alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Kasi Transmigrasi Meninggal saat Gowes

Dugaan Sementara Terkena Serangan Jantung

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga Desa Gondoruso, Pasirian, digegerkan dengan meninggalnya pengendara sepeda di jalan Desa Gondoruso, Sabtu (20/03) kemarin. Korban diketahui bernama Sidanti Ariyono, warga Jalan Iptu Jamari, Ditotrunan, Lumajang, yang tak lain adalah Kepala Seksi Transmigrasi Disnakertrans
Saat ditemukan, korban tergeletak di pinggir jalan dengan posisi telentang. Tidak jauh dari tubuh korban, didapati botol minuman dan sepeda milik korban. “Kemungkinan korban kelelahan dan istirahat sebentar di pinggir jalan. Selesai minum, dia rebahan. Hal itu tampak dari foto yang dibagikan teman-teman,” ujar Abdul Majid, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lumajang.
Saat ditemukan, korban sendirian. Warga yang mengetahui hal tersebut segera menghubungi pihak puskesmas. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Majid menjelaskan, korban memang memiliki hobi bersepeda. Setiap akhir pekan, aktivitas itu sering dilakukan. “Memang senang bersepeda. Beberapa kali gowes dengan saya keliling kota. Terutama setiap Jumat pagi, satu bulan sekali setelah senam. Tetapi, kalau akhir pekan, korban sering gowes sendiri. Dan jalur yang ditempuh juga jauh. Nah, karena sendiri, korban tidak tertolong,” jelasnya.
Dia menuturkan, korban merupakan Kepala Seksi Transmigrasi Disnakertrans yang baru bekerja selama tiga bulan. Di mata kolega, korban dikenal baik dan ramah. Tidak ada yang menyangka korban meninggal dunia. Sehingga kabar itu mengagetkan keluarga dan kolega. Tak terkecuali Majid sebagai kepala kantor tempat korban bekerja.
“Saya kaget mendengar kabar kematiannya. Sebab, sehari-hari korban tampak sehat-sehat saja. Tidak menunjukkan sakit apa pun. Bahkan, kemarin (Jumat, Red), saya masih ngobrol dan bercanda dengan beliau di kantor. Memang orangnya agak pendiam, tetapi baik dan ramah. Apalagi diajak berbincang dan bercanda, suka menimpali,” tuturnya.
Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena serangan jantung. Namun, dia tidak bisa memastikan. Sebab, dia tidak mengetahui riwayat penyakit korban. “Dugaan sementara, meninggal akibat serangan jantung. Tetapi, saya belum bisa memastikan itu. Besok, kami akan ke rumah korban dan mendengar langsung cerita dari istri dan keluarga,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga Desa Gondoruso, Pasirian, digegerkan dengan meninggalnya pengendara sepeda di jalan Desa Gondoruso, Sabtu (20/03) kemarin. Korban diketahui bernama Sidanti Ariyono, warga Jalan Iptu Jamari, Ditotrunan, Lumajang, yang tak lain adalah Kepala Seksi Transmigrasi Disnakertrans
Saat ditemukan, korban tergeletak di pinggir jalan dengan posisi telentang. Tidak jauh dari tubuh korban, didapati botol minuman dan sepeda milik korban. “Kemungkinan korban kelelahan dan istirahat sebentar di pinggir jalan. Selesai minum, dia rebahan. Hal itu tampak dari foto yang dibagikan teman-teman,” ujar Abdul Majid, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lumajang.
Saat ditemukan, korban sendirian. Warga yang mengetahui hal tersebut segera menghubungi pihak puskesmas. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Majid menjelaskan, korban memang memiliki hobi bersepeda. Setiap akhir pekan, aktivitas itu sering dilakukan. “Memang senang bersepeda. Beberapa kali gowes dengan saya keliling kota. Terutama setiap Jumat pagi, satu bulan sekali setelah senam. Tetapi, kalau akhir pekan, korban sering gowes sendiri. Dan jalur yang ditempuh juga jauh. Nah, karena sendiri, korban tidak tertolong,” jelasnya.
