alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Pelebaran Jalan Jadi Tempat Aliran

Selokan Tersumbat dan Rusak

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Saat hujan mengguyur kawasan Wonorejo-Klakah, selokan di samping jalan nasional penuh. Kondisi selokan yang rusak dan lebih tinggi dari jalan membuat air meluber ke jalan. Akibatnya, badan jalan yang sedang dalam proses pelebaran menjadi aliran air dadakan.

Kondisi tersebut sudah berlangsung sejak lama. Tepatnya saat proyek pelebaran jalan sisi timur selesai dilakukan. Tidak ada perbaikan selokan yang rusak dari pemerintah. Meski beberapa kerusakan ditambal, aliran air yang deras menyebabkan selokan rusak kembali. “Sejak musim hujan, selalu seperti ini. Air dari selokan akan naik melalui lubang yang rusak dan mengalir di jalan,” kata Fatimah, salah seorang warga setempat.

Fatimah mengungkapkan, tidak hanya air yang mengalir, namun sampah juga terbawa arus air. Akibatnya, bahu jalan menjadi selokan dadakan saat musim hujan. Hal tersebut menyebabkan pemandangan tidak sedap. Sebab, setelah hujan reda dan aliran air tidak lagi mengalir, jalan dihiasi sampah yang berserakan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kalau sudah reda, itu yang repot. Karena sampah yang terbawa tadi masih banyak yang tertinggal di jalanan. Terutama sampah plastik, ranting, dan dedaunan. Mau tidak mau ya harus dibersihkan. Disapu dan dibuang. Itu menjadi aktivitas rutin saat musim hujan,” jelasnya.

Saat hujan mengguyur kawasan tersebut, kemarin, warga yang tinggal di dekat jalan nasional sudah bersiap. Setelah reda, mereka membersihkan sampah di jalan dekat rumahnya. Tak sedikit mereka yang menyapu justru mengabaikan larangan membuang sampah sembarang. Sebab, mereka menyapu dan membuangnya di selokan lagi.

Namun, berbeda dengan yang dilakukan Fatimah dan suaminya. Sampah-sampah itu dikumpulkan dan dibuang di keranjang sampah miliknya. “Disapu dan dibuang di tempat sampah. Kalau diteruskan lagi ke selokan, ya sama saja. Sampahnya makin banyak,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Saat hujan mengguyur kawasan Wonorejo-Klakah, selokan di samping jalan nasional penuh. Kondisi selokan yang rusak dan lebih tinggi dari jalan membuat air meluber ke jalan. Akibatnya, badan jalan yang sedang dalam proses pelebaran menjadi aliran air dadakan.

Kondisi tersebut sudah berlangsung sejak lama. Tepatnya saat proyek pelebaran jalan sisi timur selesai dilakukan. Tidak ada perbaikan selokan yang rusak dari pemerintah. Meski beberapa kerusakan ditambal, aliran air yang deras menyebabkan selokan rusak kembali. “Sejak musim hujan, selalu seperti ini. Air dari selokan akan naik melalui lubang yang rusak dan mengalir di jalan,” kata Fatimah, salah seorang warga setempat.

Fatimah mengungkapkan, tidak hanya air yang mengalir, namun sampah juga terbawa arus air. Akibatnya, bahu jalan menjadi selokan dadakan saat musim hujan. Hal tersebut menyebabkan pemandangan tidak sedap. Sebab, setelah hujan reda dan aliran air tidak lagi mengalir, jalan dihiasi sampah yang berserakan.

“Kalau sudah reda, itu yang repot. Karena sampah yang terbawa tadi masih banyak yang tertinggal di jalanan. Terutama sampah plastik, ranting, dan dedaunan. Mau tidak mau ya harus dibersihkan. Disapu dan dibuang. Itu menjadi aktivitas rutin saat musim hujan,” jelasnya.

Saat hujan mengguyur kawasan tersebut, kemarin, warga yang tinggal di dekat jalan nasional sudah bersiap. Setelah reda, mereka membersihkan sampah di jalan dekat rumahnya. Tak sedikit mereka yang menyapu justru mengabaikan larangan membuang sampah sembarang. Sebab, mereka menyapu dan membuangnya di selokan lagi.

Namun, berbeda dengan yang dilakukan Fatimah dan suaminya. Sampah-sampah itu dikumpulkan dan dibuang di keranjang sampah miliknya. “Disapu dan dibuang di tempat sampah. Kalau diteruskan lagi ke selokan, ya sama saja. Sampahnya makin banyak,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Saat hujan mengguyur kawasan Wonorejo-Klakah, selokan di samping jalan nasional penuh. Kondisi selokan yang rusak dan lebih tinggi dari jalan membuat air meluber ke jalan. Akibatnya, badan jalan yang sedang dalam proses pelebaran menjadi aliran air dadakan.

Kondisi tersebut sudah berlangsung sejak lama. Tepatnya saat proyek pelebaran jalan sisi timur selesai dilakukan. Tidak ada perbaikan selokan yang rusak dari pemerintah. Meski beberapa kerusakan ditambal, aliran air yang deras menyebabkan selokan rusak kembali. “Sejak musim hujan, selalu seperti ini. Air dari selokan akan naik melalui lubang yang rusak dan mengalir di jalan,” kata Fatimah, salah seorang warga setempat.

Fatimah mengungkapkan, tidak hanya air yang mengalir, namun sampah juga terbawa arus air. Akibatnya, bahu jalan menjadi selokan dadakan saat musim hujan. Hal tersebut menyebabkan pemandangan tidak sedap. Sebab, setelah hujan reda dan aliran air tidak lagi mengalir, jalan dihiasi sampah yang berserakan.

“Kalau sudah reda, itu yang repot. Karena sampah yang terbawa tadi masih banyak yang tertinggal di jalanan. Terutama sampah plastik, ranting, dan dedaunan. Mau tidak mau ya harus dibersihkan. Disapu dan dibuang. Itu menjadi aktivitas rutin saat musim hujan,” jelasnya.

Saat hujan mengguyur kawasan tersebut, kemarin, warga yang tinggal di dekat jalan nasional sudah bersiap. Setelah reda, mereka membersihkan sampah di jalan dekat rumahnya. Tak sedikit mereka yang menyapu justru mengabaikan larangan membuang sampah sembarang. Sebab, mereka menyapu dan membuangnya di selokan lagi.

Namun, berbeda dengan yang dilakukan Fatimah dan suaminya. Sampah-sampah itu dikumpulkan dan dibuang di keranjang sampah miliknya. “Disapu dan dibuang di tempat sampah. Kalau diteruskan lagi ke selokan, ya sama saja. Sampahnya makin banyak,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/