29.4 C
Jember
Wednesday, 22 March 2023

Minta Semua Tempat Ditutup

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kebijakan penutupan tempat wisata selama sebelas hari memang tak bisa diterima sebagian masyarakat. Terutama bagi pelaku usaha kecil di sekitar tempat wisata. Memang, kebijakan yang dipilih tidak menutup toko besar, tetapi pariwisata yang dianggap bisa menjadi penyebab penularan virus korona saat liburan. Beragam keresahan disampaikan masyarakat. Salah satunya Sindi, yang membagikan unggahan Wawan Zilvi.

Unggahan tersebut dikomentari banyak pihak. Sebab, unggahan itu dinilai sebagai keresahan yang sama. Ada yang memberi dukungan, ada pula yang justru mencibir. Bahkan, ada yang mengatakan unggahan tersebut adalah milik salah satu aparatur desa. Namun, bagaimanapun, semua sektor terdampak akibat virus korona.

“Semua berdampak dan terdampak,” tulis Rudy Samson Harmoko. Sementara itu, Rayhan berkomentar berbeda. “Ya cari usaha lain lho. Buktinya aku biasanya jualan di Pantai Bambang, sekarang kerja serabutan. Jangan mengeluh terus bro,” komentarnya. Zahra Abwa juga berkomentar senada. “Gak usah ngarep ganti rugi. Cari aja tempat yang lain untuk jualan sementara. Toh, ini tidak selamanya. Cuma sementara saja,” tulisnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Cak Obik dan Jeni Anggraini justru memberikan dukungan terhadap para pelaku usaha yang tutup karena kebijakan penutupan wisata. Keduanya mendoakan agar pelaku usaha tetap sabar dan mendapatkan rezeki lain. “Semoga mendapat rezeki lain, lebih besar dan halal,” tulis Cak Obik.

Meski demikian, kebijakan tidak berubah. Tempat wisata masih ditutup untuk beberapa hari ke depan. Pendapat yang disampaikan sejumlah masyarakat sudah sepatutnya diperhatikan oleh pemerintah. Sebab, bagaimanapun, rakyat juga terdampak akibat penutupan tempat wisata. Terutama pelaku usaha yang hanya mengandalkan penghasilan dari jualan sehari-hari.

Jurnalis: mg2
Editor: Hafid Asnan

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kebijakan penutupan tempat wisata selama sebelas hari memang tak bisa diterima sebagian masyarakat. Terutama bagi pelaku usaha kecil di sekitar tempat wisata. Memang, kebijakan yang dipilih tidak menutup toko besar, tetapi pariwisata yang dianggap bisa menjadi penyebab penularan virus korona saat liburan. Beragam keresahan disampaikan masyarakat. Salah satunya Sindi, yang membagikan unggahan Wawan Zilvi.

Unggahan tersebut dikomentari banyak pihak. Sebab, unggahan itu dinilai sebagai keresahan yang sama. Ada yang memberi dukungan, ada pula yang justru mencibir. Bahkan, ada yang mengatakan unggahan tersebut adalah milik salah satu aparatur desa. Namun, bagaimanapun, semua sektor terdampak akibat virus korona.

“Semua berdampak dan terdampak,” tulis Rudy Samson Harmoko. Sementara itu, Rayhan berkomentar berbeda. “Ya cari usaha lain lho. Buktinya aku biasanya jualan di Pantai Bambang, sekarang kerja serabutan. Jangan mengeluh terus bro,” komentarnya. Zahra Abwa juga berkomentar senada. “Gak usah ngarep ganti rugi. Cari aja tempat yang lain untuk jualan sementara. Toh, ini tidak selamanya. Cuma sementara saja,” tulisnya.

Cak Obik dan Jeni Anggraini justru memberikan dukungan terhadap para pelaku usaha yang tutup karena kebijakan penutupan wisata. Keduanya mendoakan agar pelaku usaha tetap sabar dan mendapatkan rezeki lain. “Semoga mendapat rezeki lain, lebih besar dan halal,” tulis Cak Obik.

Meski demikian, kebijakan tidak berubah. Tempat wisata masih ditutup untuk beberapa hari ke depan. Pendapat yang disampaikan sejumlah masyarakat sudah sepatutnya diperhatikan oleh pemerintah. Sebab, bagaimanapun, rakyat juga terdampak akibat penutupan tempat wisata. Terutama pelaku usaha yang hanya mengandalkan penghasilan dari jualan sehari-hari.

Jurnalis: mg2
Editor: Hafid Asnan

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kebijakan penutupan tempat wisata selama sebelas hari memang tak bisa diterima sebagian masyarakat. Terutama bagi pelaku usaha kecil di sekitar tempat wisata. Memang, kebijakan yang dipilih tidak menutup toko besar, tetapi pariwisata yang dianggap bisa menjadi penyebab penularan virus korona saat liburan. Beragam keresahan disampaikan masyarakat. Salah satunya Sindi, yang membagikan unggahan Wawan Zilvi.

Unggahan tersebut dikomentari banyak pihak. Sebab, unggahan itu dinilai sebagai keresahan yang sama. Ada yang memberi dukungan, ada pula yang justru mencibir. Bahkan, ada yang mengatakan unggahan tersebut adalah milik salah satu aparatur desa. Namun, bagaimanapun, semua sektor terdampak akibat virus korona.

“Semua berdampak dan terdampak,” tulis Rudy Samson Harmoko. Sementara itu, Rayhan berkomentar berbeda. “Ya cari usaha lain lho. Buktinya aku biasanya jualan di Pantai Bambang, sekarang kerja serabutan. Jangan mengeluh terus bro,” komentarnya. Zahra Abwa juga berkomentar senada. “Gak usah ngarep ganti rugi. Cari aja tempat yang lain untuk jualan sementara. Toh, ini tidak selamanya. Cuma sementara saja,” tulisnya.

Cak Obik dan Jeni Anggraini justru memberikan dukungan terhadap para pelaku usaha yang tutup karena kebijakan penutupan wisata. Keduanya mendoakan agar pelaku usaha tetap sabar dan mendapatkan rezeki lain. “Semoga mendapat rezeki lain, lebih besar dan halal,” tulis Cak Obik.

Meski demikian, kebijakan tidak berubah. Tempat wisata masih ditutup untuk beberapa hari ke depan. Pendapat yang disampaikan sejumlah masyarakat sudah sepatutnya diperhatikan oleh pemerintah. Sebab, bagaimanapun, rakyat juga terdampak akibat penutupan tempat wisata. Terutama pelaku usaha yang hanya mengandalkan penghasilan dari jualan sehari-hari.

Jurnalis: mg2
Editor: Hafid Asnan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca