alexametrics
22.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Kurang 10 Hari Lebaran, Hunian untuk Korban Erupsi Belum Beres

Pengungsi Belum Dapat Kabar Resmi Rencana Relokasi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Kabar relokasi korban erupsi ke huntap dan huntara memang didengar pengungsi yang tinggal di lapangan Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro. Namun, hingga saat ini Pemkab Lumajang belum pernah menyampaikan secara resmi teknis perpindahan tersebut kepada para pengungsi. Padahal, Lebaran tak kurang dari sepuluh hari lagi.

Diketahui, rencana relokasi korban erupsi itu dilaksanakan sebelum Lebaran tiba. Setidaknya kurang lebih 300 KK yang bakal menempati huntap dan huntara. Tetapi, seratus KK yang berada di tenda pengungsian belum pernah mendapatkan informasi tersebut. Padahal, Lebaran tinggal 11 hari lagi.

Koordinator relawan di lapangan Desa Penanggal, Ian Hariyanto, mengatakan, meski sebagian besar pengungsi banyak yang keluar alias mengontrak rumah sendiri, pengungsi yang berasal dari Dusun Kajar Kuning, Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, masih banyak yang bertahan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Mereka yang mengontrak ini karena punya anak kecil dan ada yang punya orang tua yang sakit-sakitan. Makanya memilih sewa rumah sendiri. Kami tidak memberikan uang sewa, pengungsi itu pakai uang pribadi mereka. Mereka pindah bukan karena kategori orang mampu, tetapi memang terdesak pindah untuk kenyamanan,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Kabar relokasi korban erupsi ke huntap dan huntara memang didengar pengungsi yang tinggal di lapangan Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro. Namun, hingga saat ini Pemkab Lumajang belum pernah menyampaikan secara resmi teknis perpindahan tersebut kepada para pengungsi. Padahal, Lebaran tak kurang dari sepuluh hari lagi.

Diketahui, rencana relokasi korban erupsi itu dilaksanakan sebelum Lebaran tiba. Setidaknya kurang lebih 300 KK yang bakal menempati huntap dan huntara. Tetapi, seratus KK yang berada di tenda pengungsian belum pernah mendapatkan informasi tersebut. Padahal, Lebaran tinggal 11 hari lagi.

Koordinator relawan di lapangan Desa Penanggal, Ian Hariyanto, mengatakan, meski sebagian besar pengungsi banyak yang keluar alias mengontrak rumah sendiri, pengungsi yang berasal dari Dusun Kajar Kuning, Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, masih banyak yang bertahan.

“Mereka yang mengontrak ini karena punya anak kecil dan ada yang punya orang tua yang sakit-sakitan. Makanya memilih sewa rumah sendiri. Kami tidak memberikan uang sewa, pengungsi itu pakai uang pribadi mereka. Mereka pindah bukan karena kategori orang mampu, tetapi memang terdesak pindah untuk kenyamanan,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Kabar relokasi korban erupsi ke huntap dan huntara memang didengar pengungsi yang tinggal di lapangan Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro. Namun, hingga saat ini Pemkab Lumajang belum pernah menyampaikan secara resmi teknis perpindahan tersebut kepada para pengungsi. Padahal, Lebaran tak kurang dari sepuluh hari lagi.

Diketahui, rencana relokasi korban erupsi itu dilaksanakan sebelum Lebaran tiba. Setidaknya kurang lebih 300 KK yang bakal menempati huntap dan huntara. Tetapi, seratus KK yang berada di tenda pengungsian belum pernah mendapatkan informasi tersebut. Padahal, Lebaran tinggal 11 hari lagi.

Koordinator relawan di lapangan Desa Penanggal, Ian Hariyanto, mengatakan, meski sebagian besar pengungsi banyak yang keluar alias mengontrak rumah sendiri, pengungsi yang berasal dari Dusun Kajar Kuning, Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, masih banyak yang bertahan.

“Mereka yang mengontrak ini karena punya anak kecil dan ada yang punya orang tua yang sakit-sakitan. Makanya memilih sewa rumah sendiri. Kami tidak memberikan uang sewa, pengungsi itu pakai uang pribadi mereka. Mereka pindah bukan karena kategori orang mampu, tetapi memang terdesak pindah untuk kenyamanan,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/