alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Vaksinasi Napi Sempat Terkendala Adminduk

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beragam cara terus dilakukan untuk menyukseskan target vaksinasi. Kali ini untuk mempermudah proses vaksinasi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Lumajang memfasilitasi perekaman sekaligus pembuatan dokumen administrasi kependudukan sebagai salah satu syarat vaksinasi narapidana (napi).

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, jumlah warga binaan Lapas Kelas II B Lumajang sekitar 568 napi. Pada gelombang pertama vaksinasi, 120 orang di antaranya tidak bisa menerima vaksin karena terkendala administrasi. Namun, setelah memiliki dokumen adminduk, kemarin mereka baru bisa disuntik vaksin.

Kalapas Kelas II B Lumajang Agus Wahono mengaku sempat mengalami kendala pada vaksinasi gelombang pertama. Ratusan napi kedapatan tidak membawa atau tidak memiliki identitas. Karenanya, ketika vaksinasi berjalan, mereka tidak bisa menerima suntikan vaksin tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Memang sebelumnya kami ada kendala pada tahap pertama. Ada 120 orang yang tidak bisa vaksin karena kendala identitas. Tapi, setelah kami mengajukan ke Dispendukcapil, alhamdulillah sekarang vaksin sudah tuntas. Padahal napi ini kan kelompok yang cukup rentan. Kadang mereka bisa dipindah di lapas luar kota,” katanya.

Sementara itu, Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Dispendukcapil Lumajang Hariyanto mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya menerima laporan bahwa ada banyak warga binaan lapas yang tidak memiliki identitas. Hal itu diketahui setelah pihak lapas melaksanakan program vaksinasi.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beragam cara terus dilakukan untuk menyukseskan target vaksinasi. Kali ini untuk mempermudah proses vaksinasi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Lumajang memfasilitasi perekaman sekaligus pembuatan dokumen administrasi kependudukan sebagai salah satu syarat vaksinasi narapidana (napi).

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, jumlah warga binaan Lapas Kelas II B Lumajang sekitar 568 napi. Pada gelombang pertama vaksinasi, 120 orang di antaranya tidak bisa menerima vaksin karena terkendala administrasi. Namun, setelah memiliki dokumen adminduk, kemarin mereka baru bisa disuntik vaksin.

Kalapas Kelas II B Lumajang Agus Wahono mengaku sempat mengalami kendala pada vaksinasi gelombang pertama. Ratusan napi kedapatan tidak membawa atau tidak memiliki identitas. Karenanya, ketika vaksinasi berjalan, mereka tidak bisa menerima suntikan vaksin tersebut.

“Memang sebelumnya kami ada kendala pada tahap pertama. Ada 120 orang yang tidak bisa vaksin karena kendala identitas. Tapi, setelah kami mengajukan ke Dispendukcapil, alhamdulillah sekarang vaksin sudah tuntas. Padahal napi ini kan kelompok yang cukup rentan. Kadang mereka bisa dipindah di lapas luar kota,” katanya.

Sementara itu, Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Dispendukcapil Lumajang Hariyanto mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya menerima laporan bahwa ada banyak warga binaan lapas yang tidak memiliki identitas. Hal itu diketahui setelah pihak lapas melaksanakan program vaksinasi.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beragam cara terus dilakukan untuk menyukseskan target vaksinasi. Kali ini untuk mempermudah proses vaksinasi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Lumajang memfasilitasi perekaman sekaligus pembuatan dokumen administrasi kependudukan sebagai salah satu syarat vaksinasi narapidana (napi).

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, jumlah warga binaan Lapas Kelas II B Lumajang sekitar 568 napi. Pada gelombang pertama vaksinasi, 120 orang di antaranya tidak bisa menerima vaksin karena terkendala administrasi. Namun, setelah memiliki dokumen adminduk, kemarin mereka baru bisa disuntik vaksin.

Kalapas Kelas II B Lumajang Agus Wahono mengaku sempat mengalami kendala pada vaksinasi gelombang pertama. Ratusan napi kedapatan tidak membawa atau tidak memiliki identitas. Karenanya, ketika vaksinasi berjalan, mereka tidak bisa menerima suntikan vaksin tersebut.

“Memang sebelumnya kami ada kendala pada tahap pertama. Ada 120 orang yang tidak bisa vaksin karena kendala identitas. Tapi, setelah kami mengajukan ke Dispendukcapil, alhamdulillah sekarang vaksin sudah tuntas. Padahal napi ini kan kelompok yang cukup rentan. Kadang mereka bisa dipindah di lapas luar kota,” katanya.

Sementara itu, Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Dispendukcapil Lumajang Hariyanto mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya menerima laporan bahwa ada banyak warga binaan lapas yang tidak memiliki identitas. Hal itu diketahui setelah pihak lapas melaksanakan program vaksinasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/