alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Dampak Penutupan Wisata terhadap Pendapatan Kas Daerah

Sejak dimulainya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), sektor pendapatan pemerintah yang betul-betul terdampak adalah wisata. Sebab, dengan ditutupnya semua objek wisata, pendapatan langsung nihil. Sementara, operasional masih jalan. PPKM berdampak PPKM juga. Apa itu?

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Harapan besar untuk mendongkrak pendapatan dari sektor pariwisata di Lumajang terpancang sejak awal pemerintahan Bupati Thoriqul Haq dan Wabup Indah Amperawati. Sejumlah langkah diterobos. Mulai dari branding “eksotik”, memoles lokasi wisata, sampai mendatangkan Mas Menteri Sandiaga Uno. Tetapi, pandemi betul-betul menghantam sektor ini. Kondisinya betul-betul PPKM, alias pendapatan pariwisata kian merosot.

Penutupan objek wisata selama dua bulan terakhir membuat pemasukan ke kas daerah mandek. Akibatnya, target pendapatan sebesar Rp 1,3 miliar belum terpenuhi. Kini, perolehan pendapatan dari empat sektor wisata yang dimiliki Disparbud Lumajang kurang setengah miliar dari target.

Pemandian alam Selokambang, Kawasan Wonorejo Terpadu, Ranu Klakah, serta B-29 Argosari sampai saat ini baru menyumbang pundi pendapatan sekitar Rp 755 juta. Praktis, ada sekitar Rp 548 miliar yang harus didapat supaya target tersebut terpenuhi. Sementara, pada tahun ini tersisa tiga bulan yang perlu dimaksimalkan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sekretaris Disparbud Lumajang Cipto Sujarwo mengatakan, pendapatan di bulan Juli terakhir sebelum PPKM hanya sekitar Rp 6 juta sekian. Setelah itu, seluruh objek wisata diminta untuk tidak beroperasi sampai berbulan-bulan.

“Kami paling terasa memang. Karena, meski hanya punya empat objek wisata, target pendapatan kami lumayan besar. Sedangkan objek wisata lainnya yang dikelola swasta atau pokdarwis dan desa tidak masuk ke kas daerah. Tetapi kami optimistis, beberapa bulan sisa ini semoga bisa tercapai,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Harapan besar untuk mendongkrak pendapatan dari sektor pariwisata di Lumajang terpancang sejak awal pemerintahan Bupati Thoriqul Haq dan Wabup Indah Amperawati. Sejumlah langkah diterobos. Mulai dari branding “eksotik”, memoles lokasi wisata, sampai mendatangkan Mas Menteri Sandiaga Uno. Tetapi, pandemi betul-betul menghantam sektor ini. Kondisinya betul-betul PPKM, alias pendapatan pariwisata kian merosot.

Penutupan objek wisata selama dua bulan terakhir membuat pemasukan ke kas daerah mandek. Akibatnya, target pendapatan sebesar Rp 1,3 miliar belum terpenuhi. Kini, perolehan pendapatan dari empat sektor wisata yang dimiliki Disparbud Lumajang kurang setengah miliar dari target.

Pemandian alam Selokambang, Kawasan Wonorejo Terpadu, Ranu Klakah, serta B-29 Argosari sampai saat ini baru menyumbang pundi pendapatan sekitar Rp 755 juta. Praktis, ada sekitar Rp 548 miliar yang harus didapat supaya target tersebut terpenuhi. Sementara, pada tahun ini tersisa tiga bulan yang perlu dimaksimalkan.

Sekretaris Disparbud Lumajang Cipto Sujarwo mengatakan, pendapatan di bulan Juli terakhir sebelum PPKM hanya sekitar Rp 6 juta sekian. Setelah itu, seluruh objek wisata diminta untuk tidak beroperasi sampai berbulan-bulan.

“Kami paling terasa memang. Karena, meski hanya punya empat objek wisata, target pendapatan kami lumayan besar. Sedangkan objek wisata lainnya yang dikelola swasta atau pokdarwis dan desa tidak masuk ke kas daerah. Tetapi kami optimistis, beberapa bulan sisa ini semoga bisa tercapai,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Harapan besar untuk mendongkrak pendapatan dari sektor pariwisata di Lumajang terpancang sejak awal pemerintahan Bupati Thoriqul Haq dan Wabup Indah Amperawati. Sejumlah langkah diterobos. Mulai dari branding “eksotik”, memoles lokasi wisata, sampai mendatangkan Mas Menteri Sandiaga Uno. Tetapi, pandemi betul-betul menghantam sektor ini. Kondisinya betul-betul PPKM, alias pendapatan pariwisata kian merosot.

Penutupan objek wisata selama dua bulan terakhir membuat pemasukan ke kas daerah mandek. Akibatnya, target pendapatan sebesar Rp 1,3 miliar belum terpenuhi. Kini, perolehan pendapatan dari empat sektor wisata yang dimiliki Disparbud Lumajang kurang setengah miliar dari target.

Pemandian alam Selokambang, Kawasan Wonorejo Terpadu, Ranu Klakah, serta B-29 Argosari sampai saat ini baru menyumbang pundi pendapatan sekitar Rp 755 juta. Praktis, ada sekitar Rp 548 miliar yang harus didapat supaya target tersebut terpenuhi. Sementara, pada tahun ini tersisa tiga bulan yang perlu dimaksimalkan.

Sekretaris Disparbud Lumajang Cipto Sujarwo mengatakan, pendapatan di bulan Juli terakhir sebelum PPKM hanya sekitar Rp 6 juta sekian. Setelah itu, seluruh objek wisata diminta untuk tidak beroperasi sampai berbulan-bulan.

“Kami paling terasa memang. Karena, meski hanya punya empat objek wisata, target pendapatan kami lumayan besar. Sedangkan objek wisata lainnya yang dikelola swasta atau pokdarwis dan desa tidak masuk ke kas daerah. Tetapi kami optimistis, beberapa bulan sisa ini semoga bisa tercapai,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/