alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Donasi Relawan Mencapai Seribu Hunian Sementara

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sembari melakukan pendataan jumlah rumah warga yang perlu segera direlokasi, Pemkab Lumajang mengasumsikan kebutuhan hunian sementara (huntara) mencapai 2.000 hunian. Rencananya dalam waktu tiga hari ke depan proses pembuatan site plan permukiman tersebut final.

Sejak rencana pembangunan huntara tersebut diputuskan, saat ini Pemkab Lumajang telah menerima donasi sebanyak seribu lebih huntara. Donasi tersebut berasal dari beragam relawan yang turut membantu penanggulangan bencana. Seperti dari NU, Muhammadiyah, dan NGO lainnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Lumajang Endah Mardiana mengatakan, pembuatan site plan untuk permukiman para pengungsi masih digodok. Sebab, ada banyak hal kebutuhan untuk mendukung permukiman tersebut layak. Seperti memetakan mata air dan jaringan listrik.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami dibantu para ahli dari salah satu universitas teknik. Jadi, desain yang sudah kami sampaikan beberapa waktu lalu masih terus dikaji supaya sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Tapi, belum semuanya selesai, ternyata banyak relawan yang sudah mendonasikan untuk ikut membangun,” katanya.

Untuk itu, konsep pembangunan huntara bakal dipercepat. Sebab, sekalipun banyak relawan yang memberikan donasi untuk membangunkan huntara, konsep dan detail masing-masing setiap tempat tinggal sementara pengungsi itu harus seragam. Hal itu agar tindak muncul problem baru di kemudian hari.

Gimana kalau misalnya tempat tinggalnya beda-beda, kan nanti ada rasa iri dan sebagainya. Apalagi ada seribu lebih donasi huntara yang masuk ke kami. Itu laporan terakhir yang kami terima. Jadi, sebelum semuanya dimulai, kami akan memberikan contoh terlebih dahulu satu rumah dan diteruskan pembangunan sesuai dengan perencanaan,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sembari melakukan pendataan jumlah rumah warga yang perlu segera direlokasi, Pemkab Lumajang mengasumsikan kebutuhan hunian sementara (huntara) mencapai 2.000 hunian. Rencananya dalam waktu tiga hari ke depan proses pembuatan site plan permukiman tersebut final.

Sejak rencana pembangunan huntara tersebut diputuskan, saat ini Pemkab Lumajang telah menerima donasi sebanyak seribu lebih huntara. Donasi tersebut berasal dari beragam relawan yang turut membantu penanggulangan bencana. Seperti dari NU, Muhammadiyah, dan NGO lainnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Lumajang Endah Mardiana mengatakan, pembuatan site plan untuk permukiman para pengungsi masih digodok. Sebab, ada banyak hal kebutuhan untuk mendukung permukiman tersebut layak. Seperti memetakan mata air dan jaringan listrik.

“Kami dibantu para ahli dari salah satu universitas teknik. Jadi, desain yang sudah kami sampaikan beberapa waktu lalu masih terus dikaji supaya sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Tapi, belum semuanya selesai, ternyata banyak relawan yang sudah mendonasikan untuk ikut membangun,” katanya.

Untuk itu, konsep pembangunan huntara bakal dipercepat. Sebab, sekalipun banyak relawan yang memberikan donasi untuk membangunkan huntara, konsep dan detail masing-masing setiap tempat tinggal sementara pengungsi itu harus seragam. Hal itu agar tindak muncul problem baru di kemudian hari.

Gimana kalau misalnya tempat tinggalnya beda-beda, kan nanti ada rasa iri dan sebagainya. Apalagi ada seribu lebih donasi huntara yang masuk ke kami. Itu laporan terakhir yang kami terima. Jadi, sebelum semuanya dimulai, kami akan memberikan contoh terlebih dahulu satu rumah dan diteruskan pembangunan sesuai dengan perencanaan,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sembari melakukan pendataan jumlah rumah warga yang perlu segera direlokasi, Pemkab Lumajang mengasumsikan kebutuhan hunian sementara (huntara) mencapai 2.000 hunian. Rencananya dalam waktu tiga hari ke depan proses pembuatan site plan permukiman tersebut final.

Sejak rencana pembangunan huntara tersebut diputuskan, saat ini Pemkab Lumajang telah menerima donasi sebanyak seribu lebih huntara. Donasi tersebut berasal dari beragam relawan yang turut membantu penanggulangan bencana. Seperti dari NU, Muhammadiyah, dan NGO lainnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Lumajang Endah Mardiana mengatakan, pembuatan site plan untuk permukiman para pengungsi masih digodok. Sebab, ada banyak hal kebutuhan untuk mendukung permukiman tersebut layak. Seperti memetakan mata air dan jaringan listrik.

“Kami dibantu para ahli dari salah satu universitas teknik. Jadi, desain yang sudah kami sampaikan beberapa waktu lalu masih terus dikaji supaya sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Tapi, belum semuanya selesai, ternyata banyak relawan yang sudah mendonasikan untuk ikut membangun,” katanya.

Untuk itu, konsep pembangunan huntara bakal dipercepat. Sebab, sekalipun banyak relawan yang memberikan donasi untuk membangunkan huntara, konsep dan detail masing-masing setiap tempat tinggal sementara pengungsi itu harus seragam. Hal itu agar tindak muncul problem baru di kemudian hari.

Gimana kalau misalnya tempat tinggalnya beda-beda, kan nanti ada rasa iri dan sebagainya. Apalagi ada seribu lebih donasi huntara yang masuk ke kami. Itu laporan terakhir yang kami terima. Jadi, sebelum semuanya dimulai, kami akan memberikan contoh terlebih dahulu satu rumah dan diteruskan pembangunan sesuai dengan perencanaan,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/