alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Operasional RT-RW Terancam Hangus

Rencananya Bakal Dibebankan pada APBD

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dampak instruksi segera melakukan refocusing anggaran untuk mendukung vaksinasi dan penanganan korona tidak hanya membuat setiap OPD mengepras sebagian kegiatannya. Bahkan, kabarnya operasional RT-RW masing-masing desa juga terancam hangus.
Cukup banyak RT-RW yang mengaku operasionalnya belum diterima sampai bulan ini. Tetapi, mereka sudah mendengar pemangkasan mulai bulan April hingga Desember tahun ini bakal ditiadakan. Tentu itu menjadi kabar duka bagi mereka. Apalagi, sebetulnya mereka memiliki tugas yang lumayan berat.
Salah satu RT di Desa/Kecamatan Kunir mengatakan, operasional yang diterima masing-masing desa memang tidak sama. Bergantung kemampuan sumber pendapatan desa masing-masing. “Saya terima Rp 150 ribu setiap bulan, ada yang Rp 200 ribu. Belum tahu lagi bulan April nanti. Ini ramai di beberapa desa,” ucapnya.
Asisten Administrasi Setda Lumajang Nugroho Dwi Atmoko mengatakan, sesuai pembahasan bersama pihak yang berkaitan, operasional tersebut tidak lantas hilang begitu saja. Namun, sumber pendanaan alokasi dana desa (ADD) yang diberikan ke setiap desa untuk honor mengalami perubahan.
“Prinsipnya, operasional untuk RT-RW tidak hilang. Sesuai rencana hanya digeser sumber pendanaannya dari DAU di APBD ke masing-masing APBDes. Disesuaikan dengan jumlah RT/RW yang ada di masing-masing desa,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dampak instruksi segera melakukan refocusing anggaran untuk mendukung vaksinasi dan penanganan korona tidak hanya membuat setiap OPD mengepras sebagian kegiatannya. Bahkan, kabarnya operasional RT-RW masing-masing desa juga terancam hangus.
Cukup banyak RT-RW yang mengaku operasionalnya belum diterima sampai bulan ini. Tetapi, mereka sudah mendengar pemangkasan mulai bulan April hingga Desember tahun ini bakal ditiadakan. Tentu itu menjadi kabar duka bagi mereka. Apalagi, sebetulnya mereka memiliki tugas yang lumayan berat.
Salah satu RT di Desa/Kecamatan Kunir mengatakan, operasional yang diterima masing-masing desa memang tidak sama. Bergantung kemampuan sumber pendapatan desa masing-masing. “Saya terima Rp 150 ribu setiap bulan, ada yang Rp 200 ribu. Belum tahu lagi bulan April nanti. Ini ramai di beberapa desa,” ucapnya.
Asisten Administrasi Setda Lumajang Nugroho Dwi Atmoko mengatakan, sesuai pembahasan bersama pihak yang berkaitan, operasional tersebut tidak lantas hilang begitu saja. Namun, sumber pendanaan alokasi dana desa (ADD) yang diberikan ke setiap desa untuk honor mengalami perubahan.
“Prinsipnya, operasional untuk RT-RW tidak hilang. Sesuai rencana hanya digeser sumber pendanaannya dari DAU di APBD ke masing-masing APBDes. Disesuaikan dengan jumlah RT/RW yang ada di masing-masing desa,” pungkasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dampak instruksi segera melakukan refocusing anggaran untuk mendukung vaksinasi dan penanganan korona tidak hanya membuat setiap OPD mengepras sebagian kegiatannya. Bahkan, kabarnya operasional RT-RW masing-masing desa juga terancam hangus.
Cukup banyak RT-RW yang mengaku operasionalnya belum diterima sampai bulan ini. Tetapi, mereka sudah mendengar pemangkasan mulai bulan April hingga Desember tahun ini bakal ditiadakan. Tentu itu menjadi kabar duka bagi mereka. Apalagi, sebetulnya mereka memiliki tugas yang lumayan berat.
Salah satu RT di Desa/Kecamatan Kunir mengatakan, operasional yang diterima masing-masing desa memang tidak sama. Bergantung kemampuan sumber pendapatan desa masing-masing. “Saya terima Rp 150 ribu setiap bulan, ada yang Rp 200 ribu. Belum tahu lagi bulan April nanti. Ini ramai di beberapa desa,” ucapnya.
Asisten Administrasi Setda Lumajang Nugroho Dwi Atmoko mengatakan, sesuai pembahasan bersama pihak yang berkaitan, operasional tersebut tidak lantas hilang begitu saja. Namun, sumber pendanaan alokasi dana desa (ADD) yang diberikan ke setiap desa untuk honor mengalami perubahan.
“Prinsipnya, operasional untuk RT-RW tidak hilang. Sesuai rencana hanya digeser sumber pendanaannya dari DAU di APBD ke masing-masing APBDes. Disesuaikan dengan jumlah RT/RW yang ada di masing-masing desa,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/