alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Seleksi Fisik, Sepuluh Atlet Absen

Diikuti 120 Orang dari 10 Cabor Prioritas

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Seleksi atlet dari sepuluh cabang olahraga (cabor) prioritas pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jawa Timur mulai dilaksanakan. Tahap pertama yakni seleksi fisik Puslatkab. Sebanyak 120 atlet dari 130 atlet yang lolos berkas mengikuti seleksi di Stadion Semeru, Lumajang, kemarin.
Hasilnya, sebagian besar atlet belum memenuhi kriteria. Meski terlihat sehat, kebugaran mereka masih di bawah rata-rata. Padahal, kebugaran menjadi salah satu hal penting dalam olahraga, khususnya bagi atlet yang diprioritaskan juara. “Semua cabor (cabang olahraga, Red) membutuhkan ketahanan yang prima, kebugaran,” kata Arif Budi Raharjo, koordinator tim analis gerak Puslatkab Lumajang.
Arif menuturkan, meski beberapa olahraga lebih banyak menggunakan kemampuan otak untuk berpikir, kebugaran menjadi penting. Sebab, jika tubuh tidak bugar, hasil tidak maksimal. “Misalnya catur. Walaupun banyak menggunakan otak untuk berpikir dan hanya duduk, catur juga butuh ketahanan fisik. Karena catur tidak hanya cukup dimainkan beberapa menit saja. Bisa sampai dua jam lebih. Makanya, ketahanan diperlukan,” tuturnya.
Dia bersama enam mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), yang tergabung sebagai tim analisis gerak, menilai, fisik atlet perlu ditingkatkan melalui latihan. “Latihan itu aktivitas yang dilakukan melebihi kebiasaan. Makanya, ketahanan tubuh perlu ditingkatkan dengan latihan terus-menerus. Jangan kendor, apalagi tidak latihan sama sekali,” tambahnya.
Seleksi kali ini dilakukan menggunakan analisis data. Sehingga hasil yang didapat jelas dan dapat dibaca. “Kami menggunakan sistem analisis data. Jadi jelas, siapa saja atlet yang memenuhi klasifikasi dasar kebugaran. Data-data tersebut yang akan berbicara. Setelah itu, kami bisa evaluasi bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Edy Sujarwo, Wakil Ketua III KONI Lumajang, mengatakan bahwa seleksi fisik bagi sepuluh cabor prioritas seharusnya diikuti oleh 130 atlet. Namun, sepuluh di antaranya tidak mengikuti tes fisik. “Yang tidak hadir dengan keterangan tidak jelas, besar kemungkinan akan kami coret dari daftar atlet binaan puslatkab,” katanya.
Pihaknya akan melakukan seleksi tahap lanjutan pada hari Selasa hingga Kamis. Dia berharap ada 80 atlet binaan puslatkab pertama yang meraih medali. Sehingga target sepuluh besar Porprov terpenuhi. “Tahap pertama fokus 80 orang meraih medali emas sebanyak-banyaknya,” pungkasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Seleksi atlet dari sepuluh cabang olahraga (cabor) prioritas pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jawa Timur mulai dilaksanakan. Tahap pertama yakni seleksi fisik Puslatkab. Sebanyak 120 atlet dari 130 atlet yang lolos berkas mengikuti seleksi di Stadion Semeru, Lumajang, kemarin.
Hasilnya, sebagian besar atlet belum memenuhi kriteria. Meski terlihat sehat, kebugaran mereka masih di bawah rata-rata. Padahal, kebugaran menjadi salah satu hal penting dalam olahraga, khususnya bagi atlet yang diprioritaskan juara. “Semua cabor (cabang olahraga, Red) membutuhkan ketahanan yang prima, kebugaran,” kata Arif Budi Raharjo, koordinator tim analis gerak Puslatkab Lumajang.
Arif menuturkan, meski beberapa olahraga lebih banyak menggunakan kemampuan otak untuk berpikir, kebugaran menjadi penting. Sebab, jika tubuh tidak bugar, hasil tidak maksimal. “Misalnya catur. Walaupun banyak menggunakan otak untuk berpikir dan hanya duduk, catur juga butuh ketahanan fisik. Karena catur tidak hanya cukup dimainkan beberapa menit saja. Bisa sampai dua jam lebih. Makanya, ketahanan diperlukan,” tuturnya.
