alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Masuk Wisata di Lumajang, Pengunjung Wajib Vaksin

Terapkan Aplikasi Peduli Lindungi pada Semua Objek Wisata

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDFlyer yang bertebaran menunjukkan Lumajang turun level tidak bisa menjadi pedoman Pemkab Lumajang membuka sektor wisata. Sebab, sekalipun diterbitkan melalui akun resmi Humas Provinsi Jawa Timur, Pemkab Lumajang masih mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

Praktis, sampai saat ini seluruh objek wisata masih dilarang untuk beroperasi. Tidak hanya menutup objek wisata milik pemerintah, tetapi juga objek wisata milik swasta. Langkah itu diambil karena berkaca dengan pengalaman daerah lain yang kasus aktif meningkat ketika semua kegiatan dilonggarkan tanpa hati-hati.

“Kami tidak bisa mengacu ke flyer-flyer yang diterbitkan provinsi, karena kami menunggu Inmendagri. Karena kami diatur Mendagri. Pengumumannya kan nanti malam (kemarin malam, Red). Kalau sudah boleh kami sampaikan ke pelaku wisata dan penerapannya,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lumajang Yoga Pratomo.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika benar sudah diperbolehkan, menurut Yoga, pembukaan objek wisata bakal diikuti dengan ketentuan Inmendagri. Misalnya penerapan aplikasi Peduli Lindungi, otomatis pengunjung yang diperbolehkan masuk objek wisata harus sudah pernah menjalani suntik vaksin, minimal dosis pertama.

“Harapannya pemerintah seperti itu, makanya teman-teman pengelola objek wisata harus kami wanti-wanti agar terkontrol oleh pemerintah dan terkontrol kesehatannya. Jangan sampai nanti euforia dan siapa-siapa dibolehkan masuk tidak mematuhi SOP, ya, akhirnya jebol. Karena sudah lama wisata tidak buka,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDFlyer yang bertebaran menunjukkan Lumajang turun level tidak bisa menjadi pedoman Pemkab Lumajang membuka sektor wisata. Sebab, sekalipun diterbitkan melalui akun resmi Humas Provinsi Jawa Timur, Pemkab Lumajang masih mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

Praktis, sampai saat ini seluruh objek wisata masih dilarang untuk beroperasi. Tidak hanya menutup objek wisata milik pemerintah, tetapi juga objek wisata milik swasta. Langkah itu diambil karena berkaca dengan pengalaman daerah lain yang kasus aktif meningkat ketika semua kegiatan dilonggarkan tanpa hati-hati.

“Kami tidak bisa mengacu ke flyer-flyer yang diterbitkan provinsi, karena kami menunggu Inmendagri. Karena kami diatur Mendagri. Pengumumannya kan nanti malam (kemarin malam, Red). Kalau sudah boleh kami sampaikan ke pelaku wisata dan penerapannya,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lumajang Yoga Pratomo.

Jika benar sudah diperbolehkan, menurut Yoga, pembukaan objek wisata bakal diikuti dengan ketentuan Inmendagri. Misalnya penerapan aplikasi Peduli Lindungi, otomatis pengunjung yang diperbolehkan masuk objek wisata harus sudah pernah menjalani suntik vaksin, minimal dosis pertama.

“Harapannya pemerintah seperti itu, makanya teman-teman pengelola objek wisata harus kami wanti-wanti agar terkontrol oleh pemerintah dan terkontrol kesehatannya. Jangan sampai nanti euforia dan siapa-siapa dibolehkan masuk tidak mematuhi SOP, ya, akhirnya jebol. Karena sudah lama wisata tidak buka,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDFlyer yang bertebaran menunjukkan Lumajang turun level tidak bisa menjadi pedoman Pemkab Lumajang membuka sektor wisata. Sebab, sekalipun diterbitkan melalui akun resmi Humas Provinsi Jawa Timur, Pemkab Lumajang masih mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

Praktis, sampai saat ini seluruh objek wisata masih dilarang untuk beroperasi. Tidak hanya menutup objek wisata milik pemerintah, tetapi juga objek wisata milik swasta. Langkah itu diambil karena berkaca dengan pengalaman daerah lain yang kasus aktif meningkat ketika semua kegiatan dilonggarkan tanpa hati-hati.

“Kami tidak bisa mengacu ke flyer-flyer yang diterbitkan provinsi, karena kami menunggu Inmendagri. Karena kami diatur Mendagri. Pengumumannya kan nanti malam (kemarin malam, Red). Kalau sudah boleh kami sampaikan ke pelaku wisata dan penerapannya,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lumajang Yoga Pratomo.

Jika benar sudah diperbolehkan, menurut Yoga, pembukaan objek wisata bakal diikuti dengan ketentuan Inmendagri. Misalnya penerapan aplikasi Peduli Lindungi, otomatis pengunjung yang diperbolehkan masuk objek wisata harus sudah pernah menjalani suntik vaksin, minimal dosis pertama.

“Harapannya pemerintah seperti itu, makanya teman-teman pengelola objek wisata harus kami wanti-wanti agar terkontrol oleh pemerintah dan terkontrol kesehatannya. Jangan sampai nanti euforia dan siapa-siapa dibolehkan masuk tidak mematuhi SOP, ya, akhirnya jebol. Karena sudah lama wisata tidak buka,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/