alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Transaksi Bakal Dikenai Biaya

Saat Cek Saldo dan Ambil Uang

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Mulai 1 Juni mendatang, cek saldo dan penarikan uang tunai di anjungan tunai mandiri (ATM) semua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dikenakan biaya. Hal tersebut sesuai instruksi dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kebijakan tersebut direspons banyak pihak. Sebab, selama ini cek saldo dan penarikan uang di Himbara tidak dikenakan biaya alias gratis.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, Himbara menyepakati untuk menyediakan fasilitas gratis cek saldo dan tarik tunai gratis di semua ATM. Mereka menyebutnya sebagai ATM Link. ATM merah putih tersebut pertama kali diperkenalkan akhir tahun 2015 oleh Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno. Namun, baru di awal tahun 2016, jaringan ATM Link diperluas ke seluruh Indonesia.

Semangat ATM Link adalah transaksi mudah, efisien, dan gratis bagi para nasabah yang tergabung di Himbara, yakni Bank Republik Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Mandiri. Keempat bank tersebut berkomitmen memberikan pelayanan gratis melalui ATM Link. Namun, pelayanan tersebut tidak lagi bisa dirasakan nasabah Himbara. Sebab, mulai bulan depan, transaksi cek saldo dan tarik tunai di ATM Link bakal dikenakan biaya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Memang benar. Mulai tanggal 1 Juni 2021, transaksi cek saldo di ATM Link akan dikenakan biaya Rp 2.500. Sedangkan penarikan uang tunai juga dikenakan biaya sebesar Rp 5 ribu. Hal tersebut merupakan kebijakan baru dari BUMN pusat,” ungkap Herni Herawati, Asisten Manajer Operasional Kantor Cabang BRI Lumajang.

Herni mengatakan, kebijakan tersebut sudah disampaikan sejak bulan April lalu. Pihaknya segera melakukan sosialisasi ke nasabah. “Sejak April, kami sudah melakukan sosialisasi ke nasabah untuk tidak melakukan transaksi di ATM Link. Karena akan dikenakan biaya jika cek saldo dan penarikan uang,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Mulai 1 Juni mendatang, cek saldo dan penarikan uang tunai di anjungan tunai mandiri (ATM) semua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dikenakan biaya. Hal tersebut sesuai instruksi dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kebijakan tersebut direspons banyak pihak. Sebab, selama ini cek saldo dan penarikan uang di Himbara tidak dikenakan biaya alias gratis.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, Himbara menyepakati untuk menyediakan fasilitas gratis cek saldo dan tarik tunai gratis di semua ATM. Mereka menyebutnya sebagai ATM Link. ATM merah putih tersebut pertama kali diperkenalkan akhir tahun 2015 oleh Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno. Namun, baru di awal tahun 2016, jaringan ATM Link diperluas ke seluruh Indonesia.

Semangat ATM Link adalah transaksi mudah, efisien, dan gratis bagi para nasabah yang tergabung di Himbara, yakni Bank Republik Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Mandiri. Keempat bank tersebut berkomitmen memberikan pelayanan gratis melalui ATM Link. Namun, pelayanan tersebut tidak lagi bisa dirasakan nasabah Himbara. Sebab, mulai bulan depan, transaksi cek saldo dan tarik tunai di ATM Link bakal dikenakan biaya.

“Memang benar. Mulai tanggal 1 Juni 2021, transaksi cek saldo di ATM Link akan dikenakan biaya Rp 2.500. Sedangkan penarikan uang tunai juga dikenakan biaya sebesar Rp 5 ribu. Hal tersebut merupakan kebijakan baru dari BUMN pusat,” ungkap Herni Herawati, Asisten Manajer Operasional Kantor Cabang BRI Lumajang.

Herni mengatakan, kebijakan tersebut sudah disampaikan sejak bulan April lalu. Pihaknya segera melakukan sosialisasi ke nasabah. “Sejak April, kami sudah melakukan sosialisasi ke nasabah untuk tidak melakukan transaksi di ATM Link. Karena akan dikenakan biaya jika cek saldo dan penarikan uang,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Mulai 1 Juni mendatang, cek saldo dan penarikan uang tunai di anjungan tunai mandiri (ATM) semua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dikenakan biaya. Hal tersebut sesuai instruksi dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kebijakan tersebut direspons banyak pihak. Sebab, selama ini cek saldo dan penarikan uang di Himbara tidak dikenakan biaya alias gratis.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, Himbara menyepakati untuk menyediakan fasilitas gratis cek saldo dan tarik tunai gratis di semua ATM. Mereka menyebutnya sebagai ATM Link. ATM merah putih tersebut pertama kali diperkenalkan akhir tahun 2015 oleh Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno. Namun, baru di awal tahun 2016, jaringan ATM Link diperluas ke seluruh Indonesia.

Semangat ATM Link adalah transaksi mudah, efisien, dan gratis bagi para nasabah yang tergabung di Himbara, yakni Bank Republik Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Mandiri. Keempat bank tersebut berkomitmen memberikan pelayanan gratis melalui ATM Link. Namun, pelayanan tersebut tidak lagi bisa dirasakan nasabah Himbara. Sebab, mulai bulan depan, transaksi cek saldo dan tarik tunai di ATM Link bakal dikenakan biaya.

“Memang benar. Mulai tanggal 1 Juni 2021, transaksi cek saldo di ATM Link akan dikenakan biaya Rp 2.500. Sedangkan penarikan uang tunai juga dikenakan biaya sebesar Rp 5 ribu. Hal tersebut merupakan kebijakan baru dari BUMN pusat,” ungkap Herni Herawati, Asisten Manajer Operasional Kantor Cabang BRI Lumajang.

Herni mengatakan, kebijakan tersebut sudah disampaikan sejak bulan April lalu. Pihaknya segera melakukan sosialisasi ke nasabah. “Sejak April, kami sudah melakukan sosialisasi ke nasabah untuk tidak melakukan transaksi di ATM Link. Karena akan dikenakan biaya jika cek saldo dan penarikan uang,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/