alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Wacana Jembatan Timbang Klaka akan Dibuka

Sopir kendaraan muatan yang lalu-lalang keluar masuk Lumajang kali ini harus lebih waspada. Sebab, Jembatan Timbang Klakah dapat sinyal bakal dioperasikan lagi, akhir bulan ini. Kendaraan yang over dimension dan over load (odol) bisa ditilang.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak empat tahun terakhir, kendaraan muatan barang tak pernah terawasi. Maklum saja, ketika terjadi peralihan kewenangan pada tahun 2017 dari pemprov ke pusat, Jembatan Timbang Klakah ditutup. Akibatnya, kendaraan muatan yang odol (over dimension dan over load) mengakibatkan kerusakan jalan serta membuat umur jalan menjadi pendek.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, hasil riset PT Surveyor Indonesia terakhir menunjukkan kepadatan arus lalu lintas di Lumajang selalu menyentuh angka di atas 10 ribu per hari. Jumlah itu terdiri atas kendaraan jenis pikap, truk muatan pasir, truk muatan kayu, dan truk muatan tebu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Dinas Perhubungan Lumajang Nugraha Yudha mengatakan, frekuensi angkutan muatan yang melintasi jalan di Lumajang sangat banyak. Tingginya frekuensi kendaraan itu memberikan dampak yang cukup kompleks. Terutama soal kerusakan jalan yang sering dikeluhkan banyak warga.

“Jalan rusak ini urusannya dengan kelebihan muatan. Ini menjadi masalah serius. Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengusulkan ke Kemenhub untuk segera mengoperasikan jembatan timbang itu sebagai salah satu cara untuk mengawasi kendaraan muatan. Alhamdulillah, direspons positif,” katanya.

Rencananya, sesuai informasi yang diterima dari Kemenhub, jembatan tersebut bakal kembali beroperasi paling cepat akhir bulan ini. Sedangkan paling lama dioperasionalkan awal tahun depan. “Ini masih persiapan, dioperasionalkan bersamaan dengan dua jembatan timbang yang ada di Banyuwangi,” tambahnya.

Harapannya, ketika jembatan kembali beroperasi bisa membantu kesadaran para sopir kendaraan angkutan untuk menggunakan kendaraan yang laik dan layak. Dengan begitu, persoalan kemacetan di kawasan utara dan kerusakan jalan di berbagai titik yang sering dikeluhkan oleh warga bisa menemukan solusi.

Salah satu pegawai pemerintah non-PNS Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI Rahmad Hidayat saat ditemui di kantor Jembatan Timbang Klakah mengaku juga mendengar rencana itu. Namun, sampai saat ini penanggung jawab jembatan belum ditunjuk oleh Kemenhub.

“Sekarang yang jadi penanggung jawab di sini adalah koordinator Satuan Pelaksana Terminal Jember. Tetapi, Kemenhub mulai menata-nata kesiapan untuk pengaktifan itu, seperti  perlengkapan IT, meja-meja, itu sudah datang beberapa waktu lalu,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak empat tahun terakhir, kendaraan muatan barang tak pernah terawasi. Maklum saja, ketika terjadi peralihan kewenangan pada tahun 2017 dari pemprov ke pusat, Jembatan Timbang Klakah ditutup. Akibatnya, kendaraan muatan yang odol (over dimension dan over load) mengakibatkan kerusakan jalan serta membuat umur jalan menjadi pendek.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, hasil riset PT Surveyor Indonesia terakhir menunjukkan kepadatan arus lalu lintas di Lumajang selalu menyentuh angka di atas 10 ribu per hari. Jumlah itu terdiri atas kendaraan jenis pikap, truk muatan pasir, truk muatan kayu, dan truk muatan tebu.

Kepala Dinas Perhubungan Lumajang Nugraha Yudha mengatakan, frekuensi angkutan muatan yang melintasi jalan di Lumajang sangat banyak. Tingginya frekuensi kendaraan itu memberikan dampak yang cukup kompleks. Terutama soal kerusakan jalan yang sering dikeluhkan banyak warga.

