alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Hati-hati Pinjol, Rentenir, dan Koperasi Bodong Makin Marak!

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keberadaan koperasi abal-abal sangat meresahkan masyarakat. Apalagi selama PPKM beberapa bulan terakhir, pinjaman online atau rentenir sering masuk ke desa-desa. Mereka menawarkan pinjaman dengan sejumlah fasilitas hingga kemudahan pembayaran. Masyarakat yang tidak tahu-menahu langsung saja percaya. Akibatnya, saat jatuh tempo, sebagian besar masyarakat kelimpungan untuk melunasi.

Namun, berbeda dengan salah satu koperasi yang berada di Desa Jambekumbu, Kecamatan Pasrujambe. Masyarakat dan perangkat desa setempat sepakat menolak rentenir yang masuk. Mereka tidak ingin masyarakat menjadi resah karena pinjaman tersebut. Oleh sebab itu, pendirian koperasi setempat bertujuan membantu menyejahterakan masyarakat.

“Koperasi kan berasaskan dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Oleh karena itu, kami melakukan beragam cara agar mereka percaya ke koperasi. Kami membentengi masyarakat sini supaya tidak meminjam ke rentenir. Pernah terjadi salah satu warga meminjam ke rentenir dan ditagih beberapa kali dalam sehari. Melalui koperasi, kami membantunya. Sekarang, dia tidak lagi meminjam ke rentenir, tetapi menjadi anggota kami,” kata Sunarti, Ketua Koperasi Wanita Kencana Mas, Jambekumbu, Pasrujambe.

Mobile_AP_Rectangle 2

Koperasi yang dipimpinnya tersebut kini memiliki aset hingga Rp 4,14 miliar. Hal tersebut tidak lepas dari peran masyarakat dan perangkat desa setempat menolak rentenir. Alhasil, koperasi menjadi jawaban dari segala permasalahan ekonomi masyarakat. “Usaha utama kami simpan pinjam. Banyak masyarakat terbantu dari pinjaman kami untuk modal usaha mereka. Nah, usaha mereka itu juga berimbas pada ekonomi masyarakat desa,” tambahnya.

Samsul Nurul Huda, Kabid Usaha Koperasi Dinkop UM, menjelaskan, karakter koperasi yang bisa menjadi percontohan adalah anggota. Kekuatan anggota bisa dibuktikan dari ekuitas modal anggota. Bahkan, jika koperasi tidak memiliki utang ke pihak ketiga atau perbankan, bisa dipastikan koperasi justru berkembang pesat. “Perputaran ekonominya sangat kuat. Ini bisa menjadi contoh, sebab asetnya hingga Rp 4 miliar lebih,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keberadaan koperasi abal-abal sangat meresahkan masyarakat. Apalagi selama PPKM beberapa bulan terakhir, pinjaman online atau rentenir sering masuk ke desa-desa. Mereka menawarkan pinjaman dengan sejumlah fasilitas hingga kemudahan pembayaran. Masyarakat yang tidak tahu-menahu langsung saja percaya. Akibatnya, saat jatuh tempo, sebagian besar masyarakat kelimpungan untuk melunasi.

Namun, berbeda dengan salah satu koperasi yang berada di Desa Jambekumbu, Kecamatan Pasrujambe. Masyarakat dan perangkat desa setempat sepakat menolak rentenir yang masuk. Mereka tidak ingin masyarakat menjadi resah karena pinjaman tersebut. Oleh sebab itu, pendirian koperasi setempat bertujuan membantu menyejahterakan masyarakat.

“Koperasi kan berasaskan dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Oleh karena itu, kami melakukan beragam cara agar mereka percaya ke koperasi. Kami membentengi masyarakat sini supaya tidak meminjam ke rentenir. Pernah terjadi salah satu warga meminjam ke rentenir dan ditagih beberapa kali dalam sehari. Melalui koperasi, kami membantunya. Sekarang, dia tidak lagi meminjam ke rentenir, tetapi menjadi anggota kami,” kata Sunarti, Ketua Koperasi Wanita Kencana Mas, Jambekumbu, Pasrujambe.

Koperasi yang dipimpinnya tersebut kini memiliki aset hingga Rp 4,14 miliar. Hal tersebut tidak lepas dari peran masyarakat dan perangkat desa setempat menolak rentenir. Alhasil, koperasi menjadi jawaban dari segala permasalahan ekonomi masyarakat. “Usaha utama kami simpan pinjam. Banyak masyarakat terbantu dari pinjaman kami untuk modal usaha mereka. Nah, usaha mereka itu juga berimbas pada ekonomi masyarakat desa,” tambahnya.

Samsul Nurul Huda, Kabid Usaha Koperasi Dinkop UM, menjelaskan, karakter koperasi yang bisa menjadi percontohan adalah anggota. Kekuatan anggota bisa dibuktikan dari ekuitas modal anggota. Bahkan, jika koperasi tidak memiliki utang ke pihak ketiga atau perbankan, bisa dipastikan koperasi justru berkembang pesat. “Perputaran ekonominya sangat kuat. Ini bisa menjadi contoh, sebab asetnya hingga Rp 4 miliar lebih,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keberadaan koperasi abal-abal sangat meresahkan masyarakat. Apalagi selama PPKM beberapa bulan terakhir, pinjaman online atau rentenir sering masuk ke desa-desa. Mereka menawarkan pinjaman dengan sejumlah fasilitas hingga kemudahan pembayaran. Masyarakat yang tidak tahu-menahu langsung saja percaya. Akibatnya, saat jatuh tempo, sebagian besar masyarakat kelimpungan untuk melunasi.

Namun, berbeda dengan salah satu koperasi yang berada di Desa Jambekumbu, Kecamatan Pasrujambe. Masyarakat dan perangkat desa setempat sepakat menolak rentenir yang masuk. Mereka tidak ingin masyarakat menjadi resah karena pinjaman tersebut. Oleh sebab itu, pendirian koperasi setempat bertujuan membantu menyejahterakan masyarakat.

“Koperasi kan berasaskan dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Oleh karena itu, kami melakukan beragam cara agar mereka percaya ke koperasi. Kami membentengi masyarakat sini supaya tidak meminjam ke rentenir. Pernah terjadi salah satu warga meminjam ke rentenir dan ditagih beberapa kali dalam sehari. Melalui koperasi, kami membantunya. Sekarang, dia tidak lagi meminjam ke rentenir, tetapi menjadi anggota kami,” kata Sunarti, Ketua Koperasi Wanita Kencana Mas, Jambekumbu, Pasrujambe.

Koperasi yang dipimpinnya tersebut kini memiliki aset hingga Rp 4,14 miliar. Hal tersebut tidak lepas dari peran masyarakat dan perangkat desa setempat menolak rentenir. Alhasil, koperasi menjadi jawaban dari segala permasalahan ekonomi masyarakat. “Usaha utama kami simpan pinjam. Banyak masyarakat terbantu dari pinjaman kami untuk modal usaha mereka. Nah, usaha mereka itu juga berimbas pada ekonomi masyarakat desa,” tambahnya.

Samsul Nurul Huda, Kabid Usaha Koperasi Dinkop UM, menjelaskan, karakter koperasi yang bisa menjadi percontohan adalah anggota. Kekuatan anggota bisa dibuktikan dari ekuitas modal anggota. Bahkan, jika koperasi tidak memiliki utang ke pihak ketiga atau perbankan, bisa dipastikan koperasi justru berkembang pesat. “Perputaran ekonominya sangat kuat. Ini bisa menjadi contoh, sebab asetnya hingga Rp 4 miliar lebih,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/