewa truk Rp 150 ribu, harga pasir dari tambang manual Rp 350 ribu, belum portal itu habis Rp 30 ribu,” kata Hanafi, perwakilan paguyuban sopir tersebut.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Penertiban kawasan pertambangan pasir oleh tim petugas gabungan bak makan buah simalakama. Diakui, setelah penertiban tersebut, cukup banyak sopir armada truk yang terpaksa membawa surat keterangan asal barang (SKAB). Tetapi, surat tersebut kok sampai halal diperjualbelikan?

Sekitar pukul 10.00 kemarin, belasan sopir truk yang tergabung dalam paguyuban sopir truk angkutan material Candipuro, yang berniat mendatangi Mapolres Lumajang, ditemui Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno dan Ketua Asosiasi Penambang Republik Indonesia (APRI) Lumajang Sofyanto di alun-alun.

Selama beberapa minggu ini, tim petugas gabungan yang terdiri atas Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan BPRD Lumajang memang terus melakukan penyisiran sejumlah titik yang menjadi pintu keluar masuk armada truk pasir. Mau tidak mau, mereka harus menyediakan surat itu. Bagaimana pun caranya.

Masak kami diminta Rp 120 ribu per SKAB oleh pemilik izin, ya kami keberatan. Kalau pengeluarannya ditotal, ya rugi. Belum harga solar Rp 70 ribu, belum bayar sewa truk Rp 150 ribu, harga pasir dari tambang manual Rp 350 ribu, belum portal itu habis Rp 30 ribu,” kata Hanafi, perwakilan paguyuban sopir tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/