alexametrics
30.1 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Upaya Pemberantasan Koperasi Bodong di Lumajang

Di masa pandemi, kondisi ekonomi masyarakat cukup seret. Tak ayal, hal tersebut dimanfaatkan sejumlah koperasi abal-abal untuk memberi pinjaman. Iming-iming kemudahan prosedur menarik banyak masyarakat. Mereka berbondong-bondong mendaftar sebagai nasabah. Namun, faktanya nasabah justru terjebak dalam pusaran koperasi bodong tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 1

“Tim kecil kami keliling untuk memantau sekaligus membina mereka. Baik koperasi yang bermasalah atau tidak, semua dibina. Sempat ada koperasi yang mengatasnamakan koperasi cabang dari Probolinggo. Namun, setelah kami telusuri, koperasi tersebut tidak sesuai kaidahnya. Sehingga kami memberikan pemahaman aturan pendirian koperasi. Mereka tidak menolak, justru menerima dan sekarang sedang proses pengurusan perizinannya,” jelasnya.

Sementara itu, Suharwoko, Kepala Dinkop UM Lumajang, menegaskan bahwa pengawasan lebih ditingkatkan. Pihaknya menerima laporan online atau offline dari masyarakat. “Laporkan ke kami. Jika ada koperasi nakal, langsung kami tindak lanjuti dengan dibekukan dan ditutup,” pungkasnya.

 

Mobile_AP_Rectangle 2

 

Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Hafid Asnan

- Advertisement -

“Tim kecil kami keliling untuk memantau sekaligus membina mereka. Baik koperasi yang bermasalah atau tidak, semua dibina. Sempat ada koperasi yang mengatasnamakan koperasi cabang dari Probolinggo. Namun, setelah kami telusuri, koperasi tersebut tidak sesuai kaidahnya. Sehingga kami memberikan pemahaman aturan pendirian koperasi. Mereka tidak menolak, justru menerima dan sekarang sedang proses pengurusan perizinannya,” jelasnya.

Sementara itu, Suharwoko, Kepala Dinkop UM Lumajang, menegaskan bahwa pengawasan lebih ditingkatkan. Pihaknya menerima laporan online atau offline dari masyarakat. “Laporkan ke kami. Jika ada koperasi nakal, langsung kami tindak lanjuti dengan dibekukan dan ditutup,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Hafid Asnan

“Tim kecil kami keliling untuk memantau sekaligus membina mereka. Baik koperasi yang bermasalah atau tidak, semua dibina. Sempat ada koperasi yang mengatasnamakan koperasi cabang dari Probolinggo. Namun, setelah kami telusuri, koperasi tersebut tidak sesuai kaidahnya. Sehingga kami memberikan pemahaman aturan pendirian koperasi. Mereka tidak menolak, justru menerima dan sekarang sedang proses pengurusan perizinannya,” jelasnya.

Sementara itu, Suharwoko, Kepala Dinkop UM Lumajang, menegaskan bahwa pengawasan lebih ditingkatkan. Pihaknya menerima laporan online atau offline dari masyarakat. “Laporkan ke kami. Jika ada koperasi nakal, langsung kami tindak lanjuti dengan dibekukan dan ditutup,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Hafid Asnan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/