alexametrics
30.2 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Tunjangan Guru Belum Merata

Pendataan Kuota Guru Selisih Cukup Jauh

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagian program dari 20 janji politik sudah terwujud, tapi cenderung setengah-setengah. Termasuk janji tambahan honor guru non-NIP (nomor induk pegawai) yang seharusnya bisa membantu kebutuhan keluarganya. Cukup banyak di antara guru-guru tersebut yang luput dari pendataan.

Belum lagi mengenai perbedaan honor yang diterima masing-masing guru. Baik guru MI, MTs, TPQ, serta guru ngaji yang ada di masjid maupun musala. Padahal peran guru semua sama. Sama-sama mencerdaskan generasi bangsa. Sekalipun sebetulnya itu bukan semata-mata harapan, tapi penyamaan honor perlu dilakukan.

Ketua PC Robithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI) NU Lumajang KH Ahmad Dzunnajah mengatakan, selama ini pencairan honor tergolong lancar-lancar saja. Nama guru yang sudah tercantum pasti mendapatkan tunjangan. Bahkan rencananya, sistem pencairan semakin ditingkatkan. Sekarang sudah tidak melalui kecamatan, tetapi langsung ke rekening masing-masing.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kendala penyaluran tunjangan tidak ada, hanya sekarang yang terjadi di lapangan masih banyak yang ditemukan tidak proporsional. Misalnya antara TPQ yang banyak muridnya dan TPQ yang sedikit jumlah muridnya itu sama kuotanya. Dua hingga tiga guru. Inilah yang kami anggap tidak adil, menurut kami,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagian program dari 20 janji politik sudah terwujud, tapi cenderung setengah-setengah. Termasuk janji tambahan honor guru non-NIP (nomor induk pegawai) yang seharusnya bisa membantu kebutuhan keluarganya. Cukup banyak di antara guru-guru tersebut yang luput dari pendataan.

Belum lagi mengenai perbedaan honor yang diterima masing-masing guru. Baik guru MI, MTs, TPQ, serta guru ngaji yang ada di masjid maupun musala. Padahal peran guru semua sama. Sama-sama mencerdaskan generasi bangsa. Sekalipun sebetulnya itu bukan semata-mata harapan, tapi penyamaan honor perlu dilakukan.

Ketua PC Robithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI) NU Lumajang KH Ahmad Dzunnajah mengatakan, selama ini pencairan honor tergolong lancar-lancar saja. Nama guru yang sudah tercantum pasti mendapatkan tunjangan. Bahkan rencananya, sistem pencairan semakin ditingkatkan. Sekarang sudah tidak melalui kecamatan, tetapi langsung ke rekening masing-masing.

“Kendala penyaluran tunjangan tidak ada, hanya sekarang yang terjadi di lapangan masih banyak yang ditemukan tidak proporsional. Misalnya antara TPQ yang banyak muridnya dan TPQ yang sedikit jumlah muridnya itu sama kuotanya. Dua hingga tiga guru. Inilah yang kami anggap tidak adil, menurut kami,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagian program dari 20 janji politik sudah terwujud, tapi cenderung setengah-setengah. Termasuk janji tambahan honor guru non-NIP (nomor induk pegawai) yang seharusnya bisa membantu kebutuhan keluarganya. Cukup banyak di antara guru-guru tersebut yang luput dari pendataan.

Belum lagi mengenai perbedaan honor yang diterima masing-masing guru. Baik guru MI, MTs, TPQ, serta guru ngaji yang ada di masjid maupun musala. Padahal peran guru semua sama. Sama-sama mencerdaskan generasi bangsa. Sekalipun sebetulnya itu bukan semata-mata harapan, tapi penyamaan honor perlu dilakukan.

Ketua PC Robithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI) NU Lumajang KH Ahmad Dzunnajah mengatakan, selama ini pencairan honor tergolong lancar-lancar saja. Nama guru yang sudah tercantum pasti mendapatkan tunjangan. Bahkan rencananya, sistem pencairan semakin ditingkatkan. Sekarang sudah tidak melalui kecamatan, tetapi langsung ke rekening masing-masing.

“Kendala penyaluran tunjangan tidak ada, hanya sekarang yang terjadi di lapangan masih banyak yang ditemukan tidak proporsional. Misalnya antara TPQ yang banyak muridnya dan TPQ yang sedikit jumlah muridnya itu sama kuotanya. Dua hingga tiga guru. Inilah yang kami anggap tidak adil, menurut kami,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/