alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Ajak Masyarakat Jadi Brand Ambassador

Untuk Meningkatkan Budaya Baca di Lumajang

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Budaya baca semakin  lama semakin menurun. Bahkan, Indonesia mulai tergolong dalam istilah darurat literasi. Karena itulah, untuk memperkuat literasi di Lumajang, sejumlah pihak mulai gencar melakukan gerakan. Salah satunya dengan menjadikan masyarakat sebagai brand ambassador. Cara itu dipandang efektif untuk mengembalikan Lumajang sebagai Kabupaten Literasi lima tahun lalu.

Kondisi ini terkuak dalam webinar nasional Merajut Asa Membumikan Aksara bersama penulis novel Ayat-Ayat Cinta. Antusiasme peserta cukup tinggi. Meskipun secara daring, diharapkan memberikan imbas yang positif terhadap tingkat literasi di Indonesia.

Webinar yang bertepatan dengan ulang tahun Forum Lingkar Pena (FLP) yang ke-24 ini menghadirkan pemateri ternama. Yakni sosok seorang Fahri dan Aisya dalam novel dan film Ayat-Ayat Cinta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bunda Novi, Ketua FLP Wilayah Jawa Timur yang juga berasal dari Lumajang, menjelaskan bahwa webinar ini adalah salah satu upaya untuk melaksanakan misi yang ketiga. Yakni meningkatkan budaya membaca dan menulis di kalangan masyarakat.

Diakui, budaya baca masih sangat rendah. “Bahkan bisa dikatakan Indonesia dalam kondisi darurat literasi,” ujarnya. Karena itu, program untuk menunjang literasi terus digencarkan.

FLP Jawa Timur melakukan kegiatan literasi yang berkolaborasi dengan lembaga dan instansi pemerintah maupun nonpemerintah. Di era disrupsi seperti sekarang ini, media digital mulai menjadi primadona, namun edukasi literasi tetap tidak boleh ketinggalan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Budaya baca semakin  lama semakin menurun. Bahkan, Indonesia mulai tergolong dalam istilah darurat literasi. Karena itulah, untuk memperkuat literasi di Lumajang, sejumlah pihak mulai gencar melakukan gerakan. Salah satunya dengan menjadikan masyarakat sebagai brand ambassador. Cara itu dipandang efektif untuk mengembalikan Lumajang sebagai Kabupaten Literasi lima tahun lalu.

Kondisi ini terkuak dalam webinar nasional Merajut Asa Membumikan Aksara bersama penulis novel Ayat-Ayat Cinta. Antusiasme peserta cukup tinggi. Meskipun secara daring, diharapkan memberikan imbas yang positif terhadap tingkat literasi di Indonesia.

Webinar yang bertepatan dengan ulang tahun Forum Lingkar Pena (FLP) yang ke-24 ini menghadirkan pemateri ternama. Yakni sosok seorang Fahri dan Aisya dalam novel dan film Ayat-Ayat Cinta.

Bunda Novi, Ketua FLP Wilayah Jawa Timur yang juga berasal dari Lumajang, menjelaskan bahwa webinar ini adalah salah satu upaya untuk melaksanakan misi yang ketiga. Yakni meningkatkan budaya membaca dan menulis di kalangan masyarakat.

Diakui, budaya baca masih sangat rendah. “Bahkan bisa dikatakan Indonesia dalam kondisi darurat literasi,” ujarnya. Karena itu, program untuk menunjang literasi terus digencarkan.

FLP Jawa Timur melakukan kegiatan literasi yang berkolaborasi dengan lembaga dan instansi pemerintah maupun nonpemerintah. Di era disrupsi seperti sekarang ini, media digital mulai menjadi primadona, namun edukasi literasi tetap tidak boleh ketinggalan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Budaya baca semakin  lama semakin menurun. Bahkan, Indonesia mulai tergolong dalam istilah darurat literasi. Karena itulah, untuk memperkuat literasi di Lumajang, sejumlah pihak mulai gencar melakukan gerakan. Salah satunya dengan menjadikan masyarakat sebagai brand ambassador. Cara itu dipandang efektif untuk mengembalikan Lumajang sebagai Kabupaten Literasi lima tahun lalu.

Kondisi ini terkuak dalam webinar nasional Merajut Asa Membumikan Aksara bersama penulis novel Ayat-Ayat Cinta. Antusiasme peserta cukup tinggi. Meskipun secara daring, diharapkan memberikan imbas yang positif terhadap tingkat literasi di Indonesia.

Webinar yang bertepatan dengan ulang tahun Forum Lingkar Pena (FLP) yang ke-24 ini menghadirkan pemateri ternama. Yakni sosok seorang Fahri dan Aisya dalam novel dan film Ayat-Ayat Cinta.

Bunda Novi, Ketua FLP Wilayah Jawa Timur yang juga berasal dari Lumajang, menjelaskan bahwa webinar ini adalah salah satu upaya untuk melaksanakan misi yang ketiga. Yakni meningkatkan budaya membaca dan menulis di kalangan masyarakat.

Diakui, budaya baca masih sangat rendah. “Bahkan bisa dikatakan Indonesia dalam kondisi darurat literasi,” ujarnya. Karena itu, program untuk menunjang literasi terus digencarkan.

FLP Jawa Timur melakukan kegiatan literasi yang berkolaborasi dengan lembaga dan instansi pemerintah maupun nonpemerintah. Di era disrupsi seperti sekarang ini, media digital mulai menjadi primadona, namun edukasi literasi tetap tidak boleh ketinggalan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/