alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Peternak Rugi Puluhan Juta Rupiah

Total Kematian Mencapai 9 Ekor Sapi

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIBENDO, Radar Semeru – Meskipun selama beberapa hari ini dikabarkan ada beberapa ternak sapi yang sembuh, namun jumlah sapi yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) setiap hari terus bertambah. Bahkan, seekor sapi milik Buamar, warga Dusun Kalibendo Utara, Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian, mati, kemarin.

BACA JUGA : Daging Sapi PMK Tetap Bisa Dikonsumsi

Praktis, kematian itu menambah angka kasus kematian hewan ternak yang terjangkit wabah PMK di Lumajang menjadi 9 ekor per tanggal 18 Mei. Saat ini, total sapi yang mengalami risiko terpapar sebanyak 670 ekor. Sebanyak 604 ekor di antaranya mengalami sakit. Sedangkan untuk sapi yang sembuh baru 5 ekor saja.

Mobile_AP_Rectangle 2

Buamar mengatakan, sejak sebulan yang lalu sapi tersebut menderita sakit dan nafsu makan menurun. Di bagian kaki mengalami sejumlah luka. Sejak saat itu dirinya mengobati secara mandiri dengan memberikan ramuan tradisional. Luka itu sempat mengering dan sembuh, tetapi kemarin sapinya justru mati.

“Saya punya empat sapi. Hanya sapi itu saja yang sakit. Kalau melihat ciri-ciri yang ditemukan memang hampir sama dengan PMK, tetapi sudah saya obati dan sembuh,” katanya. Sapi itu dikubur kemarin sore, tepat di belakang rumahnya.

- Advertisement -

KALIBENDO, Radar Semeru – Meskipun selama beberapa hari ini dikabarkan ada beberapa ternak sapi yang sembuh, namun jumlah sapi yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) setiap hari terus bertambah. Bahkan, seekor sapi milik Buamar, warga Dusun Kalibendo Utara, Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian, mati, kemarin.

BACA JUGA : Daging Sapi PMK Tetap Bisa Dikonsumsi

Praktis, kematian itu menambah angka kasus kematian hewan ternak yang terjangkit wabah PMK di Lumajang menjadi 9 ekor per tanggal 18 Mei. Saat ini, total sapi yang mengalami risiko terpapar sebanyak 670 ekor. Sebanyak 604 ekor di antaranya mengalami sakit. Sedangkan untuk sapi yang sembuh baru 5 ekor saja.

Buamar mengatakan, sejak sebulan yang lalu sapi tersebut menderita sakit dan nafsu makan menurun. Di bagian kaki mengalami sejumlah luka. Sejak saat itu dirinya mengobati secara mandiri dengan memberikan ramuan tradisional. Luka itu sempat mengering dan sembuh, tetapi kemarin sapinya justru mati.

“Saya punya empat sapi. Hanya sapi itu saja yang sakit. Kalau melihat ciri-ciri yang ditemukan memang hampir sama dengan PMK, tetapi sudah saya obati dan sembuh,” katanya. Sapi itu dikubur kemarin sore, tepat di belakang rumahnya.

KALIBENDO, Radar Semeru – Meskipun selama beberapa hari ini dikabarkan ada beberapa ternak sapi yang sembuh, namun jumlah sapi yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) setiap hari terus bertambah. Bahkan, seekor sapi milik Buamar, warga Dusun Kalibendo Utara, Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian, mati, kemarin.

BACA JUGA : Daging Sapi PMK Tetap Bisa Dikonsumsi

Praktis, kematian itu menambah angka kasus kematian hewan ternak yang terjangkit wabah PMK di Lumajang menjadi 9 ekor per tanggal 18 Mei. Saat ini, total sapi yang mengalami risiko terpapar sebanyak 670 ekor. Sebanyak 604 ekor di antaranya mengalami sakit. Sedangkan untuk sapi yang sembuh baru 5 ekor saja.

Buamar mengatakan, sejak sebulan yang lalu sapi tersebut menderita sakit dan nafsu makan menurun. Di bagian kaki mengalami sejumlah luka. Sejak saat itu dirinya mengobati secara mandiri dengan memberikan ramuan tradisional. Luka itu sempat mengering dan sembuh, tetapi kemarin sapinya justru mati.

“Saya punya empat sapi. Hanya sapi itu saja yang sakit. Kalau melihat ciri-ciri yang ditemukan memang hampir sama dengan PMK, tetapi sudah saya obati dan sembuh,” katanya. Sapi itu dikubur kemarin sore, tepat di belakang rumahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/