alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 12 August 2022

Temukan Transaksi Bantuan PKH Fiktif

- Cetak Rekening Koran Tak Sesuai

- BNI Bantu Fasilitasi Mendatangi Kantor Desa

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa hari lalu, puluhan warga Desa Sawaran Kulon, Kedungjajang, berbondong-bondong mendatangi Kantor Cabang Pembantu Bank Negara Indonesia (KCP BNI) Lumajang. Sebab, mereka mencurigai transaksi penarikan uang bantuan Program Keluarga Harapan (KPH). Padahal, para keluarga penerima manfaat (KPM) tersebut tidak melakukan transaksi.

Kedatangan tersebut untuk meminta kejelasan transaksi dari pihak bank. Mereka menginginkan hasil transaksi rekening koran dicetak. Saking banyaknya warga yang datang, BNI langsung memfasilitasi di Balai Desa Sawaran Kulon, kemarin. “Agenda hari ini (kemarin, Red) adalah penerimaan aduan dari KPM dan pencocokan data rekening print out dari BNI,” kata Yono, sekretaris desa setempat.

Dia menyebut, hingga siang kemarin, sedikitnya ada 44 KPM yang sudah menyampaikan aduan. Selanjutnya, mereka mencocokkan data rekening cetak dengan saldo di kartu ATM KPM. Namun, karena keterbatasan waktu, pengaduan dan pencocokan dilanjutkan pada hari Senin mendatang. Rata-rata, aduan tersebut juga meliputi ketidaksamaan saldo dengan transaksi di rekening koran.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Temuan kami, banyak transaksi yang tidak sesuai di rekening koran. Para KPM tidak mengambil uang bantuan, tetapi hasil cetak rekening koran tertulis ada transaksi pengambilan uang. Ini juga permintaan kami ke bank agar semua data KPM yang berjumlah 131 dicetak semua. Ini akan memudahkan pengumpulan bukti juga. Mulai sekarang, rekening koran itu akan dipegang oleh KPM, bukan lagi pendamping PKH atau pemilik E-Warong,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa hari lalu, puluhan warga Desa Sawaran Kulon, Kedungjajang, berbondong-bondong mendatangi Kantor Cabang Pembantu Bank Negara Indonesia (KCP BNI) Lumajang. Sebab, mereka mencurigai transaksi penarikan uang bantuan Program Keluarga Harapan (KPH). Padahal, para keluarga penerima manfaat (KPM) tersebut tidak melakukan transaksi.

Kedatangan tersebut untuk meminta kejelasan transaksi dari pihak bank. Mereka menginginkan hasil transaksi rekening koran dicetak. Saking banyaknya warga yang datang, BNI langsung memfasilitasi di Balai Desa Sawaran Kulon, kemarin. “Agenda hari ini (kemarin, Red) adalah penerimaan aduan dari KPM dan pencocokan data rekening print out dari BNI,” kata Yono, sekretaris desa setempat.

Dia menyebut, hingga siang kemarin, sedikitnya ada 44 KPM yang sudah menyampaikan aduan. Selanjutnya, mereka mencocokkan data rekening cetak dengan saldo di kartu ATM KPM. Namun, karena keterbatasan waktu, pengaduan dan pencocokan dilanjutkan pada hari Senin mendatang. Rata-rata, aduan tersebut juga meliputi ketidaksamaan saldo dengan transaksi di rekening koran.

“Temuan kami, banyak transaksi yang tidak sesuai di rekening koran. Para KPM tidak mengambil uang bantuan, tetapi hasil cetak rekening koran tertulis ada transaksi pengambilan uang. Ini juga permintaan kami ke bank agar semua data KPM yang berjumlah 131 dicetak semua. Ini akan memudahkan pengumpulan bukti juga. Mulai sekarang, rekening koran itu akan dipegang oleh KPM, bukan lagi pendamping PKH atau pemilik E-Warong,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa hari lalu, puluhan warga Desa Sawaran Kulon, Kedungjajang, berbondong-bondong mendatangi Kantor Cabang Pembantu Bank Negara Indonesia (KCP BNI) Lumajang. Sebab, mereka mencurigai transaksi penarikan uang bantuan Program Keluarga Harapan (KPH). Padahal, para keluarga penerima manfaat (KPM) tersebut tidak melakukan transaksi.

Kedatangan tersebut untuk meminta kejelasan transaksi dari pihak bank. Mereka menginginkan hasil transaksi rekening koran dicetak. Saking banyaknya warga yang datang, BNI langsung memfasilitasi di Balai Desa Sawaran Kulon, kemarin. “Agenda hari ini (kemarin, Red) adalah penerimaan aduan dari KPM dan pencocokan data rekening print out dari BNI,” kata Yono, sekretaris desa setempat.

Dia menyebut, hingga siang kemarin, sedikitnya ada 44 KPM yang sudah menyampaikan aduan. Selanjutnya, mereka mencocokkan data rekening cetak dengan saldo di kartu ATM KPM. Namun, karena keterbatasan waktu, pengaduan dan pencocokan dilanjutkan pada hari Senin mendatang. Rata-rata, aduan tersebut juga meliputi ketidaksamaan saldo dengan transaksi di rekening koran.

“Temuan kami, banyak transaksi yang tidak sesuai di rekening koran. Para KPM tidak mengambil uang bantuan, tetapi hasil cetak rekening koran tertulis ada transaksi pengambilan uang. Ini juga permintaan kami ke bank agar semua data KPM yang berjumlah 131 dicetak semua. Ini akan memudahkan pengumpulan bukti juga. Mulai sekarang, rekening koran itu akan dipegang oleh KPM, bukan lagi pendamping PKH atau pemilik E-Warong,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/