alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Ubah Pola Pikir Santri Guru Ngaji

Agar Lebih Mandiri secara Ekonomi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID– Pada umumnya, seorang santri yang telah selesai belajar di pondok pesantren akan menjadi guru mengaji. Pola pikir tersebut telah tertanam lama di pikiran masyarakat. Hal tersebut tidak mudah untuk diubah. Oleh sebab itu, butuh usaha ekstra untuk mewujudkannya.

Seperti yang dilakukan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Himpunan Pengusaha Santri (Hipsi) Kabupaten Lumajang. Melalui kuliah wirausaha yang diadakan di Pondok Pesantren Miftahul Arifin, Dusun Sudimoro, Desa Kalibendo, Pasirian, santri diharapkan mandiri secara ekonomi.

“Kegiatan ini sudah kami lakukan sejak tahun 2016 lalu. Namun, setiap tahun berganti nama. Tetapi, tujuan kami tetap sama, mewujudkan santri mandiri secara ekonomi,” kata Ma’ruf Nidhomuddin, Ketua DPD Hipsi Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ma’ruf menjelaskan, bulan puasa tahun ini, pihaknya menyelenggarakan kuliah wirausaha di empat pondok pesantren (ponpes). “Pertama sudah kami lakukan di Ponpes Yahtadi, Kedungjajang. Kedua di Ponpes Nurul Huda, Burno. Dan ketiga (kemarin, Red) di Ponpes Miftahul Arifin, Kalibendo. Terakhir nanti akan kami laksanakan di Ponpes Mahir Arriyadl, Padang,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID– Pada umumnya, seorang santri yang telah selesai belajar di pondok pesantren akan menjadi guru mengaji. Pola pikir tersebut telah tertanam lama di pikiran masyarakat. Hal tersebut tidak mudah untuk diubah. Oleh sebab itu, butuh usaha ekstra untuk mewujudkannya.

Seperti yang dilakukan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Himpunan Pengusaha Santri (Hipsi) Kabupaten Lumajang. Melalui kuliah wirausaha yang diadakan di Pondok Pesantren Miftahul Arifin, Dusun Sudimoro, Desa Kalibendo, Pasirian, santri diharapkan mandiri secara ekonomi.

“Kegiatan ini sudah kami lakukan sejak tahun 2016 lalu. Namun, setiap tahun berganti nama. Tetapi, tujuan kami tetap sama, mewujudkan santri mandiri secara ekonomi,” kata Ma’ruf Nidhomuddin, Ketua DPD Hipsi Lumajang.

Ma’ruf menjelaskan, bulan puasa tahun ini, pihaknya menyelenggarakan kuliah wirausaha di empat pondok pesantren (ponpes). “Pertama sudah kami lakukan di Ponpes Yahtadi, Kedungjajang. Kedua di Ponpes Nurul Huda, Burno. Dan ketiga (kemarin, Red) di Ponpes Miftahul Arifin, Kalibendo. Terakhir nanti akan kami laksanakan di Ponpes Mahir Arriyadl, Padang,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID– Pada umumnya, seorang santri yang telah selesai belajar di pondok pesantren akan menjadi guru mengaji. Pola pikir tersebut telah tertanam lama di pikiran masyarakat. Hal tersebut tidak mudah untuk diubah. Oleh sebab itu, butuh usaha ekstra untuk mewujudkannya.

Seperti yang dilakukan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Himpunan Pengusaha Santri (Hipsi) Kabupaten Lumajang. Melalui kuliah wirausaha yang diadakan di Pondok Pesantren Miftahul Arifin, Dusun Sudimoro, Desa Kalibendo, Pasirian, santri diharapkan mandiri secara ekonomi.

“Kegiatan ini sudah kami lakukan sejak tahun 2016 lalu. Namun, setiap tahun berganti nama. Tetapi, tujuan kami tetap sama, mewujudkan santri mandiri secara ekonomi,” kata Ma’ruf Nidhomuddin, Ketua DPD Hipsi Lumajang.

Ma’ruf menjelaskan, bulan puasa tahun ini, pihaknya menyelenggarakan kuliah wirausaha di empat pondok pesantren (ponpes). “Pertama sudah kami lakukan di Ponpes Yahtadi, Kedungjajang. Kedua di Ponpes Nurul Huda, Burno. Dan ketiga (kemarin, Red) di Ponpes Miftahul Arifin, Kalibendo. Terakhir nanti akan kami laksanakan di Ponpes Mahir Arriyadl, Padang,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/