alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Perkembangan Penyebaran Virus Korona Terus Menurun

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Anggaran untuk kebutuhan penanganan pandemi korona tahun ini dipastikan mencapai Rp 71,9 miliar. Sebagian besar anggaran tersebut bakal digunakan untuk insentif tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit maupun puskesmas. Besarannya mencapai sekitar 80 persen.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, ada dua insentif yang diberikan pada nakes. Pertama, untuk insentif nakes penanganan korona sebesar Rp 50,5 miliar. Kedua, untuk insentif nakes dalam rangka mendukung vaksinasi sebesar Rp 8 miliar. Praktis, total keseluruhan mencapai Rp 58,8 miliar.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Lumajang Sunyoto mengatakan, secara umum dana alokasi umum (DAU) yang diterima Pemkab Lumajang sebesar Rp 899,4 miliar, bukan Rp 929,2 miliar. Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan, 8 persen bisa disediakan untuk belanja kesehatan dan belanja prioritas lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Insentif itu diberikan kepada nakes, baik itu untuk penanganan korona maupun mendukung vaksinasi. Insentif itu diberikan kepada seluruh dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, apoteker, dan nakes lainnya yang terlibat. Baik itu di fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun milik swasta,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Anggaran untuk kebutuhan penanganan pandemi korona tahun ini dipastikan mencapai Rp 71,9 miliar. Sebagian besar anggaran tersebut bakal digunakan untuk insentif tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit maupun puskesmas. Besarannya mencapai sekitar 80 persen.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, ada dua insentif yang diberikan pada nakes. Pertama, untuk insentif nakes penanganan korona sebesar Rp 50,5 miliar. Kedua, untuk insentif nakes dalam rangka mendukung vaksinasi sebesar Rp 8 miliar. Praktis, total keseluruhan mencapai Rp 58,8 miliar.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Lumajang Sunyoto mengatakan, secara umum dana alokasi umum (DAU) yang diterima Pemkab Lumajang sebesar Rp 899,4 miliar, bukan Rp 929,2 miliar. Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan, 8 persen bisa disediakan untuk belanja kesehatan dan belanja prioritas lainnya.

“Insentif itu diberikan kepada nakes, baik itu untuk penanganan korona maupun mendukung vaksinasi. Insentif itu diberikan kepada seluruh dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, apoteker, dan nakes lainnya yang terlibat. Baik itu di fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun milik swasta,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Anggaran untuk kebutuhan penanganan pandemi korona tahun ini dipastikan mencapai Rp 71,9 miliar. Sebagian besar anggaran tersebut bakal digunakan untuk insentif tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit maupun puskesmas. Besarannya mencapai sekitar 80 persen.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, ada dua insentif yang diberikan pada nakes. Pertama, untuk insentif nakes penanganan korona sebesar Rp 50,5 miliar. Kedua, untuk insentif nakes dalam rangka mendukung vaksinasi sebesar Rp 8 miliar. Praktis, total keseluruhan mencapai Rp 58,8 miliar.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Lumajang Sunyoto mengatakan, secara umum dana alokasi umum (DAU) yang diterima Pemkab Lumajang sebesar Rp 899,4 miliar, bukan Rp 929,2 miliar. Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan, 8 persen bisa disediakan untuk belanja kesehatan dan belanja prioritas lainnya.

“Insentif itu diberikan kepada nakes, baik itu untuk penanganan korona maupun mendukung vaksinasi. Insentif itu diberikan kepada seluruh dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, apoteker, dan nakes lainnya yang terlibat. Baik itu di fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun milik swasta,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/