alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Temukan Adanya Penolakan dari Warga

Takut Divaksin, Perawat Berikan Edukasi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tahapan vaksinasi saat ini memang belum sampai pada masyarakat umum. Sejauh ini masih pada tenaga pelayanan. Namun, tidak sedikit warga yang merasa takut untuk divaksin. Karena itu, butuh kerja keras bagi semua pihak untuk memberikan edukasi.

Askap, Dewan Pertimbangan Komisariat (DPK PPNI) Dinkes Lumajang, mengakui masih ada warga yang takut divaksin. “Memang banyak warga yang takut divaksin. Oleh karena itu, kami sebagai nakes terus memberikan edukasi dan sosialisasi,” ungkapnya di Kantor Desa Blukon, Kecamatan Lumajang.

Pihaknya mengumpulkan sebanyak tiga puluh warga yang terdiri atas ketua rukun warga (RW), rukun tetangga (RT), dan warga. Mereka diberikan pemahaman pentingnya vaksinasi bagi kesehatan. Sebab, ditemukan adanya penolakan vaksin dari warga.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, langkah tersebut sebagai bagian dari usaha agar masyarakat terlindungi dari penyebaran virus korona. Juga agar masyarakat tidak takut jika tahapan vaksinasi dilakukan pada masyarakat umum,” ungkapnya.

Suhari, Ketua DPD PPNI Lumajang, mengatakan, ada tiga kegiatan yang dilakukan perawat di kawasan kota. “Ada jalan sehat dan bakti sosial di RS Muhammadiyah, dan sosialisasi serta bakti sosial di Desa Blukon. Tetapi yang paling utama adalah penyadaran vaksinasi,” katanya.

Dia berharap, perawat terus berjuang di garda terdepan penanganan korona. Oleh sebab itu, program-program kesehatan seperti sosialisasi vaksinasi yang menyasar masyarakat harus digencarkan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tahapan vaksinasi saat ini memang belum sampai pada masyarakat umum. Sejauh ini masih pada tenaga pelayanan. Namun, tidak sedikit warga yang merasa takut untuk divaksin. Karena itu, butuh kerja keras bagi semua pihak untuk memberikan edukasi.

Askap, Dewan Pertimbangan Komisariat (DPK PPNI) Dinkes Lumajang, mengakui masih ada warga yang takut divaksin. “Memang banyak warga yang takut divaksin. Oleh karena itu, kami sebagai nakes terus memberikan edukasi dan sosialisasi,” ungkapnya di Kantor Desa Blukon, Kecamatan Lumajang.

Pihaknya mengumpulkan sebanyak tiga puluh warga yang terdiri atas ketua rukun warga (RW), rukun tetangga (RT), dan warga. Mereka diberikan pemahaman pentingnya vaksinasi bagi kesehatan. Sebab, ditemukan adanya penolakan vaksin dari warga.

Dia menjelaskan, langkah tersebut sebagai bagian dari usaha agar masyarakat terlindungi dari penyebaran virus korona. Juga agar masyarakat tidak takut jika tahapan vaksinasi dilakukan pada masyarakat umum,” ungkapnya.

Suhari, Ketua DPD PPNI Lumajang, mengatakan, ada tiga kegiatan yang dilakukan perawat di kawasan kota. “Ada jalan sehat dan bakti sosial di RS Muhammadiyah, dan sosialisasi serta bakti sosial di Desa Blukon. Tetapi yang paling utama adalah penyadaran vaksinasi,” katanya.

Dia berharap, perawat terus berjuang di garda terdepan penanganan korona. Oleh sebab itu, program-program kesehatan seperti sosialisasi vaksinasi yang menyasar masyarakat harus digencarkan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tahapan vaksinasi saat ini memang belum sampai pada masyarakat umum. Sejauh ini masih pada tenaga pelayanan. Namun, tidak sedikit warga yang merasa takut untuk divaksin. Karena itu, butuh kerja keras bagi semua pihak untuk memberikan edukasi.

Askap, Dewan Pertimbangan Komisariat (DPK PPNI) Dinkes Lumajang, mengakui masih ada warga yang takut divaksin. “Memang banyak warga yang takut divaksin. Oleh karena itu, kami sebagai nakes terus memberikan edukasi dan sosialisasi,” ungkapnya di Kantor Desa Blukon, Kecamatan Lumajang.

Pihaknya mengumpulkan sebanyak tiga puluh warga yang terdiri atas ketua rukun warga (RW), rukun tetangga (RT), dan warga. Mereka diberikan pemahaman pentingnya vaksinasi bagi kesehatan. Sebab, ditemukan adanya penolakan vaksin dari warga.

Dia menjelaskan, langkah tersebut sebagai bagian dari usaha agar masyarakat terlindungi dari penyebaran virus korona. Juga agar masyarakat tidak takut jika tahapan vaksinasi dilakukan pada masyarakat umum,” ungkapnya.

Suhari, Ketua DPD PPNI Lumajang, mengatakan, ada tiga kegiatan yang dilakukan perawat di kawasan kota. “Ada jalan sehat dan bakti sosial di RS Muhammadiyah, dan sosialisasi serta bakti sosial di Desa Blukon. Tetapi yang paling utama adalah penyadaran vaksinasi,” katanya.

Dia berharap, perawat terus berjuang di garda terdepan penanganan korona. Oleh sebab itu, program-program kesehatan seperti sosialisasi vaksinasi yang menyasar masyarakat harus digencarkan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/