alexametrics
30.1 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

PPKM Sebabkan Pendapatan Sektor Pajak di Lumajang Menurun

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lumajang sampai pertengahan bulan Agustus ini memang mengalami peningkatan beberapa miliar dari bulan Agustus tahun 2020. Namun, tidak semua sektor potensi pendapatan tersebut bertambah. Empat sektor pajak mengalami penurunan.

Catatan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Lumajang, perbandingan PAD lalu selisih Rp 3,8 miliar. Tahun 2020 sekitar Rp 41,4 miliar, tahun ini meningkat menjadi Rp 42 miliar. Namun, kenaikan itu rupanya bukan didukung oleh sektor pajak restoran, pajak hiburan, pajak penerangan jalan (PPJ), dan pajak parkir.

Kabid Penagihan BPRD Lumajang Catur Prayogi mengatakan, pukulan pandemi memang masih dirasakan sebagian besar pelaku usaha di Lumajang. Seperti pemilik restoran dan rumah makan yang mengaku usahanya sepi. Akibatnya, setoran pajak yang sebetulnya mereka hitung sendiri atau sistem self assessment jadi berkurang.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Resto dan parkir itu kan bisa menjadi satu kesatuan. Kalau restoran sepi, otomatis kan parkir juga sepi. Itu rata-rata yang kami temui di lapangan. Tetapi, meskipun beberapa sektor berkurang, pendapatan dari sektor pajak lainnya tetap kami genjot. Seperti pajak bumi bangunan dan pajak minerba, itu bulan ini bagus,” katanya.

Meskipun banyak sektor mengalami peningkatan penerimaan pajak, realisasi pajak tersebut masih jauh dari target yang direncanakan tahun ini. Sebab, targetnya mencapai Rp 90 miliar lebih. Lagi-lagi yang menjadi beban berat adalah realisasi pajak minerba yang baru terpenuhi Rp 4,6 miliar dari target Rp 25 miliar.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lumajang sampai pertengahan bulan Agustus ini memang mengalami peningkatan beberapa miliar dari bulan Agustus tahun 2020. Namun, tidak semua sektor potensi pendapatan tersebut bertambah. Empat sektor pajak mengalami penurunan.

Catatan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Lumajang, perbandingan PAD lalu selisih Rp 3,8 miliar. Tahun 2020 sekitar Rp 41,4 miliar, tahun ini meningkat menjadi Rp 42 miliar. Namun, kenaikan itu rupanya bukan didukung oleh sektor pajak restoran, pajak hiburan, pajak penerangan jalan (PPJ), dan pajak parkir.

Kabid Penagihan BPRD Lumajang Catur Prayogi mengatakan, pukulan pandemi memang masih dirasakan sebagian besar pelaku usaha di Lumajang. Seperti pemilik restoran dan rumah makan yang mengaku usahanya sepi. Akibatnya, setoran pajak yang sebetulnya mereka hitung sendiri atau sistem self assessment jadi berkurang.

“Resto dan parkir itu kan bisa menjadi satu kesatuan. Kalau restoran sepi, otomatis kan parkir juga sepi. Itu rata-rata yang kami temui di lapangan. Tetapi, meskipun beberapa sektor berkurang, pendapatan dari sektor pajak lainnya tetap kami genjot. Seperti pajak bumi bangunan dan pajak minerba, itu bulan ini bagus,” katanya.

Meskipun banyak sektor mengalami peningkatan penerimaan pajak, realisasi pajak tersebut masih jauh dari target yang direncanakan tahun ini. Sebab, targetnya mencapai Rp 90 miliar lebih. Lagi-lagi yang menjadi beban berat adalah realisasi pajak minerba yang baru terpenuhi Rp 4,6 miliar dari target Rp 25 miliar.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lumajang sampai pertengahan bulan Agustus ini memang mengalami peningkatan beberapa miliar dari bulan Agustus tahun 2020. Namun, tidak semua sektor potensi pendapatan tersebut bertambah. Empat sektor pajak mengalami penurunan.

Catatan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Lumajang, perbandingan PAD lalu selisih Rp 3,8 miliar. Tahun 2020 sekitar Rp 41,4 miliar, tahun ini meningkat menjadi Rp 42 miliar. Namun, kenaikan itu rupanya bukan didukung oleh sektor pajak restoran, pajak hiburan, pajak penerangan jalan (PPJ), dan pajak parkir.

Kabid Penagihan BPRD Lumajang Catur Prayogi mengatakan, pukulan pandemi memang masih dirasakan sebagian besar pelaku usaha di Lumajang. Seperti pemilik restoran dan rumah makan yang mengaku usahanya sepi. Akibatnya, setoran pajak yang sebetulnya mereka hitung sendiri atau sistem self assessment jadi berkurang.

“Resto dan parkir itu kan bisa menjadi satu kesatuan. Kalau restoran sepi, otomatis kan parkir juga sepi. Itu rata-rata yang kami temui di lapangan. Tetapi, meskipun beberapa sektor berkurang, pendapatan dari sektor pajak lainnya tetap kami genjot. Seperti pajak bumi bangunan dan pajak minerba, itu bulan ini bagus,” katanya.

Meskipun banyak sektor mengalami peningkatan penerimaan pajak, realisasi pajak tersebut masih jauh dari target yang direncanakan tahun ini. Sebab, targetnya mencapai Rp 90 miliar lebih. Lagi-lagi yang menjadi beban berat adalah realisasi pajak minerba yang baru terpenuhi Rp 4,6 miliar dari target Rp 25 miliar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/