alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

JLS Belum Pengaruhi Kesejahteraan Petani

Masyarakat Memilih Menjadi Pekerja di Daerah Lain

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tahun 2019, pemerintah pusat menetapkan Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu wilayah pengembangan ekonomi nasional. Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 80 Tahun 2019, ada banyak pembangunan yang akan digulirkan demi mendukung ekonomi rakyat. Namun sayang, harapan itu masih belum terasa bagi para petani di Lumajang.

Sumarni, 45, warga Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, menyatakan, meski pembangunan jalur lintas selatan (JLS) sudah rampung. Namun, pengaruh ekonomi belum baik dan maksimal. “Buktinya yang menikmati bukan petani, tapi mobil dan truk besar itu. Hasil tani kami tidak laku,” ucapnya.

Meski hasil pertaniannya tak laku, namun dia tetap bekerja karena tuntutan hidup. Menurut perempuan tersebut, warga di desanya rata-rata bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja wanita (TKW). Karena impitan ekonomi yang pelik atau sulit. “Anak saya semua merantau ke kota dan ada yang ke luar negeri,” ucapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tahun 2019, pemerintah pusat menetapkan Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu wilayah pengembangan ekonomi nasional. Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 80 Tahun 2019, ada banyak pembangunan yang akan digulirkan demi mendukung ekonomi rakyat. Namun sayang, harapan itu masih belum terasa bagi para petani di Lumajang.

Sumarni, 45, warga Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, menyatakan, meski pembangunan jalur lintas selatan (JLS) sudah rampung. Namun, pengaruh ekonomi belum baik dan maksimal. “Buktinya yang menikmati bukan petani, tapi mobil dan truk besar itu. Hasil tani kami tidak laku,” ucapnya.

Meski hasil pertaniannya tak laku, namun dia tetap bekerja karena tuntutan hidup. Menurut perempuan tersebut, warga di desanya rata-rata bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja wanita (TKW). Karena impitan ekonomi yang pelik atau sulit. “Anak saya semua merantau ke kota dan ada yang ke luar negeri,” ucapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tahun 2019, pemerintah pusat menetapkan Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu wilayah pengembangan ekonomi nasional. Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 80 Tahun 2019, ada banyak pembangunan yang akan digulirkan demi mendukung ekonomi rakyat. Namun sayang, harapan itu masih belum terasa bagi para petani di Lumajang.

Sumarni, 45, warga Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, menyatakan, meski pembangunan jalur lintas selatan (JLS) sudah rampung. Namun, pengaruh ekonomi belum baik dan maksimal. “Buktinya yang menikmati bukan petani, tapi mobil dan truk besar itu. Hasil tani kami tidak laku,” ucapnya.

Meski hasil pertaniannya tak laku, namun dia tetap bekerja karena tuntutan hidup. Menurut perempuan tersebut, warga di desanya rata-rata bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja wanita (TKW). Karena impitan ekonomi yang pelik atau sulit. “Anak saya semua merantau ke kota dan ada yang ke luar negeri,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/