alexametrics
22.7 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Watu Telu Alihkan Aliran Lahar

Kawasan Tambang Pasir Tetap Diwaspadai

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Sesuai skema pemetaan risiko bencana, Sungai Curah Kobokan berpotensi menjadi tempat paling besar untuk dialiri lahar dingin. Namun, setelah dilakukan pengecekan di hulu, ternyata Blok Watu Telu mengalihkan aliran itu. Akibatnya, Dusun Sumbersari, Desa Supiturang dan seterusnya menjadi terancam.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, endapan material vulkanis masih menumpuk sangat banyak di dekat jalur hulu aliran lava Gunung Semeru. Sekalipun beberapa hari terakhir terjadi hujan cukup deras, hanya sebagian kecil dari endapan pasir dan batu yang terbawa aliran air dari atas gunung.

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Sugiono mengatakan, seharusnya setiap terjadi hujan deras, potensi aliran lahar dingin paling besar bakal menuju Kali Lanang lalu sampai ke Curah Kobokan. Tetapi ternyata kenyataannya sebaliknya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Masih mampir dulu ke Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, baru kembali ke Curah Kobokan. Makanya kadang kalau misalkan hujan deras, mereka harus mengungsi. Karena potensi luapan bisa saja terjadi. Apalagi endapan material juga cukup banyak,” ucapnya, saat meninjau hulu aliran lahar dingin.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Sesuai skema pemetaan risiko bencana, Sungai Curah Kobokan berpotensi menjadi tempat paling besar untuk dialiri lahar dingin. Namun, setelah dilakukan pengecekan di hulu, ternyata Blok Watu Telu mengalihkan aliran itu. Akibatnya, Dusun Sumbersari, Desa Supiturang dan seterusnya menjadi terancam.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, endapan material vulkanis masih menumpuk sangat banyak di dekat jalur hulu aliran lava Gunung Semeru. Sekalipun beberapa hari terakhir terjadi hujan cukup deras, hanya sebagian kecil dari endapan pasir dan batu yang terbawa aliran air dari atas gunung.

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Sugiono mengatakan, seharusnya setiap terjadi hujan deras, potensi aliran lahar dingin paling besar bakal menuju Kali Lanang lalu sampai ke Curah Kobokan. Tetapi ternyata kenyataannya sebaliknya.

“Masih mampir dulu ke Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, baru kembali ke Curah Kobokan. Makanya kadang kalau misalkan hujan deras, mereka harus mengungsi. Karena potensi luapan bisa saja terjadi. Apalagi endapan material juga cukup banyak,” ucapnya, saat meninjau hulu aliran lahar dingin.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Sesuai skema pemetaan risiko bencana, Sungai Curah Kobokan berpotensi menjadi tempat paling besar untuk dialiri lahar dingin. Namun, setelah dilakukan pengecekan di hulu, ternyata Blok Watu Telu mengalihkan aliran itu. Akibatnya, Dusun Sumbersari, Desa Supiturang dan seterusnya menjadi terancam.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, endapan material vulkanis masih menumpuk sangat banyak di dekat jalur hulu aliran lava Gunung Semeru. Sekalipun beberapa hari terakhir terjadi hujan cukup deras, hanya sebagian kecil dari endapan pasir dan batu yang terbawa aliran air dari atas gunung.

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Sugiono mengatakan, seharusnya setiap terjadi hujan deras, potensi aliran lahar dingin paling besar bakal menuju Kali Lanang lalu sampai ke Curah Kobokan. Tetapi ternyata kenyataannya sebaliknya.

“Masih mampir dulu ke Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, baru kembali ke Curah Kobokan. Makanya kadang kalau misalkan hujan deras, mereka harus mengungsi. Karena potensi luapan bisa saja terjadi. Apalagi endapan material juga cukup banyak,” ucapnya, saat meninjau hulu aliran lahar dingin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/