Dia bersama enam mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), yang tergabung sebagai tim analisis gerak, menilai, fisik atlet perlu ditingkatkan melalui latihan. “Latihan itu aktivitas yang dilakukan melebihi kebiasaan. Makanya, ketahanan tubuh perlu ditingkatkan dengan latihan terus-menerus. Jangan kendor, apalagi tidak latihan sama sekali,” tambahnya.
Seleksi kali ini dilakukan menggunakan analisis data. Sehingga hasil yang didapat jelas dan dapat dibaca. “Kami menggunakan sistem analisis data. Jadi jelas, siapa saja atlet yang memenuhi klasifikasi dasar kebugaran. Data-data tersebut yang akan berbicara. Setelah itu, kami bisa evaluasi bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Edy Sujarwo, Wakil Ketua III KONI Lumajang, mengatakan bahwa seleksi fisik bagi sepuluh cabor prioritas seharusnya diikuti oleh 130 atlet. Namun, sepuluh di antaranya tidak mengikuti tes fisik. “Yang tidak hadir dengan keterangan tidak jelas, besar kemungkinan akan kami coret dari daftar atlet binaan puslatkab,” katanya.
Pihaknya akan melakukan seleksi tahap lanjutan pada hari Selasa hingga Kamis. Dia berharap ada 80 atlet binaan puslatkab pertama yang meraih medali. Sehingga target sepuluh besar Porprov terpenuhi. “Tahap pertama fokus 80 orang meraih medali emas sebanyak-banyaknya,” pungkasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Seleksi atlet dari sepuluh cabang olahraga (cabor) prioritas pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jawa Timur mulai dilaksanakan. Tahap pertama yakni seleksi fisik Puslatkab. Sebanyak 120 atlet dari 130 atlet yang lolos berkas mengikuti seleksi di Stadion Semeru, Lumajang, kemarin.
Hasilnya, sebagian besar atlet belum memenuhi kriteria. Meski terlihat sehat, kebugaran mereka masih di bawah rata-rata. Padahal, kebugaran menjadi salah satu hal penting dalam olahraga, khususnya bagi atlet yang diprioritaskan juara. “Semua cabor (cabang olahraga, Red) membutuhkan ketahanan yang prima, kebugaran,” kata Arif Budi Raharjo, koordinator tim analis gerak Puslatkab Lumajang.
Arif menuturkan, meski beberapa olahraga lebih banyak menggunakan kemampuan otak untuk berpikir, kebugaran menjadi penting. Sebab, jika tubuh tidak bugar, hasil tidak maksimal. “Misalnya catur. Walaupun banyak menggunakan otak untuk berpikir dan hanya duduk, catur juga butuh ketahanan fisik. Karena catur tidak hanya cukup dimainkan beberapa menit saja. Bisa sampai dua jam lebih. Makanya, ketahanan diperlukan,” tuturnya.
Dia bersama enam mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), yang tergabung sebagai tim analisis gerak, menilai, fisik atlet perlu ditingkatkan melalui latihan. “Latihan itu aktivitas yang dilakukan melebihi kebiasaan. Makanya, ketahanan tubuh perlu ditingkatkan dengan latihan terus-menerus. Jangan kendor, apalagi tidak latihan sama sekali,” tambahnya.
Seleksi kali ini dilakukan menggunakan analisis data. Sehingga hasil yang didapat jelas dan dapat dibaca. “Kami menggunakan sistem analisis data. Jadi jelas, siapa saja atlet yang memenuhi klasifikasi dasar kebugaran. Data-data tersebut yang akan berbicara. Setelah itu, kami bisa evaluasi bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Edy Sujarwo, Wakil Ketua III KONI Lumajang, mengatakan bahwa seleksi fisik bagi sepuluh cabor prioritas seharusnya diikuti oleh 130 atlet. Namun, sepuluh di antaranya tidak mengikuti tes fisik. “Yang tidak hadir dengan keterangan tidak jelas, besar kemungkinan akan kami coret dari daftar atlet binaan puslatkab,” katanya.
Pihaknya akan melakukan seleksi tahap lanjutan pada hari Selasa hingga Kamis. Dia berharap ada 80 atlet binaan puslatkab pertama yang meraih medali. Sehingga target sepuluh besar Porprov terpenuhi. “Tahap pertama fokus 80 orang meraih medali emas sebanyak-banyaknya,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/