alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Jamin Penjualan lewat Kemitraan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Akhir-akhir ini, tanaman porang menjadi primadona para petani di Lumajang. Namun, di tengah ketenarannya itu, tidak sedikit pula petani yang khawatir harganya tiba-tiba merosot tajam. Untuk memastikan penjualannya aman, salah satu perusahaan membuka kerja sama kemitraan.

Lumajang Go (Lugo) bekerja sama dengan PT Anugrah Porangkaya Indonesia dan Kadin Lumajang untuk melakukan sosialisasi di kantor Jawa Pos Radar Semeru, kemarin sore, yang menjadi rangkaian ulang tahun ke-7 Radar Semeru. Mereka berusaha memfasilitasi para petani porang untuk meyakinkan tanaman tersebut dapat mendatangkan hasil pertanian yang berlipat-lipat.

Diakui, selama beberapa bulan ini, banyak petani yang tiba-tiba kepincut untuk membudidayakan tanaman porang karena melihat harga jualnya yang tinggi di beberapa media sosial. Tetapi setelah ditelusuri, tak satu pun petani menemui pasar penjualan yang konkret. Karena itu, satu per satu mulai mundur perlahan-lahan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Herman Suyanto, owner Lugo, mengatakan, tanaman porang ini mendadak muncul menjadi komoditas pilihan petani selain tanaman ubi-ubian. Warga pemilik lahan perkebunan di beberapa kecamatan banyak yang berlomba-lomba untuk beralih membudidayakan tanaman porang.

“Nanti mereka akan dibekali sejumlah pengetahuan mengenai bagaimana penanamannya, kemudian perawatannya hingga penjualannya. Bahkan kami juga ingin memastikan mereka ini tidak salah langkah. Karena sebetulnya ada perusahaan mitra yang bisa membantu modal hingga menampung penjualan,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Akhir-akhir ini, tanaman porang menjadi primadona para petani di Lumajang. Namun, di tengah ketenarannya itu, tidak sedikit pula petani yang khawatir harganya tiba-tiba merosot tajam. Untuk memastikan penjualannya aman, salah satu perusahaan membuka kerja sama kemitraan.

Lumajang Go (Lugo) bekerja sama dengan PT Anugrah Porangkaya Indonesia dan Kadin Lumajang untuk melakukan sosialisasi di kantor Jawa Pos Radar Semeru, kemarin sore, yang menjadi rangkaian ulang tahun ke-7 Radar Semeru. Mereka berusaha memfasilitasi para petani porang untuk meyakinkan tanaman tersebut dapat mendatangkan hasil pertanian yang berlipat-lipat.

Diakui, selama beberapa bulan ini, banyak petani yang tiba-tiba kepincut untuk membudidayakan tanaman porang karena melihat harga jualnya yang tinggi di beberapa media sosial. Tetapi setelah ditelusuri, tak satu pun petani menemui pasar penjualan yang konkret. Karena itu, satu per satu mulai mundur perlahan-lahan.

Herman Suyanto, owner Lugo, mengatakan, tanaman porang ini mendadak muncul menjadi komoditas pilihan petani selain tanaman ubi-ubian. Warga pemilik lahan perkebunan di beberapa kecamatan banyak yang berlomba-lomba untuk beralih membudidayakan tanaman porang.

“Nanti mereka akan dibekali sejumlah pengetahuan mengenai bagaimana penanamannya, kemudian perawatannya hingga penjualannya. Bahkan kami juga ingin memastikan mereka ini tidak salah langkah. Karena sebetulnya ada perusahaan mitra yang bisa membantu modal hingga menampung penjualan,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Akhir-akhir ini, tanaman porang menjadi primadona para petani di Lumajang. Namun, di tengah ketenarannya itu, tidak sedikit pula petani yang khawatir harganya tiba-tiba merosot tajam. Untuk memastikan penjualannya aman, salah satu perusahaan membuka kerja sama kemitraan.

Lumajang Go (Lugo) bekerja sama dengan PT Anugrah Porangkaya Indonesia dan Kadin Lumajang untuk melakukan sosialisasi di kantor Jawa Pos Radar Semeru, kemarin sore, yang menjadi rangkaian ulang tahun ke-7 Radar Semeru. Mereka berusaha memfasilitasi para petani porang untuk meyakinkan tanaman tersebut dapat mendatangkan hasil pertanian yang berlipat-lipat.

Diakui, selama beberapa bulan ini, banyak petani yang tiba-tiba kepincut untuk membudidayakan tanaman porang karena melihat harga jualnya yang tinggi di beberapa media sosial. Tetapi setelah ditelusuri, tak satu pun petani menemui pasar penjualan yang konkret. Karena itu, satu per satu mulai mundur perlahan-lahan.

Herman Suyanto, owner Lugo, mengatakan, tanaman porang ini mendadak muncul menjadi komoditas pilihan petani selain tanaman ubi-ubian. Warga pemilik lahan perkebunan di beberapa kecamatan banyak yang berlomba-lomba untuk beralih membudidayakan tanaman porang.

“Nanti mereka akan dibekali sejumlah pengetahuan mengenai bagaimana penanamannya, kemudian perawatannya hingga penjualannya. Bahkan kami juga ingin memastikan mereka ini tidak salah langkah. Karena sebetulnya ada perusahaan mitra yang bisa membantu modal hingga menampung penjualan,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/