alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Oknum Kiai Diduga Lecehkan Tiga Santriwati

Mobile_AP_Rectangle 1

CURAHPETUNG, Radar Semeru – Dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum kiai salah satu pondok pesantren (ponpes) di Desa Curahpetung, Kecamatan Kedungjajang, akhirnya terbongkar. Tak tanggung-tanggung, setidaknya ada sejumlah santriwati yang mengaku mendapat tindakan kurang menyenangkan.

Peristiwa yang menggemparkan itu bermula dari pengaduan korban seorang santriwati ke orang tuanya. Lantas, orang tuanya kaget dan melaporkan kejadian itu kepada kades setempat. Kamis (19/05) sore, kades bersama forkopimca langsung mendatangi ponpes untuk meminta klarifikasi atas tuduhan tersebut.

“Warga yang mendengar kabar itu datang langsung ke ponpes bersama wali santri. Mereka meminta pengakuan apa yang dituduhkan tersebut,” kata Camat Kedungjajang Akhmad Faishol. Sore itu, sekitar pukul 16.10, amukan warga sempat beringas hingga mengakibatkan kaca depan rumah FA, oknum kiai, pecah berantakan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, korban tersebut berinisial NS berusia 16 tahun, inisial SR berusia 15 tahun, dan terakhir inisial KS berusia 14 tahun, masih anak-anak. Ada yang mengaku bagian tubuhnya dipegang-pegang, ada juga yang mengaku diminta memegang kelamin FA.

Akhmad Faishol melanjutkan, jumlah santri yang mondok di ponpes tersebut sebanyak 28 anak. Di antaranya 20 santriwati dan 8 santri. “Pondok ini berdiri lumayan lama. Kira-kira tahun 2014–2015. Kalau hubungan dengan masyarakat di lingkungan sekitar pro kontra. Ada informasi begini dan informasi begitu,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengatakan, untuk menjaga suasana tetap kondusif, pihaknya langsung mengamankan tempat kejadian. Seluruh santri dan santriwati dipulangkan terlebih dahulu. Termasuk memindahkan keluarga pelaku ke tempat yang lebih aman.

“Tadi (Kamis, Red) malam petugas telah bertindak di lapangan untuk mengamankan dulu lokasi Pondok Pesantren Lembah Arafah supaya tidak terjadi aksi massa. Para santri sudah dipulangkan. Baik korban maupun pelaku sudah kami amankan. Kami masih perlu melakukan pemeriksaan,” pungkasnya. (son/c2/fid)

- Advertisement -

CURAHPETUNG, Radar Semeru – Dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum kiai salah satu pondok pesantren (ponpes) di Desa Curahpetung, Kecamatan Kedungjajang, akhirnya terbongkar. Tak tanggung-tanggung, setidaknya ada sejumlah santriwati yang mengaku mendapat tindakan kurang menyenangkan.

Peristiwa yang menggemparkan itu bermula dari pengaduan korban seorang santriwati ke orang tuanya. Lantas, orang tuanya kaget dan melaporkan kejadian itu kepada kades setempat. Kamis (19/05) sore, kades bersama forkopimca langsung mendatangi ponpes untuk meminta klarifikasi atas tuduhan tersebut.

“Warga yang mendengar kabar itu datang langsung ke ponpes bersama wali santri. Mereka meminta pengakuan apa yang dituduhkan tersebut,” kata Camat Kedungjajang Akhmad Faishol. Sore itu, sekitar pukul 16.10, amukan warga sempat beringas hingga mengakibatkan kaca depan rumah FA, oknum kiai, pecah berantakan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, korban tersebut berinisial NS berusia 16 tahun, inisial SR berusia 15 tahun, dan terakhir inisial KS berusia 14 tahun, masih anak-anak. Ada yang mengaku bagian tubuhnya dipegang-pegang, ada juga yang mengaku diminta memegang kelamin FA.

Akhmad Faishol melanjutkan, jumlah santri yang mondok di ponpes tersebut sebanyak 28 anak. Di antaranya 20 santriwati dan 8 santri. “Pondok ini berdiri lumayan lama. Kira-kira tahun 2014–2015. Kalau hubungan dengan masyarakat di lingkungan sekitar pro kontra. Ada informasi begini dan informasi begitu,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengatakan, untuk menjaga suasana tetap kondusif, pihaknya langsung mengamankan tempat kejadian. Seluruh santri dan santriwati dipulangkan terlebih dahulu. Termasuk memindahkan keluarga pelaku ke tempat yang lebih aman.

“Tadi (Kamis, Red) malam petugas telah bertindak di lapangan untuk mengamankan dulu lokasi Pondok Pesantren Lembah Arafah supaya tidak terjadi aksi massa. Para santri sudah dipulangkan. Baik korban maupun pelaku sudah kami amankan. Kami masih perlu melakukan pemeriksaan,” pungkasnya. (son/c2/fid)

CURAHPETUNG, Radar Semeru – Dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum kiai salah satu pondok pesantren (ponpes) di Desa Curahpetung, Kecamatan Kedungjajang, akhirnya terbongkar. Tak tanggung-tanggung, setidaknya ada sejumlah santriwati yang mengaku mendapat tindakan kurang menyenangkan.

Peristiwa yang menggemparkan itu bermula dari pengaduan korban seorang santriwati ke orang tuanya. Lantas, orang tuanya kaget dan melaporkan kejadian itu kepada kades setempat. Kamis (19/05) sore, kades bersama forkopimca langsung mendatangi ponpes untuk meminta klarifikasi atas tuduhan tersebut.

“Warga yang mendengar kabar itu datang langsung ke ponpes bersama wali santri. Mereka meminta pengakuan apa yang dituduhkan tersebut,” kata Camat Kedungjajang Akhmad Faishol. Sore itu, sekitar pukul 16.10, amukan warga sempat beringas hingga mengakibatkan kaca depan rumah FA, oknum kiai, pecah berantakan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, korban tersebut berinisial NS berusia 16 tahun, inisial SR berusia 15 tahun, dan terakhir inisial KS berusia 14 tahun, masih anak-anak. Ada yang mengaku bagian tubuhnya dipegang-pegang, ada juga yang mengaku diminta memegang kelamin FA.

Akhmad Faishol melanjutkan, jumlah santri yang mondok di ponpes tersebut sebanyak 28 anak. Di antaranya 20 santriwati dan 8 santri. “Pondok ini berdiri lumayan lama. Kira-kira tahun 2014–2015. Kalau hubungan dengan masyarakat di lingkungan sekitar pro kontra. Ada informasi begini dan informasi begitu,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengatakan, untuk menjaga suasana tetap kondusif, pihaknya langsung mengamankan tempat kejadian. Seluruh santri dan santriwati dipulangkan terlebih dahulu. Termasuk memindahkan keluarga pelaku ke tempat yang lebih aman.

“Tadi (Kamis, Red) malam petugas telah bertindak di lapangan untuk mengamankan dulu lokasi Pondok Pesantren Lembah Arafah supaya tidak terjadi aksi massa. Para santri sudah dipulangkan. Baik korban maupun pelaku sudah kami amankan. Kami masih perlu melakukan pemeriksaan,” pungkasnya. (son/c2/fid)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Delapan Izin Tambang Dicabut

Jember Menang 2-0 Lawan Jombang

Latihan Drum Band Dimaksimalkan

/