alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Relawan Bongkar Warung, Selamatkan Barang

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebanyak empat warung milik Minali, warga Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, terpaksa dibongkar, kemarin (19/12). Warung yang berada di kawasan Gladak Perak tersebut memang sudah tidak bisa ditempati lagi. Sebab, bencana awan panas guguran (APG) awal bulan ini merusakkan bangunan beserta isinya.

Namun, sejumlah bagian warung masih bisa digunakan lagi. Oleh sebab itu, dia meminta relawan membantunya membongkar warung. “Kami membantu membongkar warung. Mengamankan barang-barang yang masih bisa digunakan lagi,” ungkap Yoyon, salah seorang relawan.

Relawan asal Desa Pasrujambe tersebut mengatakan, sejak hari kelima pasca-APG, sebanyak 20 orang datang membantu. Awalnya, mereka membantu warga mengevakuasi barang di rumah-rumah. Namun, kini mereka juga membantu pembongkaran warung. “Apa yang bisa kami bantu, kami lakukan,” tambahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, pemilik warung, Minali, menjelaskan, sebagian besar warung tidak bisa diselamatkan. Namun, peralatan dapur, tempat tidur, kayu atau rangka warung, dan atap masih bisa dipakai lagi. Karena itu, barang-barang tersebut diambil dan dipindahkan ke tempat aman.

“Dibawa turun ke tempat aman dengan armada truk. Karena di lokasi ini (Gladak Perak, Red) akan dibangun jembatan sementara. Jadi, terpaksa dibongkar. Barang yang bisa diamankan, ya, dibawa,” jelas lelaki yang akrab disapa Agus tersebut.

Dia memiliki lima warung yang berada di sekitar Gladak Perak. Satu warung berada sekitar tiga ratus meter dari jembatan. Sedangkan empat warung lainnya terletak di sisi utara jembatan. Di antara warung tersebut, satu warung sudah diratakan dengan alat berat. Dia mengaku tidak mendapat pemberitahuan pembongkaran warung.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebanyak empat warung milik Minali, warga Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, terpaksa dibongkar, kemarin (19/12). Warung yang berada di kawasan Gladak Perak tersebut memang sudah tidak bisa ditempati lagi. Sebab, bencana awan panas guguran (APG) awal bulan ini merusakkan bangunan beserta isinya.

Namun, sejumlah bagian warung masih bisa digunakan lagi. Oleh sebab itu, dia meminta relawan membantunya membongkar warung. “Kami membantu membongkar warung. Mengamankan barang-barang yang masih bisa digunakan lagi,” ungkap Yoyon, salah seorang relawan.

Relawan asal Desa Pasrujambe tersebut mengatakan, sejak hari kelima pasca-APG, sebanyak 20 orang datang membantu. Awalnya, mereka membantu warga mengevakuasi barang di rumah-rumah. Namun, kini mereka juga membantu pembongkaran warung. “Apa yang bisa kami bantu, kami lakukan,” tambahnya.

Sementara itu, pemilik warung, Minali, menjelaskan, sebagian besar warung tidak bisa diselamatkan. Namun, peralatan dapur, tempat tidur, kayu atau rangka warung, dan atap masih bisa dipakai lagi. Karena itu, barang-barang tersebut diambil dan dipindahkan ke tempat aman.

“Dibawa turun ke tempat aman dengan armada truk. Karena di lokasi ini (Gladak Perak, Red) akan dibangun jembatan sementara. Jadi, terpaksa dibongkar. Barang yang bisa diamankan, ya, dibawa,” jelas lelaki yang akrab disapa Agus tersebut.

Dia memiliki lima warung yang berada di sekitar Gladak Perak. Satu warung berada sekitar tiga ratus meter dari jembatan. Sedangkan empat warung lainnya terletak di sisi utara jembatan. Di antara warung tersebut, satu warung sudah diratakan dengan alat berat. Dia mengaku tidak mendapat pemberitahuan pembongkaran warung.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebanyak empat warung milik Minali, warga Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, terpaksa dibongkar, kemarin (19/12). Warung yang berada di kawasan Gladak Perak tersebut memang sudah tidak bisa ditempati lagi. Sebab, bencana awan panas guguran (APG) awal bulan ini merusakkan bangunan beserta isinya.

Namun, sejumlah bagian warung masih bisa digunakan lagi. Oleh sebab itu, dia meminta relawan membantunya membongkar warung. “Kami membantu membongkar warung. Mengamankan barang-barang yang masih bisa digunakan lagi,” ungkap Yoyon, salah seorang relawan.

Relawan asal Desa Pasrujambe tersebut mengatakan, sejak hari kelima pasca-APG, sebanyak 20 orang datang membantu. Awalnya, mereka membantu warga mengevakuasi barang di rumah-rumah. Namun, kini mereka juga membantu pembongkaran warung. “Apa yang bisa kami bantu, kami lakukan,” tambahnya.

Sementara itu, pemilik warung, Minali, menjelaskan, sebagian besar warung tidak bisa diselamatkan. Namun, peralatan dapur, tempat tidur, kayu atau rangka warung, dan atap masih bisa dipakai lagi. Karena itu, barang-barang tersebut diambil dan dipindahkan ke tempat aman.

“Dibawa turun ke tempat aman dengan armada truk. Karena di lokasi ini (Gladak Perak, Red) akan dibangun jembatan sementara. Jadi, terpaksa dibongkar. Barang yang bisa diamankan, ya, dibawa,” jelas lelaki yang akrab disapa Agus tersebut.

Dia memiliki lima warung yang berada di sekitar Gladak Perak. Satu warung berada sekitar tiga ratus meter dari jembatan. Sedangkan empat warung lainnya terletak di sisi utara jembatan. Di antara warung tersebut, satu warung sudah diratakan dengan alat berat. Dia mengaku tidak mendapat pemberitahuan pembongkaran warung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/