alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Pro Kontra Relokasi Pengungsi Erupsi Gunung Semeru

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Relokasi warga terdampak erupsi Gunung Semeru ke lahan Perhutani mulai dikerjakan. Alat berat tampak sedang mengerjakan tempat relokasi. Namun, di tengah pengerjaan tersebut, pro kontra warga terdampak mengenai lokasi itu terus bermunculan.

Sebagian pengungsi menginginkan pindah ke lokasi yang dekat dengan tempat pekerjaan mereka sebagai penambang. Hal itu diungkapkan Pj Kades Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Abdul Aziz beserta Kades Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Nurul Yakin Pribadi.

Bahkan, beberapa waktu lalu beberapa warga terdampak yang tinggal di lokasi pengungsian mendatangi kantor kecamatan untuk meminta opsi tempat lain. Namun, keputusan lahan yang digunakan telah final. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) hanya mengizinkan dua lokasi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kades Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Syafi’i mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya telah memberikan waktu bagi warganya yang mengelola lahan Perhutani untuk segera mengamankan asetnya. Setidaknya ada sekitar puluhan hektare lahan Perhutani di desanya yang akan diratakan.

“Desa Sumbermujur ini zona hijau, karena jaraknya sekitar tujuh kilometer dari daerah aliran sungai (DAS) lahar Semeru. Sepanjang sejarah saya ada di sini, desa ini tidak pernah terkena aliran lahar. Apalagi, di beberapa titik terdapat banyak bukit. Jadi, saya rasa sangat aman,” katanya.

Sempat ada kabar bahwa akan ada kendala, yakni penolakan relokasi dari warga. Namun, keputusan relokasi tersebut tidak bisa dihindari karena sudah menjadi jalan terbaik yang diambil pemerintah.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Relokasi warga terdampak erupsi Gunung Semeru ke lahan Perhutani mulai dikerjakan. Alat berat tampak sedang mengerjakan tempat relokasi. Namun, di tengah pengerjaan tersebut, pro kontra warga terdampak mengenai lokasi itu terus bermunculan.

Sebagian pengungsi menginginkan pindah ke lokasi yang dekat dengan tempat pekerjaan mereka sebagai penambang. Hal itu diungkapkan Pj Kades Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Abdul Aziz beserta Kades Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Nurul Yakin Pribadi.

Bahkan, beberapa waktu lalu beberapa warga terdampak yang tinggal di lokasi pengungsian mendatangi kantor kecamatan untuk meminta opsi tempat lain. Namun, keputusan lahan yang digunakan telah final. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) hanya mengizinkan dua lokasi.

Kades Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Syafi’i mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya telah memberikan waktu bagi warganya yang mengelola lahan Perhutani untuk segera mengamankan asetnya. Setidaknya ada sekitar puluhan hektare lahan Perhutani di desanya yang akan diratakan.

“Desa Sumbermujur ini zona hijau, karena jaraknya sekitar tujuh kilometer dari daerah aliran sungai (DAS) lahar Semeru. Sepanjang sejarah saya ada di sini, desa ini tidak pernah terkena aliran lahar. Apalagi, di beberapa titik terdapat banyak bukit. Jadi, saya rasa sangat aman,” katanya.

Sempat ada kabar bahwa akan ada kendala, yakni penolakan relokasi dari warga. Namun, keputusan relokasi tersebut tidak bisa dihindari karena sudah menjadi jalan terbaik yang diambil pemerintah.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Relokasi warga terdampak erupsi Gunung Semeru ke lahan Perhutani mulai dikerjakan. Alat berat tampak sedang mengerjakan tempat relokasi. Namun, di tengah pengerjaan tersebut, pro kontra warga terdampak mengenai lokasi itu terus bermunculan.

Sebagian pengungsi menginginkan pindah ke lokasi yang dekat dengan tempat pekerjaan mereka sebagai penambang. Hal itu diungkapkan Pj Kades Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Abdul Aziz beserta Kades Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Nurul Yakin Pribadi.

Bahkan, beberapa waktu lalu beberapa warga terdampak yang tinggal di lokasi pengungsian mendatangi kantor kecamatan untuk meminta opsi tempat lain. Namun, keputusan lahan yang digunakan telah final. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) hanya mengizinkan dua lokasi.

Kades Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Syafi’i mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya telah memberikan waktu bagi warganya yang mengelola lahan Perhutani untuk segera mengamankan asetnya. Setidaknya ada sekitar puluhan hektare lahan Perhutani di desanya yang akan diratakan.

“Desa Sumbermujur ini zona hijau, karena jaraknya sekitar tujuh kilometer dari daerah aliran sungai (DAS) lahar Semeru. Sepanjang sejarah saya ada di sini, desa ini tidak pernah terkena aliran lahar. Apalagi, di beberapa titik terdapat banyak bukit. Jadi, saya rasa sangat aman,” katanya.

Sempat ada kabar bahwa akan ada kendala, yakni penolakan relokasi dari warga. Namun, keputusan relokasi tersebut tidak bisa dihindari karena sudah menjadi jalan terbaik yang diambil pemerintah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/