alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Pembangunan Jembatan Gantung Darurat Candipuro, Mulai Uji Kekuatan Tanah

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Rencana pembangunan jembatan gantung darurat di kawasan Geladak Perak, Desa Sumberwuluh, mulai memasuki tahap awal. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali mulai melakukan pengukuran tanah. Hal itu guna memastikan kondisi tanah mendukung untuk dibangun jembatan gantung darurat.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 BBPJN Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba mengatakan, pembangunan jembatan masih menunggu hasil uji tanah. Sementara, desain bangunan sudah dibuat.

Namun, menurut dia, desain tersebut masih belum final. Sebab, perubahan masih dimungkinkan disesuaikan dengan hasil uji tanah. “Kalau sudah keluar hasilnya, pembangunan bisa dimulai. Kami berpacu dengan waktu. Kalau material dan bangunan belum datang semua. Hanya saja, beberapa material jembatan sudah ada di Lumajang,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rizal menjelaskan, desain menunjukkan jembatan gantung darurat itu terletak di kawasan Geladak Perak. Tepatnya di jembatan lama. Namun, hal itu masih belum bisa dipastikan lebih lanjut. Sebab, pengukuran masih berlangsung.

Dia menuturkan, segala kemungkinan perubahan masih bisa terjadi. Sebab, semuanya masih dalam taraf perhitungan. Selain itu, kawasan Geladak Perak berada di lokasi yang tinggi. Karena itu, desain pembangunan jembatan disesuaikan dengan hasil uji ukur tanah.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Rencana pembangunan jembatan gantung darurat di kawasan Geladak Perak, Desa Sumberwuluh, mulai memasuki tahap awal. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali mulai melakukan pengukuran tanah. Hal itu guna memastikan kondisi tanah mendukung untuk dibangun jembatan gantung darurat.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 BBPJN Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba mengatakan, pembangunan jembatan masih menunggu hasil uji tanah. Sementara, desain bangunan sudah dibuat.

Namun, menurut dia, desain tersebut masih belum final. Sebab, perubahan masih dimungkinkan disesuaikan dengan hasil uji tanah. “Kalau sudah keluar hasilnya, pembangunan bisa dimulai. Kami berpacu dengan waktu. Kalau material dan bangunan belum datang semua. Hanya saja, beberapa material jembatan sudah ada di Lumajang,” katanya.

Rizal menjelaskan, desain menunjukkan jembatan gantung darurat itu terletak di kawasan Geladak Perak. Tepatnya di jembatan lama. Namun, hal itu masih belum bisa dipastikan lebih lanjut. Sebab, pengukuran masih berlangsung.

Dia menuturkan, segala kemungkinan perubahan masih bisa terjadi. Sebab, semuanya masih dalam taraf perhitungan. Selain itu, kawasan Geladak Perak berada di lokasi yang tinggi. Karena itu, desain pembangunan jembatan disesuaikan dengan hasil uji ukur tanah.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Rencana pembangunan jembatan gantung darurat di kawasan Geladak Perak, Desa Sumberwuluh, mulai memasuki tahap awal. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali mulai melakukan pengukuran tanah. Hal itu guna memastikan kondisi tanah mendukung untuk dibangun jembatan gantung darurat.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 BBPJN Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba mengatakan, pembangunan jembatan masih menunggu hasil uji tanah. Sementara, desain bangunan sudah dibuat.

Namun, menurut dia, desain tersebut masih belum final. Sebab, perubahan masih dimungkinkan disesuaikan dengan hasil uji tanah. “Kalau sudah keluar hasilnya, pembangunan bisa dimulai. Kami berpacu dengan waktu. Kalau material dan bangunan belum datang semua. Hanya saja, beberapa material jembatan sudah ada di Lumajang,” katanya.

Rizal menjelaskan, desain menunjukkan jembatan gantung darurat itu terletak di kawasan Geladak Perak. Tepatnya di jembatan lama. Namun, hal itu masih belum bisa dipastikan lebih lanjut. Sebab, pengukuran masih berlangsung.

Dia menuturkan, segala kemungkinan perubahan masih bisa terjadi. Sebab, semuanya masih dalam taraf perhitungan. Selain itu, kawasan Geladak Perak berada di lokasi yang tinggi. Karena itu, desain pembangunan jembatan disesuaikan dengan hasil uji ukur tanah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/