alexametrics
30.3 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Temukan Lagi Satu Jenazah Korban Erupsi Gunung Semeru

Tertimbun Batu dan Kayu di Sungai

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Operasi search and rescue (SAR) memang sudah resmi ditutup Badan SAR Nasional (Basarnas). Namun, pencarian tetap dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang bersama personel gabungan. Kemarin, satu jenazah kembali ditemukan oleh warga. Jenazah tersebut tertimbun batu dan kayu di aliran sungai Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Awalnya, dua warga yang berada di sekitar lokasi mencium bau tidak sedap. Setelah ditelusuri, ternyata bau tersebut berasal dari salah satu jenazah korban awan panas guguran (APG) Gunung Semeru. Saat ditemukan, jenazah itu tertimbun batu dan kayu. Diduga kuat jenazah ikut terbawa arus saat APG dan lahar turun, dua pekan lalu.

Kedua warga itu kemudian melapor ke kepala desa setempat. Selanjutnya, laporan itu diteruskan ke BPBD Lumajang. “Kami mendapat laporan dari BPBD Lumajang dan Kepala Desa Sumberwuluh bahwa ada warga yang menemukan jenazah di Dusun Kebondeli Selatan. Kami datang ke lokasi dan memeriksa laporan itu,” kata Peltu Ocik Ahmadi, personel Komando Distrik Militer 0821 Lumajang yang ikut turun ke lokasi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ahmadi menjelaskan, warga menunjukkan lokasi penemuan. Kondisi jenazah sudah tidak utuh. Hanya terlihat bagian kepala atau tengkorak. Setelah dilakukan penggalian, bagian tubuh, yakni tulang bahu, pundak, dan leher, akhirnya ditemukan.

Hingga kemarin, identitas korban masih belum diketahui. Termasuk apakah jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan. Karena itu, personel langsung membawa jenazah tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto Lumajang untuk dilakukan identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Operasi search and rescue (SAR) memang sudah resmi ditutup Badan SAR Nasional (Basarnas). Namun, pencarian tetap dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang bersama personel gabungan. Kemarin, satu jenazah kembali ditemukan oleh warga. Jenazah tersebut tertimbun batu dan kayu di aliran sungai Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Awalnya, dua warga yang berada di sekitar lokasi mencium bau tidak sedap. Setelah ditelusuri, ternyata bau tersebut berasal dari salah satu jenazah korban awan panas guguran (APG) Gunung Semeru. Saat ditemukan, jenazah itu tertimbun batu dan kayu. Diduga kuat jenazah ikut terbawa arus saat APG dan lahar turun, dua pekan lalu.

Kedua warga itu kemudian melapor ke kepala desa setempat. Selanjutnya, laporan itu diteruskan ke BPBD Lumajang. “Kami mendapat laporan dari BPBD Lumajang dan Kepala Desa Sumberwuluh bahwa ada warga yang menemukan jenazah di Dusun Kebondeli Selatan. Kami datang ke lokasi dan memeriksa laporan itu,” kata Peltu Ocik Ahmadi, personel Komando Distrik Militer 0821 Lumajang yang ikut turun ke lokasi.

Ahmadi menjelaskan, warga menunjukkan lokasi penemuan. Kondisi jenazah sudah tidak utuh. Hanya terlihat bagian kepala atau tengkorak. Setelah dilakukan penggalian, bagian tubuh, yakni tulang bahu, pundak, dan leher, akhirnya ditemukan.

Hingga kemarin, identitas korban masih belum diketahui. Termasuk apakah jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan. Karena itu, personel langsung membawa jenazah tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto Lumajang untuk dilakukan identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Operasi search and rescue (SAR) memang sudah resmi ditutup Badan SAR Nasional (Basarnas). Namun, pencarian tetap dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang bersama personel gabungan. Kemarin, satu jenazah kembali ditemukan oleh warga. Jenazah tersebut tertimbun batu dan kayu di aliran sungai Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Awalnya, dua warga yang berada di sekitar lokasi mencium bau tidak sedap. Setelah ditelusuri, ternyata bau tersebut berasal dari salah satu jenazah korban awan panas guguran (APG) Gunung Semeru. Saat ditemukan, jenazah itu tertimbun batu dan kayu. Diduga kuat jenazah ikut terbawa arus saat APG dan lahar turun, dua pekan lalu.

Kedua warga itu kemudian melapor ke kepala desa setempat. Selanjutnya, laporan itu diteruskan ke BPBD Lumajang. “Kami mendapat laporan dari BPBD Lumajang dan Kepala Desa Sumberwuluh bahwa ada warga yang menemukan jenazah di Dusun Kebondeli Selatan. Kami datang ke lokasi dan memeriksa laporan itu,” kata Peltu Ocik Ahmadi, personel Komando Distrik Militer 0821 Lumajang yang ikut turun ke lokasi.

Ahmadi menjelaskan, warga menunjukkan lokasi penemuan. Kondisi jenazah sudah tidak utuh. Hanya terlihat bagian kepala atau tengkorak. Setelah dilakukan penggalian, bagian tubuh, yakni tulang bahu, pundak, dan leher, akhirnya ditemukan.

Hingga kemarin, identitas korban masih belum diketahui. Termasuk apakah jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan. Karena itu, personel langsung membawa jenazah tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto Lumajang untuk dilakukan identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/