alexametrics
23.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Dana Bergulir, Macet Rp 2,5 Miliar

Dipinjami Pemkab, Tak Kunjung Dikembalikan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hampir dua puluh tahun Pemkab Lumajang konsisten memberikan stimulus dana untuk usaha berupa pinjaman bergulir. Total nilainya cukup fantastis. Sayangnya, pinjaman itu banyak yang belum dikembalikan. Jumlahnya mencapai Rp 2,5 miliar.

Penelusuran Jawa Pos Radar Semeru, program pinjaman dana bergulir itu dijalankan sejak 2001. Saat itu masih masa pemerintahan Bupati Achmad Fauzi. Namun, hingga pemerintahan Bupati Thoriqul Haq, pinjaman untuk usaha itu masih bermasalah. Anggaran yang digulirkan mencapai sekitar Rp 11 miliar. Bedanya, dulu pinjaman berupa barang, kini berganti uang. Bahkan, dulu besaran maksimal tembus Rp 20 juta sekarang mentok Rp 5 juta.

Kabid Usaha Mikro Dinas Koperasi (Dinkop) Lumajang M. Imron Rosyadi mengatakan, selama penanganan korona berlangsung, peminjam dana bergulir baik usaha mikro seperti peracangan maupun usaha wlijo diberikan keringanan untuk tidak membayar cicilan. Sebab, diakui mereka cukup terdampak secara ekonomi.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Mereka wajib membayar tahun depan. Cicilan itu harus dibayar sampai lunas sesuai besaran yang dipinjam,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hampir dua puluh tahun Pemkab Lumajang konsisten memberikan stimulus dana untuk usaha berupa pinjaman bergulir. Total nilainya cukup fantastis. Sayangnya, pinjaman itu banyak yang belum dikembalikan. Jumlahnya mencapai Rp 2,5 miliar.

Penelusuran Jawa Pos Radar Semeru, program pinjaman dana bergulir itu dijalankan sejak 2001. Saat itu masih masa pemerintahan Bupati Achmad Fauzi. Namun, hingga pemerintahan Bupati Thoriqul Haq, pinjaman untuk usaha itu masih bermasalah. Anggaran yang digulirkan mencapai sekitar Rp 11 miliar. Bedanya, dulu pinjaman berupa barang, kini berganti uang. Bahkan, dulu besaran maksimal tembus Rp 20 juta sekarang mentok Rp 5 juta.

Kabid Usaha Mikro Dinas Koperasi (Dinkop) Lumajang M. Imron Rosyadi mengatakan, selama penanganan korona berlangsung, peminjam dana bergulir baik usaha mikro seperti peracangan maupun usaha wlijo diberikan keringanan untuk tidak membayar cicilan. Sebab, diakui mereka cukup terdampak secara ekonomi.

“Mereka wajib membayar tahun depan. Cicilan itu harus dibayar sampai lunas sesuai besaran yang dipinjam,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hampir dua puluh tahun Pemkab Lumajang konsisten memberikan stimulus dana untuk usaha berupa pinjaman bergulir. Total nilainya cukup fantastis. Sayangnya, pinjaman itu banyak yang belum dikembalikan. Jumlahnya mencapai Rp 2,5 miliar.

Penelusuran Jawa Pos Radar Semeru, program pinjaman dana bergulir itu dijalankan sejak 2001. Saat itu masih masa pemerintahan Bupati Achmad Fauzi. Namun, hingga pemerintahan Bupati Thoriqul Haq, pinjaman untuk usaha itu masih bermasalah. Anggaran yang digulirkan mencapai sekitar Rp 11 miliar. Bedanya, dulu pinjaman berupa barang, kini berganti uang. Bahkan, dulu besaran maksimal tembus Rp 20 juta sekarang mentok Rp 5 juta.

Kabid Usaha Mikro Dinas Koperasi (Dinkop) Lumajang M. Imron Rosyadi mengatakan, selama penanganan korona berlangsung, peminjam dana bergulir baik usaha mikro seperti peracangan maupun usaha wlijo diberikan keringanan untuk tidak membayar cicilan. Sebab, diakui mereka cukup terdampak secara ekonomi.

“Mereka wajib membayar tahun depan. Cicilan itu harus dibayar sampai lunas sesuai besaran yang dipinjam,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/