alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Bakal Bangun Pos Pantau Lahar

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Banjir lahar dingin masih menjadi momok beberapa kawasan yang berada di hilir daerah aliran sungai (DAS) Gunung Semeru. Sebab, intensitas hujan belum berkurang. Rencananya, di hulu nanti bakal dibangun pos pantau lahar untuk mengamati aliran.

Selama ini, cukup banyak relawan yang dengan tulus tanpa upah mengawasi serta memberitahukan jika DAS tersebut mengalami luapan besar. Ada banyak komunitas yang tergabung. Sampai-sampai mereka membuat pos pantau lahar secara mandiri sebagai tempat untuk pengamatan visual setiap hari.

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Sugiono mengatakan, selama berminggu-minggu bahkan hingga berbulan-bulan relawan menumpang di salah satu rumah warga di Dusun Curah Kobokan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, sebagai tempat istirahat dan pengamatan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Supaya pengamatan secara visual semakin objektif, mereka akhirnya membuat pondok sendiri di sekitar DAS tersebut. Tujuannya supaya mereka bisa mengabarkan lebih cepat ketika banjir lahar dingin besar sedang terjadi. “Kami menyampaikan perkembangannya setiap hari sampai Desa Jugosari,” ucapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Banjir lahar dingin masih menjadi momok beberapa kawasan yang berada di hilir daerah aliran sungai (DAS) Gunung Semeru. Sebab, intensitas hujan belum berkurang. Rencananya, di hulu nanti bakal dibangun pos pantau lahar untuk mengamati aliran.

Selama ini, cukup banyak relawan yang dengan tulus tanpa upah mengawasi serta memberitahukan jika DAS tersebut mengalami luapan besar. Ada banyak komunitas yang tergabung. Sampai-sampai mereka membuat pos pantau lahar secara mandiri sebagai tempat untuk pengamatan visual setiap hari.

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Sugiono mengatakan, selama berminggu-minggu bahkan hingga berbulan-bulan relawan menumpang di salah satu rumah warga di Dusun Curah Kobokan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, sebagai tempat istirahat dan pengamatan.

Supaya pengamatan secara visual semakin objektif, mereka akhirnya membuat pondok sendiri di sekitar DAS tersebut. Tujuannya supaya mereka bisa mengabarkan lebih cepat ketika banjir lahar dingin besar sedang terjadi. “Kami menyampaikan perkembangannya setiap hari sampai Desa Jugosari,” ucapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Banjir lahar dingin masih menjadi momok beberapa kawasan yang berada di hilir daerah aliran sungai (DAS) Gunung Semeru. Sebab, intensitas hujan belum berkurang. Rencananya, di hulu nanti bakal dibangun pos pantau lahar untuk mengamati aliran.

Selama ini, cukup banyak relawan yang dengan tulus tanpa upah mengawasi serta memberitahukan jika DAS tersebut mengalami luapan besar. Ada banyak komunitas yang tergabung. Sampai-sampai mereka membuat pos pantau lahar secara mandiri sebagai tempat untuk pengamatan visual setiap hari.

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Sugiono mengatakan, selama berminggu-minggu bahkan hingga berbulan-bulan relawan menumpang di salah satu rumah warga di Dusun Curah Kobokan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, sebagai tempat istirahat dan pengamatan.

Supaya pengamatan secara visual semakin objektif, mereka akhirnya membuat pondok sendiri di sekitar DAS tersebut. Tujuannya supaya mereka bisa mengabarkan lebih cepat ketika banjir lahar dingin besar sedang terjadi. “Kami menyampaikan perkembangannya setiap hari sampai Desa Jugosari,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/