alexametrics
23.7 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Dorong Deklarasi Moderasi Beragama

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBEREJO, Radar Semeru – Dukungan Lumajang menuju kabupaten moderasi beragama terus berdatangan. Selain jajaran seluruh lembaga di bawah naungan Kantor Kemenag Lumajang, kali ini seluruh pimpinan ormas se-Lumajang ikut mendukung. Mereka ramai-ramai mendeklarasikan komitmen tersebut, kemarin.

BACA JUGA : Usai Viral Pungutan BLT BBM Dikembalikan Kepada Penerima

Catatan Jawa Pos Radar Semeru, mulanya program tersebut direalisasikan dengan munculnya Gerakan Siswa Moderat (GSM). Selain itu, terbentuk rumah moderasi di masing-masing KUA setiap kecamatan. Berikutnya, seluruh kecamatan mendeklarasikan diri sebagai Kecamatan Sadar Kerukunan (KSK).

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua MUI Lumajang KH Achmad Hanif mengatakan, moderasi beragama menjadi benteng perlindungan dari beragam aliran atau sempalan kelompok radikal yang berusaha memasuki Lumajang. Menurutnya, komitmen bersama tersebut menjadi modal yang perlu ditingkatkan, dijaga, dan terus dirawat dengan baik.

Dalam deklarasi itu hadir pula Ketua PCNU Lumajang KH Jamaluddin, Ketua PD Muhammadiyah Aminuddin, Ketua FKUB Asir, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Muhajir, Ketua Muslimat Anif Setiyani, Pimpinan Aisyiyah Lulik Nurdiani, pemuda Katolik, Jatman, Gema Utama, dan berbagai ormas lainnya.

Kepala Kantor Kemenag Lumajang Muhammad Muslim mengatakan, masyarakat Lumajang tetap memegang budaya gotong-royong dengan erat. Mereka cenderung menyampingkan urusan suku, ras, bahkan agama dalam kehidupan bermasyarakat. Kehidupan penuh toleransi itu masih terus dilestarikan hingga saat ini.

Menurutnya, kerukunan antarumat beragama sudah terbentuk secara alamiah sejak lama di kehidupan bermasyarakat dengan beragam pemeluk agama dalam suatu desa, antardesa, hingga antarkecamatan. “Kita ini terbiasa bergerak bersama, hidup bersama dalam perbedaan. Deklarasi kabupaten harus disegerakan,” pungkasnya. (son/c2/fid)

 

- Advertisement -

SUMBEREJO, Radar Semeru – Dukungan Lumajang menuju kabupaten moderasi beragama terus berdatangan. Selain jajaran seluruh lembaga di bawah naungan Kantor Kemenag Lumajang, kali ini seluruh pimpinan ormas se-Lumajang ikut mendukung. Mereka ramai-ramai mendeklarasikan komitmen tersebut, kemarin.

BACA JUGA : Usai Viral Pungutan BLT BBM Dikembalikan Kepada Penerima

Catatan Jawa Pos Radar Semeru, mulanya program tersebut direalisasikan dengan munculnya Gerakan Siswa Moderat (GSM). Selain itu, terbentuk rumah moderasi di masing-masing KUA setiap kecamatan. Berikutnya, seluruh kecamatan mendeklarasikan diri sebagai Kecamatan Sadar Kerukunan (KSK).

Ketua MUI Lumajang KH Achmad Hanif mengatakan, moderasi beragama menjadi benteng perlindungan dari beragam aliran atau sempalan kelompok radikal yang berusaha memasuki Lumajang. Menurutnya, komitmen bersama tersebut menjadi modal yang perlu ditingkatkan, dijaga, dan terus dirawat dengan baik.

Dalam deklarasi itu hadir pula Ketua PCNU Lumajang KH Jamaluddin, Ketua PD Muhammadiyah Aminuddin, Ketua FKUB Asir, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Muhajir, Ketua Muslimat Anif Setiyani, Pimpinan Aisyiyah Lulik Nurdiani, pemuda Katolik, Jatman, Gema Utama, dan berbagai ormas lainnya.

Kepala Kantor Kemenag Lumajang Muhammad Muslim mengatakan, masyarakat Lumajang tetap memegang budaya gotong-royong dengan erat. Mereka cenderung menyampingkan urusan suku, ras, bahkan agama dalam kehidupan bermasyarakat. Kehidupan penuh toleransi itu masih terus dilestarikan hingga saat ini.

Menurutnya, kerukunan antarumat beragama sudah terbentuk secara alamiah sejak lama di kehidupan bermasyarakat dengan beragam pemeluk agama dalam suatu desa, antardesa, hingga antarkecamatan. “Kita ini terbiasa bergerak bersama, hidup bersama dalam perbedaan. Deklarasi kabupaten harus disegerakan,” pungkasnya. (son/c2/fid)

 

SUMBEREJO, Radar Semeru – Dukungan Lumajang menuju kabupaten moderasi beragama terus berdatangan. Selain jajaran seluruh lembaga di bawah naungan Kantor Kemenag Lumajang, kali ini seluruh pimpinan ormas se-Lumajang ikut mendukung. Mereka ramai-ramai mendeklarasikan komitmen tersebut, kemarin.

BACA JUGA : Usai Viral Pungutan BLT BBM Dikembalikan Kepada Penerima

Catatan Jawa Pos Radar Semeru, mulanya program tersebut direalisasikan dengan munculnya Gerakan Siswa Moderat (GSM). Selain itu, terbentuk rumah moderasi di masing-masing KUA setiap kecamatan. Berikutnya, seluruh kecamatan mendeklarasikan diri sebagai Kecamatan Sadar Kerukunan (KSK).

Ketua MUI Lumajang KH Achmad Hanif mengatakan, moderasi beragama menjadi benteng perlindungan dari beragam aliran atau sempalan kelompok radikal yang berusaha memasuki Lumajang. Menurutnya, komitmen bersama tersebut menjadi modal yang perlu ditingkatkan, dijaga, dan terus dirawat dengan baik.

Dalam deklarasi itu hadir pula Ketua PCNU Lumajang KH Jamaluddin, Ketua PD Muhammadiyah Aminuddin, Ketua FKUB Asir, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Muhajir, Ketua Muslimat Anif Setiyani, Pimpinan Aisyiyah Lulik Nurdiani, pemuda Katolik, Jatman, Gema Utama, dan berbagai ormas lainnya.

Kepala Kantor Kemenag Lumajang Muhammad Muslim mengatakan, masyarakat Lumajang tetap memegang budaya gotong-royong dengan erat. Mereka cenderung menyampingkan urusan suku, ras, bahkan agama dalam kehidupan bermasyarakat. Kehidupan penuh toleransi itu masih terus dilestarikan hingga saat ini.

Menurutnya, kerukunan antarumat beragama sudah terbentuk secara alamiah sejak lama di kehidupan bermasyarakat dengan beragam pemeluk agama dalam suatu desa, antardesa, hingga antarkecamatan. “Kita ini terbiasa bergerak bersama, hidup bersama dalam perbedaan. Deklarasi kabupaten harus disegerakan,” pungkasnya. (son/c2/fid)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/