alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Berat Satu Ekor Capai 3 Kilogram

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Masih ingat dengan salah satu selokan yang disulap jadi kolam budi daya ikan di kawasan perkotaan. Nah, Ramadan kali ini hasil panennya cukup menggembirakan. Pasalnya, berat satu ekor ikan yang dipanen tersebut sempat mencapai 3 kilogram.

Diakui, dalam setahun, panen budi daya ikan di selokan itu bisa dilakukan hingga dua kali. Sementara ini, untuk bibit yang disebar hanya beberapa jenis ikan. Seperti ikan nila, gurami, dan ikan bawal. Namun, hasil sekali panen dari ketiga jenis ikan bisa menghasilkan empat kuintal.

Johari, warga Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang, menuturkan, empat tahun lalu dirinya bersama beberapa warga setempat membersihkan selokan yang kumuh dan kotor itu. Sebab, akibat selokan yang tidak terawat itu, banyak warga yang terkena diare hingga berbagai penyakit kulit.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Perjuangan untuk menyadarkan lingkungan itu memang membutuhkan kerja keras yang ekstra. Diremehkan dan dianggap idenya mustahil itu biasa. Tetapi, ketika hasilnya tampak, persepsi warga akhirnya berubah. Bahkan, setelah berhasil pun, cobaan selanjutnya saya rasakan. Kehilangan ikan dan musibah-musibah lainnya,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Masih ingat dengan salah satu selokan yang disulap jadi kolam budi daya ikan di kawasan perkotaan. Nah, Ramadan kali ini hasil panennya cukup menggembirakan. Pasalnya, berat satu ekor ikan yang dipanen tersebut sempat mencapai 3 kilogram.

Diakui, dalam setahun, panen budi daya ikan di selokan itu bisa dilakukan hingga dua kali. Sementara ini, untuk bibit yang disebar hanya beberapa jenis ikan. Seperti ikan nila, gurami, dan ikan bawal. Namun, hasil sekali panen dari ketiga jenis ikan bisa menghasilkan empat kuintal.

Johari, warga Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang, menuturkan, empat tahun lalu dirinya bersama beberapa warga setempat membersihkan selokan yang kumuh dan kotor itu. Sebab, akibat selokan yang tidak terawat itu, banyak warga yang terkena diare hingga berbagai penyakit kulit.

“Perjuangan untuk menyadarkan lingkungan itu memang membutuhkan kerja keras yang ekstra. Diremehkan dan dianggap idenya mustahil itu biasa. Tetapi, ketika hasilnya tampak, persepsi warga akhirnya berubah. Bahkan, setelah berhasil pun, cobaan selanjutnya saya rasakan. Kehilangan ikan dan musibah-musibah lainnya,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Masih ingat dengan salah satu selokan yang disulap jadi kolam budi daya ikan di kawasan perkotaan. Nah, Ramadan kali ini hasil panennya cukup menggembirakan. Pasalnya, berat satu ekor ikan yang dipanen tersebut sempat mencapai 3 kilogram.

Diakui, dalam setahun, panen budi daya ikan di selokan itu bisa dilakukan hingga dua kali. Sementara ini, untuk bibit yang disebar hanya beberapa jenis ikan. Seperti ikan nila, gurami, dan ikan bawal. Namun, hasil sekali panen dari ketiga jenis ikan bisa menghasilkan empat kuintal.

Johari, warga Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang, menuturkan, empat tahun lalu dirinya bersama beberapa warga setempat membersihkan selokan yang kumuh dan kotor itu. Sebab, akibat selokan yang tidak terawat itu, banyak warga yang terkena diare hingga berbagai penyakit kulit.

“Perjuangan untuk menyadarkan lingkungan itu memang membutuhkan kerja keras yang ekstra. Diremehkan dan dianggap idenya mustahil itu biasa. Tetapi, ketika hasilnya tampak, persepsi warga akhirnya berubah. Bahkan, setelah berhasil pun, cobaan selanjutnya saya rasakan. Kehilangan ikan dan musibah-musibah lainnya,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/