alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Cari Solusi Tata Kelola Pasir

Akui Sedikit yang Mengambil Pasir Tambang Berizin

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Membahas pengelolaan pertambangan pasir memang cukup rumit. Satu persoalan selesai, muncul persoalan lain. Kali ini, untuk menuntaskan permasalahan keluhan sopir truk, rencananya Pemkab Lumajang hari ini bakal mengumpulkan mereka bersama pemilik izin dan penambang manual.

Cak Thoriq mengatakan, pemerintah berusaha untuk memfasilitasi supaya permasalahan yang muncul menemukan titik terang. Artinya, seluruh pihak yang berkaitan dengan pertambangan pasir harus mendapatkan pemasukan. Tidak hanya itu, penambang manual pun harus diperhatikan.

“Di pertambangan pasir ada teman-teman manual, yang itu harus hidup dan ada ribuan orang. Kalau hanya memikirkan pemilik izin tambang, tapi tidak memikirkan mereka, ya tidak ada titik temu. Yang tidak ada SKAB kan penambang manual. Mereka ikut pemilik izin tambang. Nah, pemilik izin tambanglah yang mengeluarkan SKAB,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, permasalahan pertambangan pasir tidak melulu membicarakan keuntungan pemerintah. Namun, soal tata kelola. Manual itu, lanjutnya, tidak masuk. Mereka menumpang di wilayah pertambangan pasir. Mereka hidup melalui pendapatan dari para sopir truk pasir. “Ini yang harus diatur. Bukan memikirkan untung rugi pemerintahan dulu,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Membahas pengelolaan pertambangan pasir memang cukup rumit. Satu persoalan selesai, muncul persoalan lain. Kali ini, untuk menuntaskan permasalahan keluhan sopir truk, rencananya Pemkab Lumajang hari ini bakal mengumpulkan mereka bersama pemilik izin dan penambang manual.

Cak Thoriq mengatakan, pemerintah berusaha untuk memfasilitasi supaya permasalahan yang muncul menemukan titik terang. Artinya, seluruh pihak yang berkaitan dengan pertambangan pasir harus mendapatkan pemasukan. Tidak hanya itu, penambang manual pun harus diperhatikan.

“Di pertambangan pasir ada teman-teman manual, yang itu harus hidup dan ada ribuan orang. Kalau hanya memikirkan pemilik izin tambang, tapi tidak memikirkan mereka, ya tidak ada titik temu. Yang tidak ada SKAB kan penambang manual. Mereka ikut pemilik izin tambang. Nah, pemilik izin tambanglah yang mengeluarkan SKAB,” jelasnya.

Menurutnya, permasalahan pertambangan pasir tidak melulu membicarakan keuntungan pemerintah. Namun, soal tata kelola. Manual itu, lanjutnya, tidak masuk. Mereka menumpang di wilayah pertambangan pasir. Mereka hidup melalui pendapatan dari para sopir truk pasir. “Ini yang harus diatur. Bukan memikirkan untung rugi pemerintahan dulu,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Membahas pengelolaan pertambangan pasir memang cukup rumit. Satu persoalan selesai, muncul persoalan lain. Kali ini, untuk menuntaskan permasalahan keluhan sopir truk, rencananya Pemkab Lumajang hari ini bakal mengumpulkan mereka bersama pemilik izin dan penambang manual.

Cak Thoriq mengatakan, pemerintah berusaha untuk memfasilitasi supaya permasalahan yang muncul menemukan titik terang. Artinya, seluruh pihak yang berkaitan dengan pertambangan pasir harus mendapatkan pemasukan. Tidak hanya itu, penambang manual pun harus diperhatikan.

“Di pertambangan pasir ada teman-teman manual, yang itu harus hidup dan ada ribuan orang. Kalau hanya memikirkan pemilik izin tambang, tapi tidak memikirkan mereka, ya tidak ada titik temu. Yang tidak ada SKAB kan penambang manual. Mereka ikut pemilik izin tambang. Nah, pemilik izin tambanglah yang mengeluarkan SKAB,” jelasnya.

Menurutnya, permasalahan pertambangan pasir tidak melulu membicarakan keuntungan pemerintah. Namun, soal tata kelola. Manual itu, lanjutnya, tidak masuk. Mereka menumpang di wilayah pertambangan pasir. Mereka hidup melalui pendapatan dari para sopir truk pasir. “Ini yang harus diatur. Bukan memikirkan untung rugi pemerintahan dulu,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/