alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Satwa Liar Diserahkan ke Taman Safari

Sebagian Besar Dipelihara Tanpa Izin

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Menanggapi banyaknya perburuan satwa liar, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Probolinggo Sudartono mengungkapkan jumlah pemburu yang berkeliaran. Dia mengibaratkan para pemburu satwa itu sebagai pemburu uang. Sebab, jika dinominalkan, harga setiap perburuan sangat besar.

Dia menyebut, satwa yang berhasil diamankan Polres Lumajang sudah jarang ditemui di luar daerah. Burung rangkong julang emas, misalnya. Di Lumajang, jumlah populasi burung ini masih cukup banyak. Namun, di daerah lain sudah masuk kategori langka. “Pemburu uang banyak yang berkeliaran,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 16 Tahun 2018, satwa yang diamankan termasuk hewan yang dilindungi. Oleh karena itu, pihaknya akan terus melakukan penindakan perdagangan satwa liar di tengah masyarakat. Utamanya di pasar burung. Sebab, dampaknya akan menyebabkan populasi berkurang. Khususnya ikon bagus di Lumajang, yakni rangkong julang emas.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Satwa ini memang masih banyak yang kecil (anakan, Red). Untuk perawatan intensif, kami punya rekanan dari lembaga konservasi. Jadi, dari Taman Safari yang nantinya akan merawat. Kami memiliki tempat transit sementara di BKSDA, tetapi fasilitas masih kurang. Sementara, kami titipkan di Taman Safari Indonesia,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Menanggapi banyaknya perburuan satwa liar, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Probolinggo Sudartono mengungkapkan jumlah pemburu yang berkeliaran. Dia mengibaratkan para pemburu satwa itu sebagai pemburu uang. Sebab, jika dinominalkan, harga setiap perburuan sangat besar.

Dia menyebut, satwa yang berhasil diamankan Polres Lumajang sudah jarang ditemui di luar daerah. Burung rangkong julang emas, misalnya. Di Lumajang, jumlah populasi burung ini masih cukup banyak. Namun, di daerah lain sudah masuk kategori langka. “Pemburu uang banyak yang berkeliaran,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 16 Tahun 2018, satwa yang diamankan termasuk hewan yang dilindungi. Oleh karena itu, pihaknya akan terus melakukan penindakan perdagangan satwa liar di tengah masyarakat. Utamanya di pasar burung. Sebab, dampaknya akan menyebabkan populasi berkurang. Khususnya ikon bagus di Lumajang, yakni rangkong julang emas.

“Satwa ini memang masih banyak yang kecil (anakan, Red). Untuk perawatan intensif, kami punya rekanan dari lembaga konservasi. Jadi, dari Taman Safari yang nantinya akan merawat. Kami memiliki tempat transit sementara di BKSDA, tetapi fasilitas masih kurang. Sementara, kami titipkan di Taman Safari Indonesia,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Menanggapi banyaknya perburuan satwa liar, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Probolinggo Sudartono mengungkapkan jumlah pemburu yang berkeliaran. Dia mengibaratkan para pemburu satwa itu sebagai pemburu uang. Sebab, jika dinominalkan, harga setiap perburuan sangat besar.

Dia menyebut, satwa yang berhasil diamankan Polres Lumajang sudah jarang ditemui di luar daerah. Burung rangkong julang emas, misalnya. Di Lumajang, jumlah populasi burung ini masih cukup banyak. Namun, di daerah lain sudah masuk kategori langka. “Pemburu uang banyak yang berkeliaran,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 16 Tahun 2018, satwa yang diamankan termasuk hewan yang dilindungi. Oleh karena itu, pihaknya akan terus melakukan penindakan perdagangan satwa liar di tengah masyarakat. Utamanya di pasar burung. Sebab, dampaknya akan menyebabkan populasi berkurang. Khususnya ikon bagus di Lumajang, yakni rangkong julang emas.

“Satwa ini memang masih banyak yang kecil (anakan, Red). Untuk perawatan intensif, kami punya rekanan dari lembaga konservasi. Jadi, dari Taman Safari yang nantinya akan merawat. Kami memiliki tempat transit sementara di BKSDA, tetapi fasilitas masih kurang. Sementara, kami titipkan di Taman Safari Indonesia,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/