Dia menuturkan, korban merupakan Kepala Seksi Transmigrasi Disnakertrans yang baru bekerja selama tiga bulan. Di mata kolega, korban dikenal baik dan ramah. Tidak ada yang menyangka korban meninggal dunia. Sehingga kabar itu mengagetkan keluarga dan kolega. Tak terkecuali Majid sebagai kepala kantor tempat korban bekerja.
“Saya kaget mendengar kabar kematiannya. Sebab, sehari-hari korban tampak sehat-sehat saja. Tidak menunjukkan sakit apa pun. Bahkan, kemarin (Jumat, Red), saya masih ngobrol dan bercanda dengan beliau di kantor. Memang orangnya agak pendiam, tetapi baik dan ramah. Apalagi diajak berbincang dan bercanda, suka menimpali,” tuturnya.
Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena serangan jantung. Namun, dia tidak bisa memastikan. Sebab, dia tidak mengetahui riwayat penyakit korban. “Dugaan sementara, meninggal akibat serangan jantung. Tetapi, saya belum bisa memastikan itu. Besok, kami akan ke rumah korban dan mendengar langsung cerita dari istri dan keluarga,” pungkasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga Desa Gondoruso, Pasirian, digegerkan dengan meninggalnya pengendara sepeda di jalan Desa Gondoruso, Sabtu (20/03) kemarin. Korban diketahui bernama Sidanti Ariyono, warga Jalan Iptu Jamari, Ditotrunan, Lumajang, yang tak lain adalah Kepala Seksi Transmigrasi Disnakertrans
Saat ditemukan, korban tergeletak di pinggir jalan dengan posisi telentang. Tidak jauh dari tubuh korban, didapati botol minuman dan sepeda milik korban. “Kemungkinan korban kelelahan dan istirahat sebentar di pinggir jalan. Selesai minum, dia rebahan. Hal itu tampak dari foto yang dibagikan teman-teman,” ujar Abdul Majid, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lumajang.
Saat ditemukan, korban sendirian. Warga yang mengetahui hal tersebut segera menghubungi pihak puskesmas. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Majid menjelaskan, korban memang memiliki hobi bersepeda. Setiap akhir pekan, aktivitas itu sering dilakukan. “Memang senang bersepeda. Beberapa kali gowes dengan saya keliling kota. Terutama setiap Jumat pagi, satu bulan sekali setelah senam. Tetapi, kalau akhir pekan, korban sering gowes sendiri. Dan jalur yang ditempuh juga jauh. Nah, karena sendiri, korban tidak tertolong,” jelasnya.
Dia menuturkan, korban merupakan Kepala Seksi Transmigrasi Disnakertrans yang baru bekerja selama tiga bulan. Di mata kolega, korban dikenal baik dan ramah. Tidak ada yang menyangka korban meninggal dunia. Sehingga kabar itu mengagetkan keluarga dan kolega. Tak terkecuali Majid sebagai kepala kantor tempat korban bekerja.
“Saya kaget mendengar kabar kematiannya. Sebab, sehari-hari korban tampak sehat-sehat saja. Tidak menunjukkan sakit apa pun. Bahkan, kemarin (Jumat, Red), saya masih ngobrol dan bercanda dengan beliau di kantor. Memang orangnya agak pendiam, tetapi baik dan ramah. Apalagi diajak berbincang dan bercanda, suka menimpali,” tuturnya.
Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena serangan jantung. Namun, dia tidak bisa memastikan. Sebab, dia tidak mengetahui riwayat penyakit korban. “Dugaan sementara, meninggal akibat serangan jantung. Tetapi, saya belum bisa memastikan itu. Besok, kami akan ke rumah korban dan mendengar langsung cerita dari istri dan keluarga,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/