alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Janji Gubernur Jatim Bantuan Rekonstruksi Rumah Tak Kunjung Cair

Molornya pencairan bantuan rekontruksi rumah membuat warga Kecamatan Tempursari dan Kecamatan Pronojiwo gregetan. Saking lamanya menunggu bantuan tersebut cair, ratusan warga mulai membangun sendiri.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bantuan rekonstruksi rumah rusak yang dijanjikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa beberapa bulan lalu saat melakukan kunjungan ke Kecamatan Tempursari membuat warga terdampak terlihat kegirangan. Pasalnya, mereka akan mendapat ganti atas bencana yang merusak hingga meluluhlantakkan rumahnya.

Bantuan dana tunggu hunian itu sebesar Rp 500 ribu per bulan. Selama tiga bulan untuk bulan April, Mei, dan Juni memang diberikan. Namun, setelah bulan itu, bantuan rekontruksi rumah senilai Rp 10 juta untuk rumah rusak ringan, Rp 25 juta untuk rusak sedang, dan Rp 50 juta untuk rumah rusak berat tak kunjung cair.

“Dana Siap Pakai (DSP) itu kan baru cair kemarin ini. Itu sudah menjadi kebijakan pusat. Kami sudah mengajukan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi. Kini, perhatian untuk rumah yang mengalami kerusakan bakal mendapat perhatian serius.

Mobile_AP_Rectangle 2

Patria menyadari keterlambatan tersebut membuat warga tidak sabar. Akibatnya, tidak sedikit warga yang memperbaiki maupun membangun rumahnya menggunakan dana pribadi. Namun, supaya DSP tersebut tersalurkan dengan baik, bakal dibentuk tim teknis untuk melakukan verifikasi lapangan (verlap) setiap rumah warga yang rusak.

Menurut dia, tim tersebut bertugas memverifikasi rumah warga yang terlanjur diperbaiki maupun dibangun. Seluruh biaya yang dikeluarkan selama itu diganti. Jika masih ada sisa dana, bakal direkomendasikan untuk dihabiskan.

“Ringan, sedang, dan berat sama. Kalau yang ringan setelah diverlap Rp 7 juta, kan bantuannya Rp 10 juta. Sisanya, kami rekomendasikan untuk dibelikan ini-tu. Pokoknya, semua harus habis dan sesuai,” katanya.

Sementara itu, Kabid Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Lumajang Ernowo Pujo Santoso menyebutkan, total rumah yang sudah dilakukan renovasi sendiri oleh warga sebanyak 465 rumah. “Ini rinciannya, 168 rumah rusak ringan, 171 rumah rusak sedang, dan 126 rumah yang rusak berat,” pungkasnya.

Renovasi Rumah Terdampak Gempa Bumi :

Uraian                  Belum Renov      Sudah Renov  Tak Lolos Verpal

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bantuan rekonstruksi rumah rusak yang dijanjikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa beberapa bulan lalu saat melakukan kunjungan ke Kecamatan Tempursari membuat warga terdampak terlihat kegirangan. Pasalnya, mereka akan mendapat ganti atas bencana yang merusak hingga meluluhlantakkan rumahnya.

Bantuan dana tunggu hunian itu sebesar Rp 500 ribu per bulan. Selama tiga bulan untuk bulan April, Mei, dan Juni memang diberikan. Namun, setelah bulan itu, bantuan rekontruksi rumah senilai Rp 10 juta untuk rumah rusak ringan, Rp 25 juta untuk rusak sedang, dan Rp 50 juta untuk rumah rusak berat tak kunjung cair.

“Dana Siap Pakai (DSP) itu kan baru cair kemarin ini. Itu sudah menjadi kebijakan pusat. Kami sudah mengajukan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi. Kini, perhatian untuk rumah yang mengalami kerusakan bakal mendapat perhatian serius.

Patria menyadari keterlambatan tersebut membuat warga tidak sabar. Akibatnya, tidak sedikit warga yang memperbaiki maupun membangun rumahnya menggunakan dana pribadi. Namun, supaya DSP tersebut tersalurkan dengan baik, bakal dibentuk tim teknis untuk melakukan verifikasi lapangan (verlap) setiap rumah warga yang rusak.

Menurut dia, tim tersebut bertugas memverifikasi rumah warga yang terlanjur diperbaiki maupun dibangun. Seluruh biaya yang dikeluarkan selama itu diganti. Jika masih ada sisa dana, bakal direkomendasikan untuk dihabiskan.

“Ringan, sedang, dan berat sama. Kalau yang ringan setelah diverlap Rp 7 juta, kan bantuannya Rp 10 juta. Sisanya, kami rekomendasikan untuk dibelikan ini-tu. Pokoknya, semua harus habis dan sesuai,” katanya.

Sementara itu, Kabid Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Lumajang Ernowo Pujo Santoso menyebutkan, total rumah yang sudah dilakukan renovasi sendiri oleh warga sebanyak 465 rumah. “Ini rinciannya, 168 rumah rusak ringan, 171 rumah rusak sedang, dan 126 rumah yang rusak berat,” pungkasnya.

Renovasi Rumah Terdampak Gempa Bumi :

Uraian                  Belum Renov      Sudah Renov  Tak Lolos Verpal

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bantuan rekonstruksi rumah rusak yang dijanjikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa beberapa bulan lalu saat melakukan kunjungan ke Kecamatan Tempursari membuat warga terdampak terlihat kegirangan. Pasalnya, mereka akan mendapat ganti atas bencana yang merusak hingga meluluhlantakkan rumahnya.

Bantuan dana tunggu hunian itu sebesar Rp 500 ribu per bulan. Selama tiga bulan untuk bulan April, Mei, dan Juni memang diberikan. Namun, setelah bulan itu, bantuan rekontruksi rumah senilai Rp 10 juta untuk rumah rusak ringan, Rp 25 juta untuk rusak sedang, dan Rp 50 juta untuk rumah rusak berat tak kunjung cair.

“Dana Siap Pakai (DSP) itu kan baru cair kemarin ini. Itu sudah menjadi kebijakan pusat. Kami sudah mengajukan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi. Kini, perhatian untuk rumah yang mengalami kerusakan bakal mendapat perhatian serius.

Patria menyadari keterlambatan tersebut membuat warga tidak sabar. Akibatnya, tidak sedikit warga yang memperbaiki maupun membangun rumahnya menggunakan dana pribadi. Namun, supaya DSP tersebut tersalurkan dengan baik, bakal dibentuk tim teknis untuk melakukan verifikasi lapangan (verlap) setiap rumah warga yang rusak.

Menurut dia, tim tersebut bertugas memverifikasi rumah warga yang terlanjur diperbaiki maupun dibangun. Seluruh biaya yang dikeluarkan selama itu diganti. Jika masih ada sisa dana, bakal direkomendasikan untuk dihabiskan.

“Ringan, sedang, dan berat sama. Kalau yang ringan setelah diverlap Rp 7 juta, kan bantuannya Rp 10 juta. Sisanya, kami rekomendasikan untuk dibelikan ini-tu. Pokoknya, semua harus habis dan sesuai,” katanya.

Sementara itu, Kabid Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Lumajang Ernowo Pujo Santoso menyebutkan, total rumah yang sudah dilakukan renovasi sendiri oleh warga sebanyak 465 rumah. “Ini rinciannya, 168 rumah rusak ringan, 171 rumah rusak sedang, dan 126 rumah yang rusak berat,” pungkasnya.

Renovasi Rumah Terdampak Gempa Bumi :

Uraian                  Belum Renov      Sudah Renov  Tak Lolos Verpal

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/