alexametrics
25 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Menyusul Kebijakan Baru dalam Pilkades Serentak

Vaksin Jadi Syarat Pemilih

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Untuk mengejar target 70 persen program vaksinasi di Lumajang, beragam upaya terus dilakukan. Mulai dari membuka gerai vaksin, mewajibkan warga yang melakukan pengurusan administrasi, sampai penyaluran bantuan, vaksinasi menjadi syarat. Teranyar, Bupati Lumajang Thoriqul menegaskan, vaksinasi menjadi syarat pelaksanaan pilkades serentak.

“Kami mensyaratkan itu untuk tuntas vaksinasi. Jadi, karena vaksinasi itu menjadi syarat pelaksanaan pilkades, maka siapa pun yang menjadi bagian pilkades itu harus vaksin. Tidak hanya pemilihnya, tetapi calon dan panitianya semua harus vaksin,” katanya.

Wacana mensyaratkan pemilih untuk suntik vaksin dosis pertama dapat menjadi dilema. Sebab, menurut informasi yang berhasil dihimpun, sebagian warga yang mendapat BLT DD beberapa waktu lalu kadang memilih memutus bantuan ketimbang harus menjalani vaksinasi. Sehingga persyaratan ini dikhawatirkan mengurungkan niat warga untuk mencoblos.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, Cak Thoriq meyakini langkah itu sangat tepat. Bahkan, pihaknya bakal menuangkan hal itu melalui surat edaran (SE) dalam waktu dekat. “Tidak ada, ini tidak mencederai demokrasi. Tidak ada. Kalau ndak vaksin, nanti mencederai hak orang untuk sehat, untuk tidak tertular. Podo-podo hak e. Saya akan keluarkan surat edaran,” tambahnya.

Lebih lanjut, saat ini ada beberapa kecamatan yang progres capaian vaksinasinya tergolong rendah. Kondisi itu diketahui dari serapan vaksin di beberapa fasilitas kesehatan. Seperti di Puskesmas Gucialit, Tunjung, Padang, Randuagung, Penanggal, dan Puskesmas Ranuyoso. Puskesmas ini menyuntik vaksin warga tidak lebih dari 13 ribu orang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lumajang Marshall Trihandono mengatakan, pendataan progres capaian vaksinasi setiap kecamatan belum bisa dibuat. Sebab, sistem belum mendukung hal itu. Apalagi, tidak semua warga kecamatan A suntik vaksin di faskes yang ada di kecamatan A, bisa di B, bahkan bisa di faskes X.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Untuk mengejar target 70 persen program vaksinasi di Lumajang, beragam upaya terus dilakukan. Mulai dari membuka gerai vaksin, mewajibkan warga yang melakukan pengurusan administrasi, sampai penyaluran bantuan, vaksinasi menjadi syarat. Teranyar, Bupati Lumajang Thoriqul menegaskan, vaksinasi menjadi syarat pelaksanaan pilkades serentak.

“Kami mensyaratkan itu untuk tuntas vaksinasi. Jadi, karena vaksinasi itu menjadi syarat pelaksanaan pilkades, maka siapa pun yang menjadi bagian pilkades itu harus vaksin. Tidak hanya pemilihnya, tetapi calon dan panitianya semua harus vaksin,” katanya.

Wacana mensyaratkan pemilih untuk suntik vaksin dosis pertama dapat menjadi dilema. Sebab, menurut informasi yang berhasil dihimpun, sebagian warga yang mendapat BLT DD beberapa waktu lalu kadang memilih memutus bantuan ketimbang harus menjalani vaksinasi. Sehingga persyaratan ini dikhawatirkan mengurungkan niat warga untuk mencoblos.

Namun, Cak Thoriq meyakini langkah itu sangat tepat. Bahkan, pihaknya bakal menuangkan hal itu melalui surat edaran (SE) dalam waktu dekat. “Tidak ada, ini tidak mencederai demokrasi. Tidak ada. Kalau ndak vaksin, nanti mencederai hak orang untuk sehat, untuk tidak tertular. Podo-podo hak e. Saya akan keluarkan surat edaran,” tambahnya.

Lebih lanjut, saat ini ada beberapa kecamatan yang progres capaian vaksinasinya tergolong rendah. Kondisi itu diketahui dari serapan vaksin di beberapa fasilitas kesehatan. Seperti di Puskesmas Gucialit, Tunjung, Padang, Randuagung, Penanggal, dan Puskesmas Ranuyoso. Puskesmas ini menyuntik vaksin warga tidak lebih dari 13 ribu orang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lumajang Marshall Trihandono mengatakan, pendataan progres capaian vaksinasi setiap kecamatan belum bisa dibuat. Sebab, sistem belum mendukung hal itu. Apalagi, tidak semua warga kecamatan A suntik vaksin di faskes yang ada di kecamatan A, bisa di B, bahkan bisa di faskes X.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Untuk mengejar target 70 persen program vaksinasi di Lumajang, beragam upaya terus dilakukan. Mulai dari membuka gerai vaksin, mewajibkan warga yang melakukan pengurusan administrasi, sampai penyaluran bantuan, vaksinasi menjadi syarat. Teranyar, Bupati Lumajang Thoriqul menegaskan, vaksinasi menjadi syarat pelaksanaan pilkades serentak.

“Kami mensyaratkan itu untuk tuntas vaksinasi. Jadi, karena vaksinasi itu menjadi syarat pelaksanaan pilkades, maka siapa pun yang menjadi bagian pilkades itu harus vaksin. Tidak hanya pemilihnya, tetapi calon dan panitianya semua harus vaksin,” katanya.

Wacana mensyaratkan pemilih untuk suntik vaksin dosis pertama dapat menjadi dilema. Sebab, menurut informasi yang berhasil dihimpun, sebagian warga yang mendapat BLT DD beberapa waktu lalu kadang memilih memutus bantuan ketimbang harus menjalani vaksinasi. Sehingga persyaratan ini dikhawatirkan mengurungkan niat warga untuk mencoblos.

Namun, Cak Thoriq meyakini langkah itu sangat tepat. Bahkan, pihaknya bakal menuangkan hal itu melalui surat edaran (SE) dalam waktu dekat. “Tidak ada, ini tidak mencederai demokrasi. Tidak ada. Kalau ndak vaksin, nanti mencederai hak orang untuk sehat, untuk tidak tertular. Podo-podo hak e. Saya akan keluarkan surat edaran,” tambahnya.

Lebih lanjut, saat ini ada beberapa kecamatan yang progres capaian vaksinasinya tergolong rendah. Kondisi itu diketahui dari serapan vaksin di beberapa fasilitas kesehatan. Seperti di Puskesmas Gucialit, Tunjung, Padang, Randuagung, Penanggal, dan Puskesmas Ranuyoso. Puskesmas ini menyuntik vaksin warga tidak lebih dari 13 ribu orang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lumajang Marshall Trihandono mengatakan, pendataan progres capaian vaksinasi setiap kecamatan belum bisa dibuat. Sebab, sistem belum mendukung hal itu. Apalagi, tidak semua warga kecamatan A suntik vaksin di faskes yang ada di kecamatan A, bisa di B, bahkan bisa di faskes X.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca