alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Pengerjaan Jembatan Gantung Alternatif Candipuro–Pronojiwo

Tinggal beberapa hari lagi Candipuro–Pronojiwo dapat ditempuh melewati jembatan gantung Geladak Perak. Namun, semua kendaraan yang melintasi jembatan tersebut diatur. Sebab, kekuatan jembatan hanya dapat dilintasi maksimal 40 orang.

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERWULUH, Radar Semeru – Penyelesaian jembatan yang semula ditarget pada 20 April 2022 rupanya belum benar-benar selesai. Sebab, pengerjaan sempat terkendala cuaca di lapangan. Namun, molornya pengerjaan jembatan itu diperkirakan hanya sehari dua hari. Sebab, saat ini tinggal pemasangan penutup pembatas di kanan kiri.

Baca Juga : Mengantuk, Ibu di Jember Tercebur Sumur Sedalam 15 Meter

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, kontrak pengerjaan jembatan gantung darurat selesai pada 27 April 2022. Namun, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali meminta kepada penyedia agar pada 21 April 2022 jembatan bisa segera dilintasi warga setempat.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sudah selesai dikerjakan, tinggal finishing penutup pembatas jembatan. Namun, karena belakangan sering turun hujan, sepertinya ada kendala. Tetapi, kami optimistis, hari Kamis, 21 April 2022, akan segera rampung,” kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat meninjau lokasi jembatan gantung alternatif tersebut.

Jembatan alternatif ini berbeda dengan jembatan di Kali Regoyo. Meski sama-sama masuk kategori jembatan gantung, jembatan alternatif ini dibangun dengan konstruksi yang cukup kuat. Bahkan, ketika melintasi jembatan itu tidak bergoyang. Kelihatannya lebih kokoh ketimbang jembatan gantung di Kali Regoyo.

Cak Thoriq, sapaan akrabnya, melanjutkan, kekuatan jembatan gantung itu mampu menampung 5 ton untuk mobil angkutan. Praktis, masih bisa digunakan mobil ambulans melintas ketika membutuhkan pelayanan kesehatan di perkotaan. Misalnya untuk kebutuhan penanganan operasi ibu hamil dan seterusnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 BBPJN Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba memastikan, pengerjaan jembatan tersebut tidak akan molor. Dipastikan sebelum Lebaran Idul Fitri sudah selesai dan dapat digunakan untuk akses warga Candipuro–Pronojiwo maupun sebaliknya.

“Selesai dikerjakan langsung kami buka untuk warga. Lebar jembatan sekira 1,8 meter. Sebetulnya kami prioritaskan untuk kendaraan roda dua, kendaraan roda tiga, dan pejalan kaki. Namun, kalau misalkan digunakan untuk mobil ambulans, itu mungkin masih bisa. Tetapi, maksimal satu mobil,” pungkasnya.

- Advertisement -

SUMBERWULUH, Radar Semeru – Penyelesaian jembatan yang semula ditarget pada 20 April 2022 rupanya belum benar-benar selesai. Sebab, pengerjaan sempat terkendala cuaca di lapangan. Namun, molornya pengerjaan jembatan itu diperkirakan hanya sehari dua hari. Sebab, saat ini tinggal pemasangan penutup pembatas di kanan kiri.

Baca Juga : Mengantuk, Ibu di Jember Tercebur Sumur Sedalam 15 Meter

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, kontrak pengerjaan jembatan gantung darurat selesai pada 27 April 2022. Namun, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali meminta kepada penyedia agar pada 21 April 2022 jembatan bisa segera dilintasi warga setempat.

“Sudah selesai dikerjakan, tinggal finishing penutup pembatas jembatan. Namun, karena belakangan sering turun hujan, sepertinya ada kendala. Tetapi, kami optimistis, hari Kamis, 21 April 2022, akan segera rampung,” kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat meninjau lokasi jembatan gantung alternatif tersebut.

Jembatan alternatif ini berbeda dengan jembatan di Kali Regoyo. Meski sama-sama masuk kategori jembatan gantung, jembatan alternatif ini dibangun dengan konstruksi yang cukup kuat. Bahkan, ketika melintasi jembatan itu tidak bergoyang. Kelihatannya lebih kokoh ketimbang jembatan gantung di Kali Regoyo.

Cak Thoriq, sapaan akrabnya, melanjutkan, kekuatan jembatan gantung itu mampu menampung 5 ton untuk mobil angkutan. Praktis, masih bisa digunakan mobil ambulans melintas ketika membutuhkan pelayanan kesehatan di perkotaan. Misalnya untuk kebutuhan penanganan operasi ibu hamil dan seterusnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 BBPJN Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba memastikan, pengerjaan jembatan tersebut tidak akan molor. Dipastikan sebelum Lebaran Idul Fitri sudah selesai dan dapat digunakan untuk akses warga Candipuro–Pronojiwo maupun sebaliknya.

“Selesai dikerjakan langsung kami buka untuk warga. Lebar jembatan sekira 1,8 meter. Sebetulnya kami prioritaskan untuk kendaraan roda dua, kendaraan roda tiga, dan pejalan kaki. Namun, kalau misalkan digunakan untuk mobil ambulans, itu mungkin masih bisa. Tetapi, maksimal satu mobil,” pungkasnya.

SUMBERWULUH, Radar Semeru – Penyelesaian jembatan yang semula ditarget pada 20 April 2022 rupanya belum benar-benar selesai. Sebab, pengerjaan sempat terkendala cuaca di lapangan. Namun, molornya pengerjaan jembatan itu diperkirakan hanya sehari dua hari. Sebab, saat ini tinggal pemasangan penutup pembatas di kanan kiri.

Baca Juga : Mengantuk, Ibu di Jember Tercebur Sumur Sedalam 15 Meter

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, kontrak pengerjaan jembatan gantung darurat selesai pada 27 April 2022. Namun, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali meminta kepada penyedia agar pada 21 April 2022 jembatan bisa segera dilintasi warga setempat.

“Sudah selesai dikerjakan, tinggal finishing penutup pembatas jembatan. Namun, karena belakangan sering turun hujan, sepertinya ada kendala. Tetapi, kami optimistis, hari Kamis, 21 April 2022, akan segera rampung,” kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat meninjau lokasi jembatan gantung alternatif tersebut.

Jembatan alternatif ini berbeda dengan jembatan di Kali Regoyo. Meski sama-sama masuk kategori jembatan gantung, jembatan alternatif ini dibangun dengan konstruksi yang cukup kuat. Bahkan, ketika melintasi jembatan itu tidak bergoyang. Kelihatannya lebih kokoh ketimbang jembatan gantung di Kali Regoyo.

Cak Thoriq, sapaan akrabnya, melanjutkan, kekuatan jembatan gantung itu mampu menampung 5 ton untuk mobil angkutan. Praktis, masih bisa digunakan mobil ambulans melintas ketika membutuhkan pelayanan kesehatan di perkotaan. Misalnya untuk kebutuhan penanganan operasi ibu hamil dan seterusnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 BBPJN Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba memastikan, pengerjaan jembatan tersebut tidak akan molor. Dipastikan sebelum Lebaran Idul Fitri sudah selesai dan dapat digunakan untuk akses warga Candipuro–Pronojiwo maupun sebaliknya.

“Selesai dikerjakan langsung kami buka untuk warga. Lebar jembatan sekira 1,8 meter. Sebetulnya kami prioritaskan untuk kendaraan roda dua, kendaraan roda tiga, dan pejalan kaki. Namun, kalau misalkan digunakan untuk mobil ambulans, itu mungkin masih bisa. Tetapi, maksimal satu mobil,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/