alexametrics
29 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Jembatan Gantung Kali Regoyo Penghubung Desa Sumberwuluh dan Desa Jugosari

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Jembatan gantung Kali Regoyo yang menghubungkan warga Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, dengan Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, selesai dibangun. Kemarin, sejumlah pejabat Pemkab Lumajang bersama warga setempat menggelar tasyakuran. Padahal jembatan tersebut belum diresmikan.

Untuk diketahui, pembangunan jembatan gantung itu dimulai sejak bulan November tahun 2020 hingga bulan Juli 2021. Panjang jembatan itu diperkirakan mencapai 150 meter dan lebar sekitar 1,8 meter. Sengaja jembatan tersebut dibuat sedikit lebar supaya kendaraan ambulans bisa melintas.

Kades Jugosari, Kecamatan Candipuro, Mahmudi mengatakan, satu-satunya akses warga Desa Sumberwuluh untuk menuju perkotaan adalah melewati Kali Regoyo. Itu pun harus melewati Desa Jugosari terlebih dahulu. Sehingga keberadaan jembatan gantung ini sangat bermanfaat demi kemanusiaan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, tasyakuran ini menjadi bentuk syukur pemkab bersama masyarakat karena warga memiliki akses yang layak. Sebab, pengalaman beberapa tahun lalu, ada satu warga yang meninggal dunia karena terkendala akses jalan yang harus menyeberangi kali itu saat ingin berobat.

“Tahun 2018 itu ada yang sakit, meninggal dunia karena tidak bisa menyeberang. Maka dari itu, sekarang warga bisa menggunakan jembatan itu untuk akses pendidikan, akses kesehatan, dan akses ekonomi. Anak-anak sekolah dulu melewati sungai, sekarang sudah tidak lagi. Ya, segala aspek kehidupan bisa lebih mudah,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Jembatan gantung Kali Regoyo yang menghubungkan warga Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, dengan Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, selesai dibangun. Kemarin, sejumlah pejabat Pemkab Lumajang bersama warga setempat menggelar tasyakuran. Padahal jembatan tersebut belum diresmikan.

Untuk diketahui, pembangunan jembatan gantung itu dimulai sejak bulan November tahun 2020 hingga bulan Juli 2021. Panjang jembatan itu diperkirakan mencapai 150 meter dan lebar sekitar 1,8 meter. Sengaja jembatan tersebut dibuat sedikit lebar supaya kendaraan ambulans bisa melintas.

Kades Jugosari, Kecamatan Candipuro, Mahmudi mengatakan, satu-satunya akses warga Desa Sumberwuluh untuk menuju perkotaan adalah melewati Kali Regoyo. Itu pun harus melewati Desa Jugosari terlebih dahulu. Sehingga keberadaan jembatan gantung ini sangat bermanfaat demi kemanusiaan.

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, tasyakuran ini menjadi bentuk syukur pemkab bersama masyarakat karena warga memiliki akses yang layak. Sebab, pengalaman beberapa tahun lalu, ada satu warga yang meninggal dunia karena terkendala akses jalan yang harus menyeberangi kali itu saat ingin berobat.

“Tahun 2018 itu ada yang sakit, meninggal dunia karena tidak bisa menyeberang. Maka dari itu, sekarang warga bisa menggunakan jembatan itu untuk akses pendidikan, akses kesehatan, dan akses ekonomi. Anak-anak sekolah dulu melewati sungai, sekarang sudah tidak lagi. Ya, segala aspek kehidupan bisa lebih mudah,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Jembatan gantung Kali Regoyo yang menghubungkan warga Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, dengan Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, selesai dibangun. Kemarin, sejumlah pejabat Pemkab Lumajang bersama warga setempat menggelar tasyakuran. Padahal jembatan tersebut belum diresmikan.

Untuk diketahui, pembangunan jembatan gantung itu dimulai sejak bulan November tahun 2020 hingga bulan Juli 2021. Panjang jembatan itu diperkirakan mencapai 150 meter dan lebar sekitar 1,8 meter. Sengaja jembatan tersebut dibuat sedikit lebar supaya kendaraan ambulans bisa melintas.

Kades Jugosari, Kecamatan Candipuro, Mahmudi mengatakan, satu-satunya akses warga Desa Sumberwuluh untuk menuju perkotaan adalah melewati Kali Regoyo. Itu pun harus melewati Desa Jugosari terlebih dahulu. Sehingga keberadaan jembatan gantung ini sangat bermanfaat demi kemanusiaan.

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, tasyakuran ini menjadi bentuk syukur pemkab bersama masyarakat karena warga memiliki akses yang layak. Sebab, pengalaman beberapa tahun lalu, ada satu warga yang meninggal dunia karena terkendala akses jalan yang harus menyeberangi kali itu saat ingin berobat.

“Tahun 2018 itu ada yang sakit, meninggal dunia karena tidak bisa menyeberang. Maka dari itu, sekarang warga bisa menggunakan jembatan itu untuk akses pendidikan, akses kesehatan, dan akses ekonomi. Anak-anak sekolah dulu melewati sungai, sekarang sudah tidak lagi. Ya, segala aspek kehidupan bisa lebih mudah,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/