alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Bakal Dikarantina Terpusat, Wisma BKD sebagai Isoter Jemaah Haji

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Jemaah haji asal Lumajang dijadwalkan tiba di kampung halaman pada 28 Juli mendatang. Sebelum disambut haru dan bertemu keluarga maupun tetangga, sebanyak 348 jemaah itu harus menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Baik di Surabaya maupun di Lumajang.

Rencananya, setelah dilakukan pemeriksaan di Surabaya, jemaah akan diperiksa kembali saat tiba di Lumajang. Hal ini sebagai langkah mencegah penularan virus Covid-19. Jemaah yang positif Covid bakal dikarantina di Gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Lumajang dr Bayu Wibowo mengatakan setiap jemaah akan diperiksa secara menyeluruh. Mulai dari pengecekan suhu, tes swab antigen hingga tes PCR Covid-19. “Jika hasilnya positif dan bergejala di Surabaya maka akan dirawat di rumah sakit rujukan. Tetapi, jika hasilnya positif tetapi tidak bergejala, jemaah bisa langsung diantar ke Lumajang,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski demikian, jemaah yang positif itu tidak bisa langsung beraktivitas di rumah. Sebab, mereka akan kembali dikarantina dan dipantau kesehatannya di Gedung BKD Lumajang. Pihaknya menyiapkan 20 kamar yang akan digunakan sebagai isolasi terpusat (isoter) sementara bagi para jemaah.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Jemaah haji asal Lumajang dijadwalkan tiba di kampung halaman pada 28 Juli mendatang. Sebelum disambut haru dan bertemu keluarga maupun tetangga, sebanyak 348 jemaah itu harus menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Baik di Surabaya maupun di Lumajang.

Rencananya, setelah dilakukan pemeriksaan di Surabaya, jemaah akan diperiksa kembali saat tiba di Lumajang. Hal ini sebagai langkah mencegah penularan virus Covid-19. Jemaah yang positif Covid bakal dikarantina di Gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Lumajang dr Bayu Wibowo mengatakan setiap jemaah akan diperiksa secara menyeluruh. Mulai dari pengecekan suhu, tes swab antigen hingga tes PCR Covid-19. “Jika hasilnya positif dan bergejala di Surabaya maka akan dirawat di rumah sakit rujukan. Tetapi, jika hasilnya positif tetapi tidak bergejala, jemaah bisa langsung diantar ke Lumajang,” katanya.

Meski demikian, jemaah yang positif itu tidak bisa langsung beraktivitas di rumah. Sebab, mereka akan kembali dikarantina dan dipantau kesehatannya di Gedung BKD Lumajang. Pihaknya menyiapkan 20 kamar yang akan digunakan sebagai isolasi terpusat (isoter) sementara bagi para jemaah.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Jemaah haji asal Lumajang dijadwalkan tiba di kampung halaman pada 28 Juli mendatang. Sebelum disambut haru dan bertemu keluarga maupun tetangga, sebanyak 348 jemaah itu harus menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Baik di Surabaya maupun di Lumajang.

Rencananya, setelah dilakukan pemeriksaan di Surabaya, jemaah akan diperiksa kembali saat tiba di Lumajang. Hal ini sebagai langkah mencegah penularan virus Covid-19. Jemaah yang positif Covid bakal dikarantina di Gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Lumajang dr Bayu Wibowo mengatakan setiap jemaah akan diperiksa secara menyeluruh. Mulai dari pengecekan suhu, tes swab antigen hingga tes PCR Covid-19. “Jika hasilnya positif dan bergejala di Surabaya maka akan dirawat di rumah sakit rujukan. Tetapi, jika hasilnya positif tetapi tidak bergejala, jemaah bisa langsung diantar ke Lumajang,” katanya.

Meski demikian, jemaah yang positif itu tidak bisa langsung beraktivitas di rumah. Sebab, mereka akan kembali dikarantina dan dipantau kesehatannya di Gedung BKD Lumajang. Pihaknya menyiapkan 20 kamar yang akan digunakan sebagai isolasi terpusat (isoter) sementara bagi para jemaah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/