alexametrics
23.6 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Bubarkan Pengunjung Pantai Dampar

Hindari Pintu Utama, Masuk lewat Jalan Tikus

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ratusan pengunjung Pantai Dampar, Bades, Pasirian, kelabakan saat petugas gabungan kepolisian mendatangi mereka, Kamis (20/5). Mereka lekas berlari menghindari petugas dan menuju kendaraan. Keinginan berlibur dengan nyaman sirna. Sebab, petugas membubarkan mereka saat berada di sekitar pantai.

Padahal, aturan berlibur di semua tempat wisata masih berlaku hingga besok. Namun, keinginan merasakan berlibur bersama keluarga sangat kuat. Beragam cara dilakukan. Salah satunya masuk pantai melalui jalan alternatif yang tidak dijaga petugas (jalan tikus, Red).

“Petugas dari kepolisian, TNI, dan desa sudah kami siapkan di setiap pintu masuk wisata Pantai Dampar. Tetapi, karena kawasan pantai ini sangat luas, petugas yang terbatas tidak dapat berjaga di sejumlah jalan tikus itu. Sedangkan para pengunjung masuk ke pantai lewat sana,” kata Sahid, Kepala Desa Bades, Pasirian.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengungkapkan, selama penutupan diberlakukan, hampir tidak ada pengunjung yang datang. Hanya sejumlah orang yang mencari ikan datang ke kawasan pantai. “Kemarin (Kamis, Red) itu banyak pengunjung yang tiba-tiba datang. Padahal, selain dijaga petugas, pintu sudah ditutup dengan portal dan informasi penutupan. Bahkan yang nekat masuk, kami minta kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Tim III AKP Noer Andhi Setiawan mengatakan, pihaknya melakukan patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) di Pantai Dampar. “Kami lakukan patroli. Sekitar 200 orang pengunjung berada di pantai. Akhirnya kami berikan imbauan untuk kembali ke rumah masing-masing,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ratusan pengunjung Pantai Dampar, Bades, Pasirian, kelabakan saat petugas gabungan kepolisian mendatangi mereka, Kamis (20/5). Mereka lekas berlari menghindari petugas dan menuju kendaraan. Keinginan berlibur dengan nyaman sirna. Sebab, petugas membubarkan mereka saat berada di sekitar pantai.

Padahal, aturan berlibur di semua tempat wisata masih berlaku hingga besok. Namun, keinginan merasakan berlibur bersama keluarga sangat kuat. Beragam cara dilakukan. Salah satunya masuk pantai melalui jalan alternatif yang tidak dijaga petugas (jalan tikus, Red).

“Petugas dari kepolisian, TNI, dan desa sudah kami siapkan di setiap pintu masuk wisata Pantai Dampar. Tetapi, karena kawasan pantai ini sangat luas, petugas yang terbatas tidak dapat berjaga di sejumlah jalan tikus itu. Sedangkan para pengunjung masuk ke pantai lewat sana,” kata Sahid, Kepala Desa Bades, Pasirian.

Dia mengungkapkan, selama penutupan diberlakukan, hampir tidak ada pengunjung yang datang. Hanya sejumlah orang yang mencari ikan datang ke kawasan pantai. “Kemarin (Kamis, Red) itu banyak pengunjung yang tiba-tiba datang. Padahal, selain dijaga petugas, pintu sudah ditutup dengan portal dan informasi penutupan. Bahkan yang nekat masuk, kami minta kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Tim III AKP Noer Andhi Setiawan mengatakan, pihaknya melakukan patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) di Pantai Dampar. “Kami lakukan patroli. Sekitar 200 orang pengunjung berada di pantai. Akhirnya kami berikan imbauan untuk kembali ke rumah masing-masing,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ratusan pengunjung Pantai Dampar, Bades, Pasirian, kelabakan saat petugas gabungan kepolisian mendatangi mereka, Kamis (20/5). Mereka lekas berlari menghindari petugas dan menuju kendaraan. Keinginan berlibur dengan nyaman sirna. Sebab, petugas membubarkan mereka saat berada di sekitar pantai.

Padahal, aturan berlibur di semua tempat wisata masih berlaku hingga besok. Namun, keinginan merasakan berlibur bersama keluarga sangat kuat. Beragam cara dilakukan. Salah satunya masuk pantai melalui jalan alternatif yang tidak dijaga petugas (jalan tikus, Red).

“Petugas dari kepolisian, TNI, dan desa sudah kami siapkan di setiap pintu masuk wisata Pantai Dampar. Tetapi, karena kawasan pantai ini sangat luas, petugas yang terbatas tidak dapat berjaga di sejumlah jalan tikus itu. Sedangkan para pengunjung masuk ke pantai lewat sana,” kata Sahid, Kepala Desa Bades, Pasirian.

Dia mengungkapkan, selama penutupan diberlakukan, hampir tidak ada pengunjung yang datang. Hanya sejumlah orang yang mencari ikan datang ke kawasan pantai. “Kemarin (Kamis, Red) itu banyak pengunjung yang tiba-tiba datang. Padahal, selain dijaga petugas, pintu sudah ditutup dengan portal dan informasi penutupan. Bahkan yang nekat masuk, kami minta kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Tim III AKP Noer Andhi Setiawan mengatakan, pihaknya melakukan patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) di Pantai Dampar. “Kami lakukan patroli. Sekitar 200 orang pengunjung berada di pantai. Akhirnya kami berikan imbauan untuk kembali ke rumah masing-masing,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/