alexametrics
30.2 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Bahan Baku dari Nira Kelapa

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Wabah korona rupanya bisa mengubah cara berbisnis usaha mikro. Sosial media adalah salah satu alternatif yang efektif untuk dioptimalkan. Dengan semangat tak kenal menyerah, salah satu usaha mikro di Lumajang berhasil survive.

Ya, usaha itu adalah gula semut. Dirintis oleh Rika Damayanti warga Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, sampai sekarang usahanya makin bergeliat. Perempuan asli Lumajang ini tidak ingin berhenti melakukan inovasi. Meski dalam keterbatasan, dia menilai bukan suatu alasan untuk kalah. Dalam pengolahannya, dia mengaku menggunakan nira kelapa sebagai bahan pokok utama.

Inovasinya muncul ketika ketersediaan gula di Lumajang sempat mahal. Gula merah juga rentan mengganggu kesehatan. “Inovasi pertama kali karena banyak gula merah di Lumajang oleh petani dan pengepul dicampur gula aren dengan gula rafinasi,” ucapnya. Namun, dia melakukan inovasi dengan cara lain.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dirinya melangkah berdasarkan kebutuhan makanan sehat. Karena makanan sehat penting untuk mengurangi penyakit seperti diabetes. Produknya ini tidak menggunakan bahan berbahaya. Olahan gula semut mengutamakan aspek kesehatan dan sangat cocok untuk pengidap penyakit diabetes. “Sudah ada kerja sama dengan pabrik coklat di Jawa Tengah. Pengiriman pertama sebanyak satu ton,” ungkapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Wabah korona rupanya bisa mengubah cara berbisnis usaha mikro. Sosial media adalah salah satu alternatif yang efektif untuk dioptimalkan. Dengan semangat tak kenal menyerah, salah satu usaha mikro di Lumajang berhasil survive.

Ya, usaha itu adalah gula semut. Dirintis oleh Rika Damayanti warga Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, sampai sekarang usahanya makin bergeliat. Perempuan asli Lumajang ini tidak ingin berhenti melakukan inovasi. Meski dalam keterbatasan, dia menilai bukan suatu alasan untuk kalah. Dalam pengolahannya, dia mengaku menggunakan nira kelapa sebagai bahan pokok utama.

Inovasinya muncul ketika ketersediaan gula di Lumajang sempat mahal. Gula merah juga rentan mengganggu kesehatan. “Inovasi pertama kali karena banyak gula merah di Lumajang oleh petani dan pengepul dicampur gula aren dengan gula rafinasi,” ucapnya. Namun, dia melakukan inovasi dengan cara lain.

Dirinya melangkah berdasarkan kebutuhan makanan sehat. Karena makanan sehat penting untuk mengurangi penyakit seperti diabetes. Produknya ini tidak menggunakan bahan berbahaya. Olahan gula semut mengutamakan aspek kesehatan dan sangat cocok untuk pengidap penyakit diabetes. “Sudah ada kerja sama dengan pabrik coklat di Jawa Tengah. Pengiriman pertama sebanyak satu ton,” ungkapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Wabah korona rupanya bisa mengubah cara berbisnis usaha mikro. Sosial media adalah salah satu alternatif yang efektif untuk dioptimalkan. Dengan semangat tak kenal menyerah, salah satu usaha mikro di Lumajang berhasil survive.

Ya, usaha itu adalah gula semut. Dirintis oleh Rika Damayanti warga Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, sampai sekarang usahanya makin bergeliat. Perempuan asli Lumajang ini tidak ingin berhenti melakukan inovasi. Meski dalam keterbatasan, dia menilai bukan suatu alasan untuk kalah. Dalam pengolahannya, dia mengaku menggunakan nira kelapa sebagai bahan pokok utama.

Inovasinya muncul ketika ketersediaan gula di Lumajang sempat mahal. Gula merah juga rentan mengganggu kesehatan. “Inovasi pertama kali karena banyak gula merah di Lumajang oleh petani dan pengepul dicampur gula aren dengan gula rafinasi,” ucapnya. Namun, dia melakukan inovasi dengan cara lain.

Dirinya melangkah berdasarkan kebutuhan makanan sehat. Karena makanan sehat penting untuk mengurangi penyakit seperti diabetes. Produknya ini tidak menggunakan bahan berbahaya. Olahan gula semut mengutamakan aspek kesehatan dan sangat cocok untuk pengidap penyakit diabetes. “Sudah ada kerja sama dengan pabrik coklat di Jawa Tengah. Pengiriman pertama sebanyak satu ton,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/