alexametrics
28.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Hanya Satu Persen Arsip Sejarah Lumajang

Dinas Akui Sulit Terkendala Sumber Data

Mobile_AP_Rectangle 1

“Kami kesulitan untuk mengumpulkan sumber data otentik kejadian atau peristiwa penting masa lalu. Masih belum lengkap semuanya. Misalnya saja saat hendak mengumpulkan arsip adipati pertama Lumajang. Para keturunan tidak memiliki dokumen lengkap. Sehingga kami lakukan penelusuran ke Malang hingga Belanda. Tetapi, hal itu juga tidak mudah,” tuturnya.

Pihaknya kesulitan untuk mengakses informasi sejarah Lumajang di arsip nasional Belanda. Sebab, hal tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Arsip lengkap memang ada di belanda. Namun, kami tidak bisa mengakses semua arsip. Salah satunya karena berbayar untuk biaya perawatan arsip di sana,” tambahnya.

Sementara itu, Satik, Kabid Arsip Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lumajang, berkomitmen akan mengumpulkan arsip statis Lumajang. “Kami akan terus lakukan penelusuran arsip statis. Tetapi, sementara ini belum bisa kami lakukan lebih mendalam karena terkendala biaya,” pungkasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jurnalis: mg2
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Hafid Asnan

- Advertisement -

“Kami kesulitan untuk mengumpulkan sumber data otentik kejadian atau peristiwa penting masa lalu. Masih belum lengkap semuanya. Misalnya saja saat hendak mengumpulkan arsip adipati pertama Lumajang. Para keturunan tidak memiliki dokumen lengkap. Sehingga kami lakukan penelusuran ke Malang hingga Belanda. Tetapi, hal itu juga tidak mudah,” tuturnya.

Pihaknya kesulitan untuk mengakses informasi sejarah Lumajang di arsip nasional Belanda. Sebab, hal tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Arsip lengkap memang ada di belanda. Namun, kami tidak bisa mengakses semua arsip. Salah satunya karena berbayar untuk biaya perawatan arsip di sana,” tambahnya.

Sementara itu, Satik, Kabid Arsip Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lumajang, berkomitmen akan mengumpulkan arsip statis Lumajang. “Kami akan terus lakukan penelusuran arsip statis. Tetapi, sementara ini belum bisa kami lakukan lebih mendalam karena terkendala biaya,” pungkasnya.

Jurnalis: mg2
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Hafid Asnan

“Kami kesulitan untuk mengumpulkan sumber data otentik kejadian atau peristiwa penting masa lalu. Masih belum lengkap semuanya. Misalnya saja saat hendak mengumpulkan arsip adipati pertama Lumajang. Para keturunan tidak memiliki dokumen lengkap. Sehingga kami lakukan penelusuran ke Malang hingga Belanda. Tetapi, hal itu juga tidak mudah,” tuturnya.

Pihaknya kesulitan untuk mengakses informasi sejarah Lumajang di arsip nasional Belanda. Sebab, hal tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Arsip lengkap memang ada di belanda. Namun, kami tidak bisa mengakses semua arsip. Salah satunya karena berbayar untuk biaya perawatan arsip di sana,” tambahnya.

Sementara itu, Satik, Kabid Arsip Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lumajang, berkomitmen akan mengumpulkan arsip statis Lumajang. “Kami akan terus lakukan penelusuran arsip statis. Tetapi, sementara ini belum bisa kami lakukan lebih mendalam karena terkendala biaya,” pungkasnya.

Jurnalis: mg2
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Hafid Asnan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/