“Jalan rusak ini urusannya dengan kelebihan muatan. Ini menjadi masalah serius. Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengusulkan ke Kemenhub untuk segera mengoperasikan jembatan timbang itu sebagai salah satu cara untuk mengawasi kendaraan muatan. Alhamdulillah, direspons positif,” katanya.

Rencananya, sesuai informasi yang diterima dari Kemenhub, jembatan tersebut bakal kembali beroperasi paling cepat akhir bulan ini. Sedangkan paling lama dioperasionalkan awal tahun depan. “Ini masih persiapan, dioperasionalkan bersamaan dengan dua jembatan timbang yang ada di Banyuwangi,” tambahnya.

Harapannya, ketika jembatan kembali beroperasi bisa membantu kesadaran para sopir kendaraan angkutan untuk menggunakan kendaraan yang laik dan layak. Dengan begitu, persoalan kemacetan di kawasan utara dan kerusakan jalan di berbagai titik yang sering dikeluhkan oleh warga bisa menemukan solusi.

Salah satu pegawai pemerintah non-PNS Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI Rahmad Hidayat saat ditemui di kantor Jembatan Timbang Klakah mengaku juga mendengar rencana itu. Namun, sampai saat ini penanggung jawab jembatan belum ditunjuk oleh Kemenhub.

“Sekarang yang jadi penanggung jawab di sini adalah koordinator Satuan Pelaksana Terminal Jember. Tetapi, Kemenhub mulai menata-nata kesiapan untuk pengaktifan itu, seperti  perlengkapan IT, meja-meja, itu sudah datang beberapa waktu lalu,” pungkasnya.

 

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak empat tahun terakhir, kendaraan muatan barang tak pernah terawasi. Maklum saja, ketika terjadi peralihan kewenangan pada tahun 2017 dari pemprov ke pusat, Jembatan Timbang Klakah ditutup. Akibatnya, kendaraan muatan yang odol (over dimension dan over load) mengakibatkan kerusakan jalan serta membuat umur jalan menjadi pendek.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, hasil riset PT Surveyor Indonesia terakhir menunjukkan kepadatan arus lalu lintas di Lumajang selalu menyentuh angka di atas 10 ribu per hari. Jumlah itu terdiri atas kendaraan jenis pikap, truk muatan pasir, truk muatan kayu, dan truk muatan tebu.

Kepala Dinas Perhubungan Lumajang Nugraha Yudha mengatakan, frekuensi angkutan muatan yang melintasi jalan di Lumajang sangat banyak. Tingginya frekuensi kendaraan itu memberikan dampak yang cukup kompleks. Terutama soal kerusakan jalan yang sering dikeluhkan banyak warga.

“Jalan rusak ini urusannya dengan kelebihan muatan. Ini menjadi masalah serius. Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengusulkan ke Kemenhub untuk segera mengoperasikan jembatan timbang itu sebagai salah satu cara untuk mengawasi kendaraan muatan. Alhamdulillah, direspons positif,” katanya.

Rencananya, sesuai informasi yang diterima dari Kemenhub, jembatan tersebut bakal kembali beroperasi paling cepat akhir bulan ini. Sedangkan paling lama dioperasionalkan awal tahun depan. “Ini masih persiapan, dioperasionalkan bersamaan dengan dua jembatan timbang yang ada di Banyuwangi,” tambahnya.

Harapannya, ketika jembatan kembali beroperasi bisa membantu kesadaran para sopir kendaraan angkutan untuk menggunakan kendaraan yang laik dan layak. Dengan begitu, persoalan kemacetan di kawasan utara dan kerusakan jalan di berbagai titik yang sering dikeluhkan oleh warga bisa menemukan solusi.

Salah satu pegawai pemerintah non-PNS Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI Rahmad Hidayat saat ditemui di kantor Jembatan Timbang Klakah mengaku juga mendengar rencana itu. Namun, sampai saat ini penanggung jawab jembatan belum ditunjuk oleh Kemenhub.

“Sekarang yang jadi penanggung jawab di sini adalah koordinator Satuan Pelaksana Terminal Jember. Tetapi, Kemenhub mulai menata-nata kesiapan untuk pengaktifan itu, seperti  perlengkapan IT, meja-meja, itu sudah datang beberapa waktu lalu,” pungkasnya.

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/