alexametrics
28.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Kapolres Cari Cara Atasi Begal

Bakal Gandeng TNI dan Tokoh Masyarakat

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pasca-ditemukannya jenazah korban dugaan pembegalan, Kapolres Lumajang meminta warga agar tetap tenang. Ke depan akan dibangun kolaborasi dengan TNI untuk menjaga keamanan. Orang nomor satu di kepolisian Lumajang tersebut tidak tertarik membuat tim khusus. Namun, lebih tertarik mencari cara dan solusi.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti menyatakan, butuh strategi yang berbeda untuk melawan komplotan bandit begal di Lumajang. Dia berkeyakinan, manusia itu memiliki keterdesakan. Keterdesakan tersebut membuat siapa pun bisa melakukan tindak kriminal.

Dia berencana akan mengedepankan aspek pencegahan daripada penindakan. “Aspek pencegahan jika bisa 70 persen dan penindakan 30 persen,” ucapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pasca-ditemukannya jenazah korban dugaan pembegalan, Kapolres Lumajang meminta warga agar tetap tenang. Ke depan akan dibangun kolaborasi dengan TNI untuk menjaga keamanan. Orang nomor satu di kepolisian Lumajang tersebut tidak tertarik membuat tim khusus. Namun, lebih tertarik mencari cara dan solusi.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti menyatakan, butuh strategi yang berbeda untuk melawan komplotan bandit begal di Lumajang. Dia berkeyakinan, manusia itu memiliki keterdesakan. Keterdesakan tersebut membuat siapa pun bisa melakukan tindak kriminal.

Dia berencana akan mengedepankan aspek pencegahan daripada penindakan. “Aspek pencegahan jika bisa 70 persen dan penindakan 30 persen,” ucapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pasca-ditemukannya jenazah korban dugaan pembegalan, Kapolres Lumajang meminta warga agar tetap tenang. Ke depan akan dibangun kolaborasi dengan TNI untuk menjaga keamanan. Orang nomor satu di kepolisian Lumajang tersebut tidak tertarik membuat tim khusus. Namun, lebih tertarik mencari cara dan solusi.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti menyatakan, butuh strategi yang berbeda untuk melawan komplotan bandit begal di Lumajang. Dia berkeyakinan, manusia itu memiliki keterdesakan. Keterdesakan tersebut membuat siapa pun bisa melakukan tindak kriminal.

Dia berencana akan mengedepankan aspek pencegahan daripada penindakan. “Aspek pencegahan jika bisa 70 persen dan penindakan 30 persen,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/