alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Jual Empat Kuintal Lele Setiap Hari

Melihat Potensi Perikanan yang Melimpah di Rowokangkung Banyak sektor yang terdampak pandemi. Salah satunya di bidang perikanan Lumajang. Namun, para pengelola dan pengusaha ikan memilih tetap bertahan. Meski pendapatan menurun drastis, penjualan tetap dilakukan dengan jumlah yang tidak sedikit.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Supriyadi, warga Dusun Penggung Kidul, Sidorejo, Rowokangkung, terlihat sibuk memberi pakan lele yang menjadi budi dayanya. Setiap kali pakan dilempar, lele yang ada di kolam itu langsung menyambar.

Begitulah gambaran rutinitasnya selama ini. Meski permintaan pasar tidak seramai dulu, pengelola Balai Benih Ikan Rowokangkung tersebut tetap bersyukur. Setiap hari masih bisa menjual tiga hingga empat kuintal ikan lele. “Kami memilih bertahan untuk mengelola ikan. Meski setiap hari tidak banyak, kami tetap bersyukur,” ungkapnya.

Lelaki yang sudah 15 tahun mengelola kolam ikan lele tersebut mengatakan, ada puluhan kolam ikan lele. Namun, hasilnya tidak maksimal. Sebab, usia kolam sudah lama. Sehingga memengaruhi kualitas ikan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami memiliki 40 kolam. Tetapi, hasilnya tidak bisa maksimal seperti dulu. Karena usia kolam sudah tua. Makanya harus dilakukan pengurasan air dan membiarkan kolam kosong selama satu musim atau enam bulan. Setelah itu, kolam baru bisa diisi benih dan hasilnya bisa lebih maksimal,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Supriyadi, warga Dusun Penggung Kidul, Sidorejo, Rowokangkung, terlihat sibuk memberi pakan lele yang menjadi budi dayanya. Setiap kali pakan dilempar, lele yang ada di kolam itu langsung menyambar.

Begitulah gambaran rutinitasnya selama ini. Meski permintaan pasar tidak seramai dulu, pengelola Balai Benih Ikan Rowokangkung tersebut tetap bersyukur. Setiap hari masih bisa menjual tiga hingga empat kuintal ikan lele. “Kami memilih bertahan untuk mengelola ikan. Meski setiap hari tidak banyak, kami tetap bersyukur,” ungkapnya.

Lelaki yang sudah 15 tahun mengelola kolam ikan lele tersebut mengatakan, ada puluhan kolam ikan lele. Namun, hasilnya tidak maksimal. Sebab, usia kolam sudah lama. Sehingga memengaruhi kualitas ikan.

“Kami memiliki 40 kolam. Tetapi, hasilnya tidak bisa maksimal seperti dulu. Karena usia kolam sudah tua. Makanya harus dilakukan pengurasan air dan membiarkan kolam kosong selama satu musim atau enam bulan. Setelah itu, kolam baru bisa diisi benih dan hasilnya bisa lebih maksimal,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Supriyadi, warga Dusun Penggung Kidul, Sidorejo, Rowokangkung, terlihat sibuk memberi pakan lele yang menjadi budi dayanya. Setiap kali pakan dilempar, lele yang ada di kolam itu langsung menyambar.

Begitulah gambaran rutinitasnya selama ini. Meski permintaan pasar tidak seramai dulu, pengelola Balai Benih Ikan Rowokangkung tersebut tetap bersyukur. Setiap hari masih bisa menjual tiga hingga empat kuintal ikan lele. “Kami memilih bertahan untuk mengelola ikan. Meski setiap hari tidak banyak, kami tetap bersyukur,” ungkapnya.

Lelaki yang sudah 15 tahun mengelola kolam ikan lele tersebut mengatakan, ada puluhan kolam ikan lele. Namun, hasilnya tidak maksimal. Sebab, usia kolam sudah lama. Sehingga memengaruhi kualitas ikan.

“Kami memiliki 40 kolam. Tetapi, hasilnya tidak bisa maksimal seperti dulu. Karena usia kolam sudah tua. Makanya harus dilakukan pengurasan air dan membiarkan kolam kosong selama satu musim atau enam bulan. Setelah itu, kolam baru bisa diisi benih dan hasilnya bisa lebih maksimal,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/