alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Petani Lumajang Relakan Sawahnya untuk Event Paralayang di Gunung Wayang

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sementara itu, di Lumajang persiapan untuk menjadikan tempat paralayang juga tidak kalah. Meski sempat tertunda, liga paralayang Jawa Timur diharapkan tetap digelar akhir bulan ini di Lumajang. Event tersebut digelar selama tiga hari di Gunung Wayang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Persiapan sudah hampir sempurna. Uniknya, tempat pendaratan memanfaatkan lahan persawahan milik warga.

Hal itu dibenarkan Abdul Aziz, kepala desa setempat. Lahan sawah itu milik H Marlan, salah seorang warganya. “Benar menggunakan satu lahan petani. Luasannya 15 meter persegi untuk pendaratan atau landing peserta paralayang,” ungkapnya.

Aziz mengatakan, warganya tersebut merelakan satu musim tidak panen. Pemilik lahan tidak keberatan dengan itu. Sebab, kompensasi atau ganti rugi sudah diberikan. Bahkan, menurut dia, nominal ganti rugi lebih dari hasil yang seharusnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, warga setempat sangat mengapresiasi salah satu event olahraga yang memanfaatkan angin tersebut. Kemarin, warga antusias kerja bakti menyiapkan semuanya. Menurut dia, persiapan sudah lebih dari 90 persen. Hanya, persiapan akhir akan dipastikan Senin mendatang.

“Persiapan klir. Baik take off di Dusun Kajar Kuning atau landing-nya di Dusun Konco Sumo sudah siap semua. Semua komponen masyarakat juga sangat antusias. Baik dari sisi akses maupun tempat tinggal sementara bagi rombongan peserta dan pelatihnya. Kami menyiapkan 20 homestay yang siap dijadikan tempat menginap,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sementara itu, di Lumajang persiapan untuk menjadikan tempat paralayang juga tidak kalah. Meski sempat tertunda, liga paralayang Jawa Timur diharapkan tetap digelar akhir bulan ini di Lumajang. Event tersebut digelar selama tiga hari di Gunung Wayang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Persiapan sudah hampir sempurna. Uniknya, tempat pendaratan memanfaatkan lahan persawahan milik warga.

Hal itu dibenarkan Abdul Aziz, kepala desa setempat. Lahan sawah itu milik H Marlan, salah seorang warganya. “Benar menggunakan satu lahan petani. Luasannya 15 meter persegi untuk pendaratan atau landing peserta paralayang,” ungkapnya.

Aziz mengatakan, warganya tersebut merelakan satu musim tidak panen. Pemilik lahan tidak keberatan dengan itu. Sebab, kompensasi atau ganti rugi sudah diberikan. Bahkan, menurut dia, nominal ganti rugi lebih dari hasil yang seharusnya.

Dia menjelaskan, warga setempat sangat mengapresiasi salah satu event olahraga yang memanfaatkan angin tersebut. Kemarin, warga antusias kerja bakti menyiapkan semuanya. Menurut dia, persiapan sudah lebih dari 90 persen. Hanya, persiapan akhir akan dipastikan Senin mendatang.

“Persiapan klir. Baik take off di Dusun Kajar Kuning atau landing-nya di Dusun Konco Sumo sudah siap semua. Semua komponen masyarakat juga sangat antusias. Baik dari sisi akses maupun tempat tinggal sementara bagi rombongan peserta dan pelatihnya. Kami menyiapkan 20 homestay yang siap dijadikan tempat menginap,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sementara itu, di Lumajang persiapan untuk menjadikan tempat paralayang juga tidak kalah. Meski sempat tertunda, liga paralayang Jawa Timur diharapkan tetap digelar akhir bulan ini di Lumajang. Event tersebut digelar selama tiga hari di Gunung Wayang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Persiapan sudah hampir sempurna. Uniknya, tempat pendaratan memanfaatkan lahan persawahan milik warga.

Hal itu dibenarkan Abdul Aziz, kepala desa setempat. Lahan sawah itu milik H Marlan, salah seorang warganya. “Benar menggunakan satu lahan petani. Luasannya 15 meter persegi untuk pendaratan atau landing peserta paralayang,” ungkapnya.

Aziz mengatakan, warganya tersebut merelakan satu musim tidak panen. Pemilik lahan tidak keberatan dengan itu. Sebab, kompensasi atau ganti rugi sudah diberikan. Bahkan, menurut dia, nominal ganti rugi lebih dari hasil yang seharusnya.

Dia menjelaskan, warga setempat sangat mengapresiasi salah satu event olahraga yang memanfaatkan angin tersebut. Kemarin, warga antusias kerja bakti menyiapkan semuanya. Menurut dia, persiapan sudah lebih dari 90 persen. Hanya, persiapan akhir akan dipastikan Senin mendatang.

“Persiapan klir. Baik take off di Dusun Kajar Kuning atau landing-nya di Dusun Konco Sumo sudah siap semua. Semua komponen masyarakat juga sangat antusias. Baik dari sisi akses maupun tempat tinggal sementara bagi rombongan peserta dan pelatihnya. Kami menyiapkan 20 homestay yang siap dijadikan tempat menginap,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/