alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Mulai Petakan Indeks Kerawanan Konflik

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 35 desa dari 15 kecamatan di Kabupaten Lumajang akan melaksanakan pemilihan kepala desa serentak, akhir tahun nanti. Memang masih lama, tapi persiapannya sudah dilakukan sejak dini. Polres Lumajang mulai melakukan pemetaan kerawanan konflik.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno menyampaikan, pilkades akhir tahun nanti adalah tantangan untuk dirinya. Sebab, desa yang akan melakukan pemilihan kades terbilang menjadi atensi pengamanannya. Sehingga kondusivitas tersebut adalah suatu kewajiban yang harus diciptakan supaya peserta dan pemilih memiliki rasa aman.

Polisi memiliki tanggung jawab besar untuk menyukseskan pesta demokrasi di tingkat desa. Salah satunya dengan menjamin kondusivitas  seluruh  tahapan, dari pendaftaran sampai pemilihan. “Tentu saja kita mapping atau petakan desa-desa yang rawan konflik. Khususnya desa yang paslonnya kemungkinan jumlah suara berimbang,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Eka, sapaannya, juga menyampaikan, untuk menyukseskan pilkades, harus dimulai sejak dini. Salah satunya dengan pemetaan indeks kerawanan konflik. “Saat ini kami juga monitor terus giat musyawarah desa PAW (pergantian antarwaktu) Kades Grati dan Selok Besuki untuk menghindari konflik antar massa,” ucapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 35 desa dari 15 kecamatan di Kabupaten Lumajang akan melaksanakan pemilihan kepala desa serentak, akhir tahun nanti. Memang masih lama, tapi persiapannya sudah dilakukan sejak dini. Polres Lumajang mulai melakukan pemetaan kerawanan konflik.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno menyampaikan, pilkades akhir tahun nanti adalah tantangan untuk dirinya. Sebab, desa yang akan melakukan pemilihan kades terbilang menjadi atensi pengamanannya. Sehingga kondusivitas tersebut adalah suatu kewajiban yang harus diciptakan supaya peserta dan pemilih memiliki rasa aman.

Polisi memiliki tanggung jawab besar untuk menyukseskan pesta demokrasi di tingkat desa. Salah satunya dengan menjamin kondusivitas  seluruh  tahapan, dari pendaftaran sampai pemilihan. “Tentu saja kita mapping atau petakan desa-desa yang rawan konflik. Khususnya desa yang paslonnya kemungkinan jumlah suara berimbang,” ucapnya.

Eka, sapaannya, juga menyampaikan, untuk menyukseskan pilkades, harus dimulai sejak dini. Salah satunya dengan pemetaan indeks kerawanan konflik. “Saat ini kami juga monitor terus giat musyawarah desa PAW (pergantian antarwaktu) Kades Grati dan Selok Besuki untuk menghindari konflik antar massa,” ucapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 35 desa dari 15 kecamatan di Kabupaten Lumajang akan melaksanakan pemilihan kepala desa serentak, akhir tahun nanti. Memang masih lama, tapi persiapannya sudah dilakukan sejak dini. Polres Lumajang mulai melakukan pemetaan kerawanan konflik.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno menyampaikan, pilkades akhir tahun nanti adalah tantangan untuk dirinya. Sebab, desa yang akan melakukan pemilihan kades terbilang menjadi atensi pengamanannya. Sehingga kondusivitas tersebut adalah suatu kewajiban yang harus diciptakan supaya peserta dan pemilih memiliki rasa aman.

Polisi memiliki tanggung jawab besar untuk menyukseskan pesta demokrasi di tingkat desa. Salah satunya dengan menjamin kondusivitas  seluruh  tahapan, dari pendaftaran sampai pemilihan. “Tentu saja kita mapping atau petakan desa-desa yang rawan konflik. Khususnya desa yang paslonnya kemungkinan jumlah suara berimbang,” ucapnya.

Eka, sapaannya, juga menyampaikan, untuk menyukseskan pilkades, harus dimulai sejak dini. Salah satunya dengan pemetaan indeks kerawanan konflik. “Saat ini kami juga monitor terus giat musyawarah desa PAW (pergantian antarwaktu) Kades Grati dan Selok Besuki untuk menghindari konflik antar massa,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/