alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Gendong Anak Seberangi Laharan

Mobile_AP_Rectangle 1

JUGOSARI, Radar Semeru – Beragam bencana alam yang terjadi beberapa bulan ini menumbuhkan sikap tanggap masyarakat. Seperti halnya sikap tanggap orang tua dan warga Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, kemarin. Aliran lahar dingin di Sungai Kali Regoyo yang cukup deras itu diterjang. Satu per satu anak-anak sekolah digendong melintasi aliran lahar.

Hal itu dilakukan agar puluhan siswa SDN 03 Jugosari itu bisa kembali ke rumah dengan selamat. Meski harus bertaruh nyawa, orang tua dan warga setempat tidak punya pilihan lain. Sebab, Dam Sumberlangsep yang putus akibat lahar dingin pada awal Januari lalu belum juga disentuh. Padahal, dam itu satu-satunya akses warga setempat beraktivitas sehari-hari.

Salah seorang wali murid, Siswanto, mengungkapkan, aktivitas itu hampir setiap hari dilakukan. Cuaca sekitar Gunung Semeru yang tidak menentu menyebabkan warga selalu bersiap di masing-masing sisi dam yang terputus. Mereka akan membantu warga lain menyeberang sungai dengan aman.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Biasanya anak-anak SDN Jugosari 03 pulang pukul 10 atau 11. Tetapi, karena mereka ada kegiatan di luar sekolah, jam pembelajaran diundur. Pulangnya sekitar pukul 13.30. Dan di saat bersamaan, jalur alternatif yang dibuat di sekitar dam yang terputus tidak bisa dilalui karena banjir lahar,” ungkapnya.

- Advertisement -

JUGOSARI, Radar Semeru – Beragam bencana alam yang terjadi beberapa bulan ini menumbuhkan sikap tanggap masyarakat. Seperti halnya sikap tanggap orang tua dan warga Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, kemarin. Aliran lahar dingin di Sungai Kali Regoyo yang cukup deras itu diterjang. Satu per satu anak-anak sekolah digendong melintasi aliran lahar.

Hal itu dilakukan agar puluhan siswa SDN 03 Jugosari itu bisa kembali ke rumah dengan selamat. Meski harus bertaruh nyawa, orang tua dan warga setempat tidak punya pilihan lain. Sebab, Dam Sumberlangsep yang putus akibat lahar dingin pada awal Januari lalu belum juga disentuh. Padahal, dam itu satu-satunya akses warga setempat beraktivitas sehari-hari.

Salah seorang wali murid, Siswanto, mengungkapkan, aktivitas itu hampir setiap hari dilakukan. Cuaca sekitar Gunung Semeru yang tidak menentu menyebabkan warga selalu bersiap di masing-masing sisi dam yang terputus. Mereka akan membantu warga lain menyeberang sungai dengan aman.

“Biasanya anak-anak SDN Jugosari 03 pulang pukul 10 atau 11. Tetapi, karena mereka ada kegiatan di luar sekolah, jam pembelajaran diundur. Pulangnya sekitar pukul 13.30. Dan di saat bersamaan, jalur alternatif yang dibuat di sekitar dam yang terputus tidak bisa dilalui karena banjir lahar,” ungkapnya.

JUGOSARI, Radar Semeru – Beragam bencana alam yang terjadi beberapa bulan ini menumbuhkan sikap tanggap masyarakat. Seperti halnya sikap tanggap orang tua dan warga Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, kemarin. Aliran lahar dingin di Sungai Kali Regoyo yang cukup deras itu diterjang. Satu per satu anak-anak sekolah digendong melintasi aliran lahar.

Hal itu dilakukan agar puluhan siswa SDN 03 Jugosari itu bisa kembali ke rumah dengan selamat. Meski harus bertaruh nyawa, orang tua dan warga setempat tidak punya pilihan lain. Sebab, Dam Sumberlangsep yang putus akibat lahar dingin pada awal Januari lalu belum juga disentuh. Padahal, dam itu satu-satunya akses warga setempat beraktivitas sehari-hari.

Salah seorang wali murid, Siswanto, mengungkapkan, aktivitas itu hampir setiap hari dilakukan. Cuaca sekitar Gunung Semeru yang tidak menentu menyebabkan warga selalu bersiap di masing-masing sisi dam yang terputus. Mereka akan membantu warga lain menyeberang sungai dengan aman.

“Biasanya anak-anak SDN Jugosari 03 pulang pukul 10 atau 11. Tetapi, karena mereka ada kegiatan di luar sekolah, jam pembelajaran diundur. Pulangnya sekitar pukul 13.30. Dan di saat bersamaan, jalur alternatif yang dibuat di sekitar dam yang terputus tidak bisa dilalui karena banjir lahar,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/